SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Lurah Manding, Polewali. Tanawali
POLEWALITERKINI.NET – Tanawali begitulah nama lengkap Lurah Manding kelahiran tahun 1978 ini, Pengalaman unik kerap jadi kenangan hidupnya. Ya, ketika ia harus memulai karirnya dari titik nol dengan menjadi sopir angkutan kota kemudian lanjut sebagai sopir kepala dinas pendidikan Polman usai lulus SMA,

"Saya ini dari keluarga tidak mampu, sebelum terangkat PNS, saya bekerja jadi sopir pete-pete Polewali - Wonomulyo kemudian dipanggil jadi sopir pak Kadis," kata Tanawali saat ditemui Senin. 20 Maret 2017.

Layaknya remaja lain, Tanawali adalah sosok pribadi yang gaul dan supel. Kerasnya kehidupan masa kecilnya membawanya mampu mencetak seorang pribadi yang mandiri. dimasa ini pula mulai bertumbuh benih kepemimpinan dan jiwa entrepreneurship-nya (wirausaha). hingga kini ia menjadi satu satunya Lurah di Polman yang sukses dalam usaha real estate.

"Saya menghabiskan masa kecil di Daerah Manding ini juga, pergi sekolah jalan kaki sampai tamat SMA, bahkan waktu kelas 3 SD saya suka pergi pungut-pungut kelapa baru dijual, dari situlah saya belajar mandiri, hingga sekarang saya lah satu satunya developer se Indonesia yang pelunasan hutangnya di bank tercepat, hanya dalam waktu 3 bulan." Ujar Tanawali.


Sebelum mendirikan perusahaan real estate, dirinya dahulu hanya sub kontraktor dari pengembang perumahan untuk pengadaan kebutuhan sembako buruh bangunan, tetapi kini bisnis perumahannya sudah ada empat titik, bahkan, ia pun kini sudah merambah usaha TV kabel.

"Saya tidak langsung seperti ini, iya. awalnya hanya pergaulan dengan teman teman pengembang, kemudian ditawari sub kontraktor, saya masukkan beras, gula pasir, dan rokok buat kebutuhan para tukang bangunan, dari pengalaman itulah saya berfikir kenapa tidak membuat bendera sendiri, akhirnya terbangunlah perumahan pertama saya yang saya ambil dari nama anak saya yaitu Batistuta." Tutur Tanawali komisaris PT. Villa Tamara ini.

Selain itu dia menjelaskan kunci sukses menjadi pengembang perumahan harus fokus dan konsentrasi serta tidak terpengaruh dengan gaya hidup modern yang tidak perlu.

"Kalau mau selamat di bisnis perumahan, utamakan yang telah diprioritaskan dan hidup sederhana saja, jangan dulu fikir yang lain lain, seperti kalau sudah pencairan langsung beli mobil, pergi bermewah mewahan, pasti hancur karena itu adalah hutang, harusnya bekerja dulu yang benar sampai pekerjaan selesai, insha Allah berhasil." Ungkap Tanawali.


Hasil dari keuntungannya bisnisnya, Tanawali telah menghibahkan tanah seluas sekira 19 kali 21 meter untuk pembangunan kantor Kelurahan Manding yang baru serta puskesmas pembantu (Pustu), bahkan dia pun sudah terobsesi membangun rumah sakit gratis.

"Inisiatif saya sendiri dek, kontribusi saya buat daerah ini, saya sudah hibahkan lokasi seluas 19 kali 21 meter untuk kantor lurah, juga ada Pustu, tidak hanya itu saya juga telah lama bercita cita mendirikan rumah sakit gratis untuk warga kurang mampu, doakan saja dek, semoga keinginan saya terwujud." Tandas Tanawali.

Laporan  :  Z Ramadhana

Editor      :  Sukriwandi

0 komentar:

Post a Comment

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...