SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Top 10 Google Trends

Kiri Kepala Bank Indonesia (BI) Sulbar. Dadal Ankoro
Bersama Wakil Bupati Polman, HM Natsir Rahmat
POLEWALITERKINI.NET - Para nasabah belakangan masih dihantui kekhawatiran yang tinggi atas nasib simpanannya di bank menyusul pasca peristiwa pembobolan bank BNI Cabang Polman yang dilakukan via ATM (Anjungan Tunai Mandiri) pada pertengahan tahun 2016 yang nilainya mencapai Miliaran rupiah.

Selain itu sejumlah kasus perampasan dan pencurian dengan modus pecah kaca terhadap nasabah bank juga terjadi di Polewali Mandar dan sejumlah daerah. Menyikapi ini pihak perbankan tampaknya kini mulai memperbaiki standar dan prosedur keamanannya. Namun, nasabah pun dituntut lebih hati-hati.

Kondisi itu cukup mengkhawatirkan, karena bisa menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap masalah keamanan (Security) perbankan di Sulawesi Barat. 

Sistem keamanan ATM harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) celah keamanannya perlu dipreventifkan secara sempurna.” Kata Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulbar. Dadal Ankoro saat ditemui usai peresmian kas titipan di Bank Sulselbar Cabang Polman.

Menurutnya, ATM adalah investasi mahal sementara mayoritas ATM di Sulbar belum ada kamera CCTV di luar dan di dalam.

"Permasalahan keamanan juga menjadi konsul kami, kedepan, kita akan arahkan setiap ATM harus ada kamera luarnya, sebab, kami belum terlalu banyak melihat pemenuhan aturan itu." Ujar Dadal Ankoro.

Dia menambahkan, pemenuhan regulasi keamanan tidak hanya di ATM, tetapi juga pada saat membawa uang harus ada pengawalan dari petugas kepolisian dan pengawas yang telah tercatat, begitupun dengan pelayanan customer diruang kerja kasir mesti ada kamera CCTV dibagian belakang dan didepan.

"Jadi seorang kasir ketika dia bekerja bukan hanya punggungnya saja yang harus terlihat dari belakang, tetapi juga bagian depannya dia mesti terlihat pada saat menghitung uang, karena itu semua tertuang dalam regulasi SOP." Ujar Dadal Angkoro.

Sementara itu Kepala Divisi Investigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulbar. Sukriwandi ketika dikonfirmasi berpendapat teknologi atau sistem keamanan transaksi perbankan harus melihat apakah ada mesin skimmer, atau kamera tersembunyi. termasuk dalam menjaga kerahasiaan PIN.

Selain itu, ia berharap dalam hal ini BI sebagai regulator harus sudah menerapkan aturan di mana ada waktunya pihak bank diaudit sistem keamanannya.

"Tentu saja, fasilitas transaksi perbankan seperti ATM yang sekarang sudah menjadi bagian dari hajat hidup orang banyak wajib terjamin keamanannya, agar para nasabah pun bisa kembali tenang." Kata Sukriwandi. Kamis, 23 maret 2017.

Lanjutnya, ia juga berharap pada kesempatan pertama setelah ada nasabah berkeinginan mencairkan dana dalam jumlah besar, pihak bank harus berkoordinasi dengan aparat kepolisian  yang sudah memberikan layanan pengawalan pengamanan gratis sampai ke tujuan.

"Kenapa harus diberikan pengamanan, sebab sudah beberapa kasus nasabah yang menarik uang dalam jumlah banyak itu dirampok dengan modus memecahkan kaca mobil." Tutup Sukriwandi.

Laporan  :  Z Ramadhana

Editor      :  Gazali

0 komentar:

Post a Comment

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...