SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

12/03/17




POLEWALITERKINI.NET – Imam Besar Masjid Agung Syuhada Kabupaten Polman. Muh Fauzi S Jafar Taha Al Mahdali dalam mengisi Tausiah malam pertama kematian Hj Nurbiyah Anwar membahas perkara yang pasti yakni kematian.

Materi tausiah disampaikan dihadapan keluarga yang berduka serta handaitolan yang hadir. Habib memberikan pencerahan dan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan karena kematian itu adalah pintu dan pintu ini pasti dilewati setiap manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Setiap jiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (Ali ‘Imran: 185)  

Kata Habib ada tiga hal yang bisa menolong almarhuma di alam kubur selain shalat dan amalan lainnya yakni amal jariyah, ilmu yang diamalkan dan doa anaknya selain itu di butuhkan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Tiga perkara yang akan mengantarkan mayit, yakni keluarga, harta, dan amalannya. Dua perkara akan kembali dan satu perkara akan tetap tinggal bersamanya. Yang akan kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tetap tinggal bersamanya adalah amalannya.”

Shadaqah jariyah yang dilakukan, seperti wakaf dan sejenisnya yang dilakukan Almarhuma masih terus mendapatkan pahala, seperti membangun masjid, pesantren, atau wakaf-wakaf lainnya dalam perkara yang baik.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan “Jika seorang meninggal, terputus amalannya kecuali tiga, yakni  shadaqah yang terus mengalir pahalanya, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Ilmu yang bermanfaat yang ia ajarkan kepada orang lain akan terus mengalirkan pahala baginya walaupun ia telah meninggal, sebagaimana dalam hadits di atas. Selain hadits di atas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan:

Barangsiapa yang berdakwah kepada petunjuk (kebaikan) maka dia mendapatkan pahala seperti pahala yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Shadaqah yang dilakukan anak atas nama orangtuanya, para ulama menjelaskan bahwa semua amalan baik seorang anak itu bermanfaat bagi orangtuanya. Orang akan mendapatkan pahala seperti yang diperoleh anaknya, karena anak adalah hasil usaha orangtua.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (An-Najm: 39)

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ada seorang laki-laki berkata: “Ibuku meninggal tiba-tiba (dan tidak sempat berwasiat). Aku mengira jika sempat bicara dia akan bershadaqah. Apakah dia akan mendapatkan pahala jika aku bershadaqah atas namanya?” Rasulullah berkata: “Ya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Laporan  :  Burhanuddin Haruna

Editor      :  Sukriwandi

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...