SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

< (( RAMADHAN COME AGAIN..! )) >

30/03/17

Lukman Umar
POLEWALITERKINI.NET – Pemberhentian Muh. Irsyad Siswa SMP Negeri 3 Tobadak dari sekolah, mendapat perhatian dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sulbar.

Terkait itu Ombudsman akan fokus menelusuri alasan pemberhentian dan akan berupaya mendorong solusi berkeadilan agar siswa tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

Bahkan Pihak Ombudsman RI Sulbar telah melakukan pemanggilan untuk proses klarifikasi, Baik dari  SMP Negeri 3 Tobadak, Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah, dan pelapor, kesimpulannya Ombudsman mendrong agar dilakukan mediasi dengan menghadirkan semua pihak.

Pihak Ombudsman tak menampik terkait kesalahan yang telah dilakukan siswa tersebut, namun berdasarkan aturan setiap sekolah dilarang melakukan pemberhentian siswa yang berlaku sejak tahun 2016. karena pendidikan itu merupakan hak setiap anak Bangsa.

Anak yang dipenjara saja tetap difasilitasi  pendidikan dan proses ujiannya, dan pihak sekolah tidak bisa melakukan itu dengan alasan apapun, apalagi sekarang sudah ada program wajib belajar 12 tahun.” Ucap Sekarwuni Manfaati Asisten Ombudsman di kantornya. Kamis (30/03/17). 

Sementara Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulbar. Lukman Umar Mengatakan, terkait larangan pemberhentian siswa dari sekolah, tentunya memunculkan pertanyaan bagaimana pihak sekolah menindak anak atau siswa yang melakukan pelanggaran berat di sekolah, seperti siswa sering bolos, berkelahi, banyak tidak hadir, dan sebagainya.

Lukman menjelaskan bahwa sudah menjadi tugas  sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap siswa yang bermasalah seperti itu. Pihak sekolah harus mampu membuat metode pembinaan bagi siswa-siswa yang bermasalah.

Sekolah kan tugasnya bukan memberhentikan, tapi membina, mendidik serta mengajar. Caranya membina bagaimana? Kembali ke masing-masing sekolah. Dan seperti apapun tingkat kenakalan anak atau siswa, sekolah harus mampu untuk membinanya pasti ada celahnya, saya bicara begitu karena saya juga latar belakang seorang guru.” Kata Lukman Umar.

Lanjut Lukman,  Jika pihak sekolah ada yang melakukan pemberhentian siswa dari sekolah, maka hal itu adalah tindak pelanggaran dan dapat diproses secara hukum. Setiap pemecatan atau pengeluaran siswa dari sekolah itu beresiko, dan dapat diadukan kepada polisi. Kecuali jika siswa yang bersangkutan meminta untuk berhenti sekolah melalui wali atau orangtuanya sendiri. Tegasnya

Muh. Irsyad sendiri diberhentikan dari sekolahnya lantaran melakukan pelanggaran berat, karena tidak mengikuti ujian semester V untuk semua mata pelajaran, pihak sekolah telah berulangkali memberikan kesempatan ujian susulan namun tidak di indahkan. 

Untuk Proses tindaklanjutnya, Ombudsman telah menyarankan Dinas Pendidikan Mamuju Tengah, segera melakukan Mediasi, mempertemukan orang tua siswa dan pihak sekolah. Selaku Lembaga Negara Pengawas Layanan Publik, Ombudsman tidak memaksakan anak tersebut kembali ke Sekolahnya di SMP Negeri 3 Tobadak.

Intinya ada solusi yang berkeadilan agar siswa tersebut tidak putus sekolah dan dia bisa mendapatkan Ijazah untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang Sekolah Lanjutan Menengah Atas (SLTA).(*Humas Ombudsman RI Sulbar/polewaliterkini.net)

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...