SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Muhammad Irwan, S.Sos
POLEWALITERKINI.NET – Siapapun boleh bercerita tentang jasa dan pengabdiannya pada sebuah negeri. Siapapu  boleh bertutur jabatannya mempengaruhi kebijakan sebuah negeri.Dan siapapun boleh bebas- bebas saja tidak mengutarakan apapun jasanya pada sebuah bangsa.

Di pelosok Negeri ini, daerah dan kota masih banyak orang yang tak mau bertutur tentang jasa.  Masih banyak orang yang keberadaannya menentukan perjalanan negeri ini tak bertutur tentang pengabdian bagi negeri ini. Konon mereka ada digaris belakang, walau suatu ketika mereka ada di garis tepi.

Mari kita lihat mereka, para Penyuluh Sosial, yang saban hari bekerja mengetuk pintu rumah warga, Mengajak berdialog dan memeberi mereka motivasi agar hidup lebih baik. Padahal mengetuk pintu bukan persoalan mudah, seringkali pandangan sinis dari beberapa warga yang mereka hadapi, walau tak sedikit yang menerima mereka dengan suka cita.

Mengajak mereka untuk hidup lebih baik. Ya, mengajak mereka untuk hidup lebih baik. Apakah mereka Manusia Super?? Bukan. Mereka tetap Manusia Biasa yang memiliki keterbatasan, apalagi para tuan tanah atau saudagar.

Mengharap perubahan yang akan dilakukan ditengah keterbatasan yang lumayan yang mereka hadapi, Nah.. Watak inilah yang hendak mereka rubah. Mereka datang bukan memberi sesuatu yang Berwujud, Mereka tidak hendak member UANG, BARANG atau  Materi Apapun.tapi merek datang dengan hati dan hendak memberikan HATI mereka.

Membangkitkan masyarakat dengan memberikan sesuatu adalah Pola lama yang cenderung harus ditinggalakan, saatnya memberi warga Motivasi, mengajak mengenal masalah mereka, lalu bersama sama mencarikan solusi. Dan…. Hanya empati yang bisa keluar dari hati.

Ini tentu tidak mudah, Pola ini tentu tidak HIT & RUN, harus berkesinambungan. Dimulai dari Nol dan banyak berkenalan, diikuti dengan mengenali masalah ini bisa disebut SURFACESTRUCTURE, apa yang tampak dipermukaan. Ini tahap perkenalan.

Peran PENYULUH sebagai pendamping Masyarakat harus terus berlanjut dengan mendalami masalah. Fakta bertemu dengan waktu dengan waktu yang berulang- ulang adalah Fenomena. Ini juga bukan persoalan mudah, Watak manusa secara umum adalah enggan berbagi masalah dengan orang yang tidak dikenal.

Disinilah Keunggulan para PENYULUH SOSIAL, yang tak mau menyebut jasanya untuk Negeri. Mereka punya hati. Mereka sabar untuk mendekati hingga warga terbuka untuk berbagi. Dan disuatu titik mereka dapat mengidentifikasi akar masalah, ini bisa disebut DEEP STRUCTURE.

Jalan Menuju perbaikan sudah didiepan mata, Sentuhan berikutnya adalah mengajak warga menyelesaikan masalahnya sendiri, dan Pendamping ada disisi mereka MENDAMPINGI.

Inilah PENYULUH, Kerja mereka sepi dari puja dan puji, sepi dari sanjungan, karena bukan itu yang mereka harapkan. Bukan Puja dan Puji ataupun sanjungan, mereka hanya berharap WARGANYA DAPAT HIDUP LEBIH BAIK.

Mereka ada bersama Masyarakat, mereka ada dalam Masyarakat, dan pada Tahap kerja mereka adalah masyarakat itu sendiri. Setiap PERUBAHAN tidak lepas dari sentuhan para PENYULUH ini. Namun mereka tetap sepi dari Puja dan Puji, Karena bukan itu yang mereka cari.

Semoga pemerintah berupaya memberi PENGHARGAAN kepada Mereka. Bahwa PENDAMPING MASYARAKAT dengan sebutan PENYULUH SOSIAL adalah profesi yang juga patut disegani, patut dihargai. Mereka yang bekerja dilapangan adalah UJUNG TOMBAK PENGUATAN MASYARAKAT.

Penulis  : Muhammad Irwan, S.Sos. (Mahasiswa Pascasarjana Prodi Sosiologi  Universitas Hasanuddin Makassar)

0 komentar:

Post a Comment

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...