SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

< (( RAMADHAN COME AGAIN..! )) >

17/04/17

Forum LSM RDP Bersama Komisi III DPRD Polman
POLEWALITERKINI.NET - Masyarakat Pemerhati Pembangunan Polman, yang tergabung dalam Forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Senin, 17 April 2017.

Kedatangan mereka untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Polewali Mandar, mempertanyakan relokasi pembangunan Mesjid Besar Merdeka yang dibangun diatas alun-alun kota Kecamatan Wonomulyo yang dimulai sejak tahun 2015.

Koordinator Forum LSM yang diwakili, Arwin Aryanto menilai pembangunan Mesjid tersebut melanggar aturan. Selain karena tidak memiliki IMB, mesjid itu juga menempati lahan cagar budaya alun-alun kota Wonomulyo yang sudah ada sejak tahun 1939.

"Keinginan kami, Masjid itu jangan direlokasi karena amal ibadah para pendahulu kami ada disitu. Yang kedua bahwa lokasi alun-alun yang ditempati masjid itu adalah milik umum bukan milik satu warga tertentu saja, sehingga jangan sampai terjadi kecemburuan sosial dengan etnis lain. Lagipula lahan itu belum jelas, apakah hibah, wakaf atau jual beli." Kata Arwin Aryanto.

Mereka juga menduga adanya pemborosan anggaran yang terjadi pada relokasi pembangunan masjid yang menelan anggaran yang tidak sedikit hingga lebih dari Rp. 5 Miliar. Bahkan data yang ditunjukkan pada lokasi tersebut juga terjadi tumpang tindih pembangunan, dimana sebelumnya ada pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tengah berjalan dengan anggaran Rp. 4,7 Miliar harus dikubur demi pembangunan mesjid tersebut.

"Anggaran Masjid itu sudah 2 kali dianggarkan melalui dana hibah sebanyak Rp. 5 Miliar, belum lagi dana APBD serta sumbangan yang hingga kini pembangunan berjalan sekira 60%.” Ungkap Arwin Aryanto.

Dia meminta Pemkab Polman mengkaji ulang pembangunan Masjid itu dan mengembalikan pada posisi semula sesuai dengan peruntukan alun alun.

"Bila tidak ada kejelasan, maka kami akan turun dengan massa yang lebih besar." Ujarnya dengan tegas.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Polman, Fariduddin Wahid berjanji akan memanggil pihak teknis dalam hal ini Dinas PU dan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman untuk mengklarifikasi hal itu. Selain itu, pihak kementerian Agama dan Ombudsman juga akan turut dimintai pendapatnya.

"Kami telah menerima kawan-kawan dari LSM, tentu masukan mereka akan kami klarifikasi dengan pihak teknis untuk mencari solusi terbaik." Katanya.

Menurutnya, relokasi pembangunan masjid tersebut sudah sesuai dengan persetujuan Dewan yang pada saat itu merekomendasikan 3 hal.

"Jadi kami ada rekomendasi waktu ke Pemkab, pembangunan itu bisa dilakukan selama tidak menimbulkan konflik sosial, tidak mengganggu cagar budaya, dan tidak berbenturan dengan hukum, namun oleh temuan LSM semua aspek itu dilanggar." Kata Ketua Komisi III DPRD Polman, Fariduddin Wahid.

Sebelumnya, pada Desember tahun 2016 pihak Ombudsman juga melayangkan surat kepada Pemkab Polman untuk menghentikan pembangunan Masjid yang dimaksud, namun pihak Pemkab hingga saat ini masih terus melanjutkan. Sekedar diketahui pembangunan Masjid Besar Merdeka Wonomulyo sudah dimulai sejak tahun 2015.

Laporan  :  Erwin Setiawan

Editor      :  Sukriwandi

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...