SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Ketua IBI Polman, Hj Rosdiana
POLEWALITERKINI.NET - Kasus kematian bayi seorang ibu bernama Irma (17) warga kelurahan Anreapi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar, Selasa 05/04/2017 mendapat sorotan. Pasalnya bayi yang meninggal setelah berumur tujuh hari itu diduga karena tidak mendapatkan perawatan atau pelayanan medis.

Padahal Pemkab Polman memiliki aplikasi Kawal Ibu Hamil yang telah berjalan dan diresmikan oleh Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar pada peringatan HUT Kabupaten Polman ke-47 pada Desember 2016 lalu.

Ketua Ikatan Bidan Kabupaten Polman yang juga penggerak program Kawal Ibu Hamil Rosdiana membenarkan hal itu. Ia baru mengetahui tragedi meninggalnya bayi setelah salah seorang bidan dari puskesmas Anreapi menghubunginya melalui telepon.

Dihubungi di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Polman, Rabu, 5 April 2017, Rosdiana mengaku bayi yang meninggal itu tidak masuk dalam aplikasi Kawal Ibu Hamil yang digagas Pemkab. Itu karena ibu bayi tersebut menarik diri sehingga tidak dijangkau oleh petugas medis.

Dari keterangan yang disampaikan Rosdiana, ibu bayi yang benama Irma itu menghabiskan masa hamilnya di luar Kabupaten Polman, hingga saat melahirkan baru kembali kerumahnya.

"Seharusnya saat melahirkan dia dirawat dirumah sakit atau puskesmas karena dia masuk kategori Resiko Tinggi baik dari sisi ibu maupun bayi," jelasnya.

Seperti disampaikan, karena kondisi ekonomi, Ibu Irma hanya melahirkan dan merawat bayinya dirumah. Hingga setelah enam jam kelahiran bayi, bidan puskesmas datang memeriksa kondisi ibu dan sibayi tersebut. Saat diperiksa kondisi kesehatan bayi juga tidak ada bermasalah, hanya saja berat badan rendah.

Menurut Rosdiana, persoalan resiko sosial dan resiko tenaga kesehatan wajar dialamatkan, karena selain ibu bayi dibawah 20 tahun, bayinya itupun tergolong lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Sehingga kemungkinan meninggalnya bayi disebabkan karena hipotermi (kedinginan). Namun sangat disayangkan kenapa tidak mendapat penanganan medis

Rosdiana menambahkan untuk suksenya program kawal ibu hamil ini dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, mulai dari tingkat keluarga, lingkungan, pemerintahan desa, camat dan kabupaten.

Dalam kurung waktu tiga januari hingga maret kata dia, sudah ada 10 bayi yang masuk aplikasi kawal ibu hamil meninggal. Rata-rata meninggal karena kasus BBLR. Yang terbaru bayi dari Ibu Irma dan tidak masuk dalam aplikasi kawal ibu hamil.

"Jadi keterlibatan kita di kawal ibu hamil ini 70% komponen pemerintah dan masyarakat, 30% tenaga kesehatan. Komponen masyarakat yang harus berperan aktif melaporkan," Katanya.(*)

0 komentar:

Post a Comment

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...