SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Top 10 Google Trends

Hasnawati, Saksi Pelapor CPNS K2 Kembali Diperiksa.
Sabtu, 25 Maret 2017
POLEWALITERKINI.NET - Tampak kemarin. Sabtu, 25 Maret 2017 saksi pelapor. Hasnawati dalam kasus K2 Tahun 2014 kembali terlihat di ruangan Resum Satuan Reskrim Kepolisian Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Hasnawati saksi pelapor berharap setelah dirinya dipanggil oleh pihak Kepolisian hari ini. Sabtu, 25 Maret 2017, kasus ini segera dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan untuk mendapatkan proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Polewali,

Saksi Kasus Honorer K2 2014 Kembali Diperiksa.
Jumat, 08 April 2016.
Tercatat saksi pelapor Hasnawati mendatangi Reskrim Polres Polman. Jumat (08/04/2016) lalu. Dimana sebelumnya agenda pemeriksaan pihak penyidik Reskrim Polres Polman menunda. Karena alasan banyak kasus yang diperiksa.

Pada waktu itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun polewaliterkini.net, penyidik Reskrim Kepolisian Polewali Mandar, mencecar kurang lebih 20 pertanyaan kepada saksi pelapor terkait kasus K2 Tahun 2014 lalu.

Inti dari pertanyaan penyidik terkait Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan dalam hal ini dimiliki oleh saksi Hasnawati, dimana berdasarkan Surat Keputusan (SK) tahun 2004 sampai dengan pemberkasan 2010 lalu.

Kasus ini mulai mencuak pada 2016 dimana terlapor inisial (RI), diduga melampirkan seolah-olah dia memiliki berkas 2004 sampai dengan tahun 2010, dari situ penyidik pertegas kepada saksi seperti apa menurut dia Surat Keputusan itu.

Hasnawati tegaskan didepan penyidik waktu itu bahwa berkas itu tidak benar, alasannya sejak tahun 2004 terlapor (RI) tidak ada disitu, dan dia terhitung sebagai tenaga honorer di Kelurahan Lantora sekitar Juli tahun 2009.

Sehingga dia menganggap 2004 sampai Mei 2009 adalah SK diduga fiktif, dimana Hasnawati menduga SK yang diterbitkan sudah dimanipulasi dan itu dibuktikan dengan absensi sejak tahun 2004, dimana saat itu masih diketik manual, dan berbeda dengan bukti yang dimiliki terlapor (RI) diketik dengan Komputer, padahal komputer baru ada di Kelurahan Lantora pada tahun 2007.

Sebelum kasus K2 ini kembali mencuak di tahun 2016, kasus sama sudah ditangani pihak Kepolisian Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dimana pihak terlapor dari Kecamatan Tapango yang melibatkan 3 orang.

Ketiga orang ini yakni, nomor register 119/Pid.B/2015/PN.Pol atas nama inisial (Ktn), dikenakan Pasal 264 ayat (1) Ke-e KUHP Subs. Pasal 263 ayat (1) KUHP.

Kemudian perkara No. 120/Pid.B/2015.Pol inisial (Jml), dikenakan Pasal 264 ayat (1) Ke-1e KUHP Subs. Pasal 263 ayat (1) KUHP,

Yang terakhir, perkara No. 121/Pid.B/2015/PN:Pol inisial (AS), dikenakan Pasal 264 ayat (1) ke-1e KUHP Subs. Pasal 263 ayat (1) KUHP.

Keseluruhan perkara K2 itu, sudah ada putusan Pengadilan Negeri (PN) Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat dan sudah berkekuatan hukum tetap.

Hasnawati, Saksi Pelapor CPNS K2 Kembali Diperiksa.
Sabtu, 16 April 2016
Meski demikian Hasnawati juga pernah dipanggil. Sabtu, 16 April 2016, kaitan kembali diperiksa guna pengambilan keterangan tambahan diruangan Reskrim Polres Polman.

Saat itu saksi pelapor Hasnawati, dicecar sekitar 15 pertanyaan oleh penyidik, menyusul 2 orang saksi lain sebelumnya diperiksa yakni, Bakri dan Nursam Sarifuddin yang menurut saksi pelapor adalah honorer yang mengabdi sejak 2014 dan sudah terangkat menjadi PNS.

Hasnawati saksi pelapor mengatakan, setelah pemeriksaan dirinya, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya, sehingga kembali dipanggil penyidik untuk mempertegas beberapa keterangan terkait masalah pengabdian terhadap 3 orang yang diduga terlapor.

Dua orang saksi lainnya memang sebenarnya mengabdi sejak 2005 hingga 2007, dan bekerja di instansi yang sama, dan sesuai keterangan dipenyidik ke 2 saksi ini memberikan keterangan yang sama bahwa sejak tahun itu Hasnawati mengabdi hanya tak lolos menjadi PNS.

Hingga berita ini diterbitkan Hasnawati banyak berharap kepada pihak Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, agar secepatnya melimpahkan kasus ini kepada pihak Kejaksaan Negeri untuk diproses lebih lanjut.(*)

0 komentar:

Post a Comment

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...