SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

< (( RAMADHAN COME AGAIN..! )) >

01/04/17

Arena Sabung Ayam di Ongko Dibongkar Polisi.
Jumat (31/03/2017)
Arena Sabung Ayam Dibakar Polisi. Jumat (31/03/2017)
Ketua Adat Diperiksa di Ruangan Sat Reskrim Polres Polman.
Jumat (31/03/2017)
Arena Sabung Ayam Dibongkar Polisi. Kamis (20/04/2016)
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membubarkan dan membakar arena sabung ayam yang dilakukan dalam rangkaian acara adat Passamanyangan masyarakat Desa Ongko, Campalagian. Sabtu (01/04/2017).

Kepolisian Polres Polman bersama personil Brimob. Kamis, 31 Maret 2017 sekitar pukul 15.15 wita di Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melaksanakan penggerebekan perjudian jenis sabung ayam yang dirangkai acara adat.

Gabungan personil Polres Polman Reserse, Intel, Perintis, Polsek Campalagian dan BKO Brimob Bone yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Polman AKP M. NUR MAKMUR, S.I.K didampingi Kaurbin Ops Reskrim IPTU MUSTAKIM S.H mengamankan 3 orang.”

Ketiga orang yang diamankan, yakni SAMAL (40), Pekerjaan Petani, alamat Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman. SYAUR MALLALANGAN (53), Pekerjaan Petani, alamat Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman. SUDIRMAN (50), Pekerjaan Petani, alamat Desa Padang Timur, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman.

Selain mengamankan 3 orang polisi menyita Barang Bukti berupa 1 ekor ayam hidup dan uang tunai sebesar Rp. 2.400.000. Kini pelaksana, pemangku adat telah ditahan di Mako Polres Polman guna proses penyidikan lebih lanjut. Pelaksanaan sabung ayam tersebut terjadwal dari tanggal 29 Maret sampai 07 April 2017.

Ditahun sebelumnya pihak Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berkekutan 100 personil gabungan juga pernah membubarkan dan membongkar arena sabung ayam milik masyarakat lingkungan II Limboro, Desa Ongko, Kecamatan Campalagian. Kamis (20/04/2016) lalu.

Saat itu personil gabungan Kepolisian di Pimpin Kasat Reskrim. AKP Jeifson Sitorus S.H dan Kasat IPP Polres Polman memasuki arena sabung ayam yang diduga dibuat oleh masyarakat rangkaian pesta adat "BUTTU AOR" kuburan Mara'dia Tinunungan di Dusun II Limboro, Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman.

Meski waktu itu Kasat Reskrim Polres Polman AKP Jeifson Sitorus, S.H masih memberikan kelonggaran kepada masyarakat adat untuk melanjutkan kegiatannya hingga jumat waktu itu, namun untuk kegiatan sabung ayam harus dihentikan.

Dalam operasi itu petugas tidak mengamankan satupun pelaku, tetapi meminta persetujuan dan kesediaan pihak Adat menghentikan seluruh kegiatan sabung ayam terlebih taruhan.

Bahkan di depan Polisi Ketua adat Mara'dia Tinunungan, SUDIRMAN (50) didampingi Kepala Dusun II Limboro, Desa Ongko, JAMALUDDIN beralasan, jika kegiatan sabung ayam tak dilakukan akan banyak keturunan yang meninggal.

Penyampaian ketua adat di depan Polisi saat itu, yakni pesta adat tak terlepas dari rangkaian sabung ayam yang tidak terpisahkan dengan "ADAT BUTTU AOR DI KUBURAN MARA'DIA TINUNUNGAN."

Ketua Adat. Sudirman Menyampaikan Alasannya Kepada
Kasat Reskrim Polres Polman. AKP Jeifson Sitorus, S.H
Kamis (20/04/2016)
"Kapan dilaksanakan pesta adat bersamaan juga, jadi makanya setiap diadakannya pesta adat pak diadakan juga sabung ayam, karena ini pak kapan tidak dilaksanakan ini, maka kita, anak cucu Mara'dia Tinunungan, pada pokoknya capeki kita pikul orang mati." Kata Ketua Adat Mara'dia Tinunungan. Sudirman kepada pihak Kepolisian. Rabu (20/04/2016) lalu.

Rangkaian kegiatan sabung ayam jika tak dilakukan anak cucu bakal mendapatkan kutukan dari leluhur, khususnya semua keturunan sehingga setiap tahunnya pada bulan Rajab hampir seluruh keturunan berdatangan dari berbagai daerah rantauan untuk melaksanakan pesta adat.

Kejadian adanya kutukan sudah pernah dialami para anak cucu Mara'dia Tinunungan, saat itu masih pemerintahan MT RAHMAT, dimana para orang tua terdahulu takut melaksanakan kegiatan sabung ayam karena dihalangi, akibatnya sekira 60 anak balita meninggal dunia.

"Pernah saat pemerintahan MT. RAHMAT. Kegiatan ini dilarang dan nenek kami takut melaksanakan karena dihalangi, berakibat 60 anak bayi itu meninggal." Ujar Sudirman.

Dia tambahkan pada Abad sebelumnya jika ada penjudi dilarang dan para orang tua adat dibunuh karena dia relah meninggalkan dunia ini demi melaksanakan kegiatan sabung ayam sebagai rangkaian pesta adat.(*)

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...