SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018

Aco Berharap Bisa Lulus Dan Melanjutkan Pendidikan
di Perguruan Tinggi
Aco Ikuti UN di Lapas Polewali Mandar
POLEWALITERKINI.NET - Berbekal buku pelajaran kelas 2 dan 1 (Aco), siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Campalangian, berani ikut Ujian Nasional (UN) berbasis kertas dan tulis di ruangan seksi pembinaan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

"Persiapan menghadapi UN hanya dua pekan dengan membaca beberapa buku cacatan pelajaran saat masih bersekolah di kelas dua. Sistem belajar di blok tahanan saat malam hari dan Mushallah Lapas pada waktu pagi hingga sore hari. Sehingga berani ikut UN tahun ini," beber Aco usai UN di Lapas Polewali.

Aco, sudah menjalani tujuh bulan penjara di Lapas, dari hukum 1 tahun enam bulan penjara, tetap bersemangat  mengikuti UN, mengunakan seragam sekolahnya. Dalam pekerjaan UN, Aco lebih teliti mengisi bio datanya Lembaran Jawaban Komputer. Serta menjawab soal UN yang lebih mudah.

"Jika soal sulit butuh waktu lama, cepat pindah mengerjakan soal nomor berikutnya yang mudah dan langsung melingkari jawaban pilihan ganda di lembaran jawaban komputer dengan pensil 2B. Namun jawaban masih diragu-ragu di titik dulu, nanti dibelakang kembali dibaca soalnya." Jelasnya.

Pada UN, katanya bidang study yang sangat sulit dikerjakan adalah Bahasa Inggris, karena banyak soal UN tidak pernah didapatkan di kelas dua dan kelas satu. Selain itu harus mendegarkan soal melalui suara di laptop.

"Untuk bidang study Bahasa Indonesia, Matematika dan Otomotif sebagian besar sudah didapatkan sebelumnya di tahan di Lapas. Tetapi Bahasa Inggris, kebanyakan soal kelas tiga, sementara dirinya sudah ditangkap polisi saat naik kelas tiga, jadi tak tahu soalnya." Tuturnya.

Ditambahkan Aco, semoga bisa lulus UN tahun ini, agar bisa melanjutkan pendidikan di Penguruan Tinggi, untuk bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan.

"Bersyukurlah pihak Lapas memberikan kesempatan UN, sehari di sekolah untuk UN praktek jurusan kendaraan ringan dan di Lapas tiga hari. Dan mengharapkan lulus UN tahun ini, sebagai langkah bisa kuliah, bila bebas nantinya." Katanya.

Sementara pengawas UN, Rahman Syam menjelaskan sudah 2 tahun menjadi pengawas UN di Lapas Polewali, untuk SMKN Campalangian dalam kasus yang sama, yakni narkoba jenis sabu. Dimana tahun ini, Aco Kamaluddin sedagkan tahun lalu siswa bernama Aldi Suryadi .

Hanya tahun ini UN secara manual dimulai pada pukul 11.00 Wita, menyebabkan pengawas tidak cepat berangkat ke Lapas Polewali membawa naskah soal dan lembaran jawaban komputer. Serta Aco juga masih sarapan dan punya waktu belajar diwaktu pagi. Sedangkan dulu pagi sudah berangkat membawa naskah soal dan lembaran jawaban komputer ke Lapas, karena jadwal UN pukul 08.00 Wita.

"Sudah 4 hari datang ke Lapas membawa naskah soal dan lembaran jawaban komputer, siswa SMKN Campalangian dihukum penjara untuk ikut UN. Dan mengharapkan lulus bersama teman seangkatanya di SMKN Campalangian." Jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala seksi pembinaan narapidana Lapas Polewali, Ilyas mengungkapkan sebagian bentuk kepedulian warga binaan di Lapas Polewali, maka pihaknya memberikan hak narapidana untuk mendapatkan haknya dalam mendapatkan pendidikan. Meskipun dilakukan didalam tahanan yang penuh keterbatasan.

"Sudah menjadi kewajiban pihak Lapas memberikan hak narapidana untuk mendapatkan pendidikan sepanjang bisa dilakukan di Lapas dan melanggar anturan pemasyarakatan. Seperti UN di Lapas Polewali, bagi siswa terjerat hukum yang sudah dilakukan 3 tahun terakhir ini." Tandasnya.

Laporan  :  Nadi

Editor      :  Sukriwandi

0 komentar:

Post a Comment

PolewaliTerkini.Net

Berita Populer

loading...