SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

< (( RAMADHAN COME AGAIN..! )) >

12/04/17







POLEWALITERKINI.NET - Bocah perempuan Haisa (3 Bulan), warga di pulau tangnga (Salama), Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menderita penyakit pembesaran kepala (Hydrocypalus). Rabu (12/04/2017).

Anak ke 4 dari pasangan SAHAR (35) dan NURSIA (30), mengidap penyakit Hydrocypalus sejak usia seminggu setelah dilahirkan. Kini usianya memasuki 3 bulan. Kepala bocah ini terus membesar dan setiap hari menangis.

NURSIA, ibu sang bocah kepada wartawan yang mengunjunginya. Selasa (11/04/2017), menuturkan, HAISA, sejak lahir anaknya menjalani perawatan di mesin inkubator karena prematur, bahkan persalinannya pun melalui operasi (Cesar) di RSUD Polman.

BACA : Sosok Mahasiswa Asal Campalagian ini Rela Bantu Pasien Miskin...! Apa Dilakukan? Simak...

Sejak menjalani perawatan itulah perawat dan dokter mengetahui jika bayinya mengalami penyakit Hydrocypalus. Sebelumnya dokter telah meyarankan untuk segera dirujuk ke Makassar, alasan biaya terkait kebutuhan hidup kedua orang tuanya tak mengikuti saran dokter RSUD.

"Kami sendiri yang meminta keluar dari RSUD. Mungkin kalau biaya pengobatan anak saya masih di tanggung oleh BPJS, tapi untuk biaya hidup kami selama di Makassar tidak punya." Kata kedua orang tuanya kepada wartawan.

Kedua orang tua bocah ini berdiam di Pulau Tangnga atau Pulau Salama. Kedua orang tuanya tergolong kurang mampu. Suami hanya seorang nelayan tradisional, sementara istrinya hanya ibu rumah tangga biasa.

BACA : Pulau Salama Dihuni 520 jiwa & 1 MCK...! Apa Kata DPRD dan Asisten II Polman? Baca Beritanya  

Mereka pun sekeluarga tinggal di sebuah rumah yang berukuran 4x5 meter,  berdiri diatas lahan milik orang lain. Sebagian dinding rumahnya terbuat dari koran bekas dan terpal.

BACA : Selain Ingin Dijual Rp. 15 Juta...! PAUD di Pulau Salama Tak Pernah Terima Bantuan


Menurut pengakuan ibunya, saat masa kehamilannya, ia tak merasakan kelainan. Ia juga rutin memeriksakan kondisi kehamilannya ke Posyandu setempat. Namun sejak kelahiran putrinya di RSUD Polman, ia memeriksakan kesehatan bayinya pada Bidan yang berkunjung kerumahnya.

"Sering ji Bidan datang periksa pak." Kata NURSIA kepada wartawan.

SAHAR dan Istrinya NURSIA berharap putri kecilnya HAISA bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah ataupun Dermawan untuk kesembuhan anaknya.

"Kalau anak kami dirujuk ke Makassar, pastinya kami juga butuh biaya hidup selama di makassar. Itu mi yang kami tidak punya biaya pak. Kalau ada bantuan, kami siap di rujuk ke Makassar." Kata SAHAR dengan sedikit nada sedih sambil meneteskan Air mata melihat kondisi Bayinya.

Laporan  :  Z Ramadhana

Editor      :  Sukriwandi

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...