SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Kiri Kepala BPS Polman dan Gambar Ilustrasi
POLEWALITERKINI.NET – Merasa ada indikasi pelecehan seksual terhadap dirinya. Mashura (18), siswi menjalani praktek PSG melaporkan Kepala Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Polman. Hasimi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Reskrim Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat.   

Mashura (18). Gadis manis asal Pambusuang yang sedang menajalani praktek PSG di kantor Badan Pusat statistik (BPS) Polman ini mengaku telah dilecehkan oleh Hasimi (HSM) yang tak lain adalah kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Polewali Mandar.

Menurut keterangan Mashura (18), kejadian itu terjadi pada hari Selasa (7/3) lalu, saat dirinya sedang membawa berkas ke dalam ruangan HASIMI untuk di tandatangani. Setelah di tanda tangani kemudian mendekatinya memegang tangannya. Tak hanya sampai disitu juga memegang bibirnya, namun kemudian korban langsung menolak dan beranjak meninggalkan ruangan itu.

"Saya didekati pak, kemudian bilang bagus tanganmu, bibirmu juga bagus." Tuturnya saat menceritakan kejadian tersebut.

Usai mendapat perlakuan seperti itu, korban kemudian menceritakan apa yang dialami kepada teman PSGnya, namun mereka tak mempercayainya.

Sesampainya di rumah, karena tak tahan dengan kejadian tersebut, korban pun menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

"Orang tuaku bilang, kalau masih dikasi begitu ko, lapor mi saja." Cerita Mashura menirukan orang tuanya.

Karena sudah terlanjur diketahui oleh pihak keluarganya, ia pun melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi pada hari Senin (13/3/2017) dan ditemani oleh paman sendiri.

Mashura sendiri merupakan salah satu siswi Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Kecamatan Campalagian. Dirinya berada di kantor BPS Polewali karena sedang menjalani PSG selama 3 bulan lamanya. Hingga kini sudah berjalan dua bulan dirinya menjalani Praktek PSG.

Menanggapi soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan kepadanya, HASIMI kepala BPS Polman menolak memberi keterangan saat ditemui di kantornya. Jumat (24/03/2017). Ia pun beralasan bahwa belum mengetahui duduk persoalan kasusnya.

Dia juga enggan berkomentar soal tuduhan yang dilaporkan kepada dirinya. "Maaf, saya tidak bisa memberikan keterangan. Karena ini wewenang pihak kepolisian" Tuturnya.

Ditanya mengenai surat pemanggilan oleh pihak penyidik untuk dimintai keterangan, ia pun kembali menolak menjawab.
"Ya. Itu yang saya katakan tadi, saya belum bisa menyampaikan. Karena ini wewenang kepolisian" katanya.

Kasus ini sendiri telah ditangani oleh tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Polman. Pihak terlapor rencana akan dipanggil guna dimintai keterangan oleh tim penyidik.

Kasat Reskrim Polres Polman. AKP M. Nur Makmur, S.I.K membenarkan laporan tersebut, namun hingga kini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan status terlapor masih sebagai saksi.
"Iya, tapi masih dalam penyelidikan." Singkatnya.(*)

1 comment:

  1. Saya kira dalam jurnalis ada etikanya, klo berita seperti ini seharusnya kan pake inisial bukan namanya langsung!

    ReplyDelete

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...