SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018





POLEWALITERKINI.NET - MATRA - Ketahuan buang limbah di areal hutan mangrove, Kariawan PT. Tanjung Sarana Lestari (TSL) bungkam saat Tim Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) dan Anggota DPRD Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memergoki pipa pembuangan yang diduga mencemari sekitar satu hektar hutan mangrove.

Hutan mangrove yang berada di Tanjung Bakau, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Matra, yang berada tidak jauh dari pabrik olahan minyak sawit milik PT. TSL mati mengering karena pembuangan limbah, padahal areal ini sangat dikenal dengan hutan mangrove yang cukup lebat dan kelihatan rimbun.

Namun karena ulah dari pihak PT. TSL (Astra Group) yang mencemari hutan mangrove pihak dari BLHD bersama dengan beberapa anggota DPRD Matra langsung melakukan invetigasi, tak ayal sebuah pipa berdiameter kurang lebih 50 cm ditemukan tim terputus dan berantakan sementara air pembungan yang diduga limbah mengalir kedalam areal hutan mangrove.

Sementara petugas dari BLHD Matra yang memergoki pipa pembuangan yang terputus tersebut membuat perwakilan PT. TSL yang mendampingi tim investigasi bungkam saat petugas menegur pipa pembungan limbah yang terputus dan mencemari hutan mangrove.

Andi Akmal AL. Bidang Pengendalian Pencemaran (BLHD Matra) yang melihat langsung pipa pembungan tersebut mengatakan, pipa pembuangan tersebut seharusnya berada jauh dititik yang telah ditentukan oleh BLHD namun karena sesuatu dan lain hal kita bisa melihat sendiri  mangrove mati dan mnegering”.

Pihak PT. TSL sudah berjanji akan membenahi pipa yang bocor tersebut sesuai dengan dokumen lingkungannya, kalau soal sanksi kita akan kordinasikan dengan pihak terkait." Terang Andi Akmal.

Sementara Mahdi. Safety Healt Environment PT. TSL yang dikonfirmasi membantah adanya limbah yang dibuang ke hutan mangrove, itu bukan limbah karena itu air laut yang telah diolah dan kemudian kembali dibuang kelaut. Terangnya.

“memeng benar sebelum – sebelumnya ada kerusakan namun kami sudah melakukan kordinasi dengan pihak terkait dan akan kembali menghijaukan hutan mangrove tersebut.

Sementara apa yang disampaikan oleh pihak PT. TSL melalui Mahdi sebagai Safety Healt Environment berbanding terbalik dengan fakta yang berada dilapangan yang hingga kini sekitar satu hektar hutan mangrove mati mengering.

Laporan  :  Joni

Editor      :  Sukriwandi

0 komentar:

Post a Comment

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...