SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

< (( RAMADHAN COME AGAIN..! )) >

20/03/17

Kapolda Sulawesi Barat. Brigjen Pol Drs. Nandang, MH
POLEWALITERKINI.NET – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat. Brigjen Pol Drs. Nandang, MH himbau masyarakat yang akan menyampaikan pendapat di muka umum untuk mengikuti aturan yang berlaku.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Brigjen Pol Drs. Nandang, MH mengatakan, terkait maraknya penyampaian pendapat di muka umum sehingga mengimbau kepada seluruh masyarakat, penanggungjawab dan peserta aksi menyampaikan pendapatnya dengan mematuhi ketentuan Perundang-undangan.

Dalam ketentuan Undang - undang RI Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum khususnya terkait kewajiban, larangan, sanksi bagi pelaku, atau peserta penyampaian pendapat di muka umum.

Menyampaikan pendapat di muka umum baik berupa kegiatan seperti unjuk rasa, demonstrasi, pawai, rapat umum dan atau mimbar bebas. Selama pelaksanaannya dilarang membawa senjata tajam (sajam) dan wajib menyampaikan kepada pihak Kerpolisian.

Tidak dibolehkan membawa senjata pemukul atau benda yang membahayakan serta telah memberitahukan terlebih dahulu secara tertulis kepada Polda Sulbar maupun jajaran selambat-lambatnya 3 hari sebelum pelaksanaan aksi dan begi kelompok aksi yang tidak memberikan pemberian tertulis maka akan ditolak.” Ujarnya.

Selain itu surat penyampaian yang dibuat harus mencantumkan objek sasaran unjuk rasa, berapa jumlah massa yang dilibatkan, siapa korlapnya, apa tujuannya. Aksi unjuk rasa hanya boleh dilakukan pada waktu kerja.

Kewenangan petugas apabila tidak sesuai dengan ketentuan dan melanggar hukum dalam menyampaikan pendapat akan dilakukan tindakan kepolisian secara tegas mulai pembubaran kegiatan sampai kepada penegakan hukum sesuai dengan undang undang yang berlaku.” Kata Kapolda Sulawesi Barat. Brigjen Pol Drs. Nandang, MH.

Tidak hanya itu saat menyampaikan pendapat di muka umum dilarang mengganggu ketertiban umum, merusak fasilitas umum, melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan fungsi jalan raya/arus lalu lintas, melakukan provokasi yang bersifat anarki maupun mengarah kepada SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) dan pelaksanaan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum di tempat terbuka dibatasi mulai pukul 07.00 sampai batas maksimal 17.00 Wita.

Guna menjaga keamanan dan ketertiban tetap kondusif saat menyampaikan pendapat masyarakat diminta menyikapi secara bijak dan tidak terprovokasi terhadap isu-isu yang menyesatkan dengan tidak melakukan tindakan anarkis yang berdampak pada pelanggaran hukum.

Harapannya masyarakat melakukan aksi sebagaimana aturan yang telah ditentukan demi terwujudnya keamanan dan kedamaian di masyarakat serta persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara kesatuan RI yang tercinta khusunya di Provinsi Sulbar. Tutup Kapolda (*)

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...