SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

14/04/17




POLEWALITERKINI.NET – Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, gelar Workshop log book dengan tema “Pedoman dan Tata Cara Pengisian Barang Untuk Resertifikasi Kompetensi Apoteker”. Jumat (14/04/2017).

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari Jumat & Sabtu, 14-15 April 2017, di Aula penginapan Sinar Mas, Polewali, sebagai deklarasi apoteker se Kabupaten Polewali Mandar dalam melakukan praktek yang bertanggung jawab.

Hadir sebagai Narasumber adalah ketua Umum Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulbar. Drs. Aminuddin, S.Si. MAP., Apt, Wahida Mandawari, S.Si, Apt, M.Si, Irfan. S. Farm,. Apt, Faisal Nursid, S.Si, Apt, MPH.

Ketua umum pengurus daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulbar. Drs. Aminuddin, S.Si. MAP., Apt, dalam sambutannya mengharapkan peningkatan kesejahteraan jasa apoteker.

"Kedepannya tetap semangat karena profesi kita sangat dihargai, kutak bisa menjadi yang terbaik,  menjadi apoteker yang bertanggung jawab." Harapnya.

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Polman, Wahida Mandawari, S.Si, Apt, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, pentingnya Apoteker memperoleh sertifikat resertifikasi kompetensi apoteker.

Sertifikasi kompetensi adalah suatu jaminan dan pengakuan bahwa apoteker dianggap telah layak untuk menjalankan praktek kefarmasian sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu etika profesi apoteker.

Sertifikasi kompetensi apoteker juga merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh apoteker untuk dapat memperbaharui Surat Ijin Praktik Apoteker (SIPA) yang sebelumnya harus melengkapi syarat pengajuan Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA).

Menurut data, WHO memperkirakan bahwa lebih dari separuh obat di dunia diresepkan itu diberikan dan dijual dengan cara yang tidak tepat, dan separuh dari pasien menggunakan secara tidak tepat pula.

"Disnilah peran Apoteker sebagai the last control agent, yaitu kontrol terakhir sebelum pasien menggunakan obat." Sambutnya.

Lanjut Wahida Mandawari, tidak sedikit dijumpai kesalahan presscriber atau pemeberian penjelasan dalam menulis nama obat mapun dosis obat di resep. Olehnya itu, apoteker harus betul- betul profesional dan bertanggung jawab dalam penggunaan obat.

Deklarasi apoteker se kabupten polewali mandar ini senada dengan istilah TATAP (Tiada Apoteker Tidak Ada Pelayanan), yang sebelumnya telah dideklarasikan oleh IAI pengurus pusat.

Sebanyak 60 peserta jadir dalam kegiatan ini. Sebagian besar peserta telah memiliki apotik dan sebagian lagi telah menjadi tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas.

Laporan  :  Otn

Editor      :  Z Ramadhana

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...