SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Top 10 Google Trends

Sejak Mesin Bantuan Petani ini Diserahkan Belum
Dimanfaatkan Petani
Mesin Bantuan Petani Sumber Anggaran APBN 2016
Tak Dimanfaatkan Petani
Kabid Saran Prasarana Lahan dan Air Distanak Polman.
Andi Ibrahim Wela
POLEWALITERKINI.NET – Mesin Tanam Bantuan Kementerian Pertanian Pusat anggaran APBN Tahun 2016 untuk kelompok tani di Kabupaten Polewali Mandar, dinilai terbengkalai. Pasalnya masyarakat cenderung tidak menghendaki alat itu sehingga dibiarkan begitu saja tanpa digunakan. Diduga hal ini akibat kurangnya sosialisasi.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Lahan Dinas Pertanian Polman. Andi Ibrahim Wela mengatakan, adanya mesin tanam yang tidak digunakan disebabkan karena masyarakat kelompok tani cenderung masih lebih memilih cara konvensional atau manual dibanding dengan menggunakan alat itu.

Dia menilai faktor SDM sehingga masyarakat enggan menggunakannya. "Faktor SDM kelompok tani yang tidak mampu mengoperasikan itu. Masyarakat petani juga masih senang dengan yang manual." Kata Andi Ibrahim Wela. saat ditemui dikantornya. Jumat (17/03/2017).

Menurut Andi Ibrahim Wela, bantuan pengadaan alat itu tidak berdasarkan usulan, namun terkirim per paket bersama dengan bantuan alat pertanian lain seperti Hand Tarcktor. Namun ia tidak mengetahui pasti berapa banyak unit bantuan seperti itu yang datang.

"Kalau tahun lalu itu ada dan tersebar dibeberapa kecamatan, tapi Kita tidak pernah minta, terkadang hanya mengekor saja kalau ada bantuan Hand Tracktor." Ungkapnya.

Penyesalan juga dilontarkan kepada bagian Unit Pelayanan Jasa Alsintan yang kadang mengirim kelompok tani untuk belajar tata cara pengoperasian alat dan perbaikan mesin namun tidak sesuai dengan kapasitasnya.

"Itu kan ada pelatihan yang biasa diminta oleh kementerian, cuma kendalanya kita tidak mampu menyampaikan yang dikirim apa latar belakang SDM-nya." Ujarnya.

Selain itu kata dia, pihak distributor juga tidak mempraktekkan penggunaan mesin tanam itu atau hanya datang begitu saja. "Sosialisasi juga sudah kami lakukan, tapi tidak seberapa." Sambungnya.

Ia berjanji akan membenahi semua itu. Pihaknya akan selektif mencari kelompok tani yang betul-betul bisa. "Ada juga kelompok tani sebelum berhadapan dengan alat, gembira, namun setelah digunakan tidak mau lagi, makanya banyak yang menganggur, beda kalau Hand Traktor laris manis." Katanya.

Sebelumnya petugas UPTD Balai Benih Dinas Pertanian Provinsi Sulbar mengungkapkan hal itu. Ia menyebut empat alat mesin tanam pertanian untuk salah satu kelompok tani di Kecamatan Campalagian terbengkalai tak digunakan Ke 4 alat itu katanya disimpan rapi di salah satu halaman rumah warga di Campalagian.

Dia juga tidak mengetahui kenapa alat itu tak difungsikan, padahal sudah tersimpan lama disana. "Sudah lama itu barang, kira-kira 2 tahunan. Pihak kabupaten tidak mau datang, masa kita dari Provinsi yang datang, satupun perwakilan mereka tidak datang." Katanya.

Ditambahkan, pihak di Balai Benih pernah meminjam alat itu untuk digunakan pada musim tanam lalu, saat itu kemudian kelompok tani datang untuk belajar.

"Setelah kami pinjam, baru datang kelompok taninya mau belajar, mungkin kurang sosialisasi." Katanya. Saat digunakan, alat itu diakui memang tidak sesuai dengan spesifikasi standar yang dapat digunakan petani. ungkapnya

Laporan  :  Roy/Erwin Setiawan

Editor      :  Sukriwandi

0 komentar:

Post a Comment

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...