SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Ilustrasi. Foto BeritaHUKUM
POLEWALITERKINI.NET – MEDAN - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut 1 (Lantamal) memberikan respon terkait dugaan penganiayaan terhadap wartawan iNews TV, Adi Palapa Harahap (40).

Sebelumnya, Adi mengatakan ada dugaan oknum polisi dan marinir yang ikut datang bersama rombongan preman yang menganiaya dirinya.

Menanggapi hal tersebut, Kadispen Lantamal 1, Mayor (Laut) Sahala Sinaga mengatakan, dirinya sudah melayangkan pertanyaan kepada korban perihal identitas oknum marinir yang muncul saat penganiayaan terjadi.

"Saya sudah tanya siapa nama marinirnya ? (kepada korban) namun tidak ada jawaban, kalau memang ada anggota TNI AL akan diambil tindakan sesuai hukum dan aturan di TNI," Kata  Mayor Sahala. Seperti dikutip Okezone, Sabtu (25/3/2017).

Dia menjelaskan agar seharusnya sebelum memberi pernyataan ke publik, sebaiknya dikonfirmasi dulu ke pihak Lantamal 1.

"Jangan-jangan marinir gadungan kita enggak tahu. Kalau dari kami TNI AL, silakan buat pengaduan ke polisi militer AL. Bawa bukti bukti atau nama si pelaku," sambunngnya.

"Namanya siapa. Ini kita mau periksa, yang mau diperiksa siapa? Sampai hari ini pengaduan ke Pomal tidak ada. Terus apa dasarnya mereka bilang ada marinir mukul atau terlibat. Saya sudah minta nama marinirnya tapi tidak ditanggapi," pungkasnya.

Pemberitaan sebelumnya, sekelompok preman yang jumlahnya sebanyak 15 orang mendatangi rumah wartawan iNews TV, Adi Palapa Harahap (40) pada Kamis malam 23 Maret 2017 lalu.

Saat kejadian, 15 orang yang diduga suruhan mafia tanah berinisial PS menganiaya dan meneror Adi yang saat itu sedang makan bersama keluarganya di rumah, Kelurahan Mabar Hilir, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.(* Okezone.polewaliterkini.net/wandi).

0 komentar:

Post a Comment

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...