SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

24/04/17

Haerul, Lansia Hidup Sebatang Kara
Ibu Nurhayati Tetangga Haerul Memberikan Keterangan
Kepada Wartawan
Tampak Rumah dan Pekarangan Tempat Kakek Haerul 
POLEWALITERKINI.NET - HAERUL (63 tahun), begitulah sapaan akrab pria lanjut usia (LANSIA) ini bertahan hidup di rumah tua reot yang berantakan dan nyaris ambruk selama belasan tahun, Jumat 21 April 2017.

HAERUL menetap sebatang kara di rumah miliknya di Lingkungan Perumtel, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan kondisi sangat memprihatinkan. 

Bagaimana tidak sebagian besar dinding rumah kayunya bantuan PNPM-Mandiri Perkotaan 2008 telah lapuk terkelupas. Atapnya tidak dilengkapi plafon dan sudah banyak yang rusak sehingga bocor ketika hujan turun. 

Belum lagi ditambah ketiadaan listrik dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang memaksanya buang hajat di dapur bagian dalam rumahnya. HAERUL pun harus merambat untuk dapat bergerak, atau setidaknya untuk buang air besar dan kecil karena sakit lutut dan kaki yang dideritanya.

Begitupun dengan isi rumah serta dapurnya seperti panci dan wajan berbaur dengan sejumlah pakaian dan barang-barang rongsokan miliknya. Bahkan untuk makan dan minum sekalipun ia hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangga serta orang orang lewat di depan rumahnya, itu pun saat mengeluh sakit perut.

"Nanti makan itu adapi bantuan tetangga ala kadarnya, ndak bilang bilang dia itu bapak kalo lapar i, lewat paki lagi baru di liat i sakit pale perutnya, sekalinya ditanya mangngapai (KENAPA?) bilang mi andangnga mande tori (SAYA BELUM MAKAN KASIHAN).” Kata NURHAYATI tetangga samping rumah HAERUL.

BACA : BUPATI POLMAN BENTUK KOMDA LANSIA...! APA SAJA TUGAS MEREKA? SIMAK YUK.....

Dimasa mudanya Kakek HAERUL adalah seorang petani penggarap kebun milik orang lain serta mempunyai seorang istri dan dikaruniai seorang anak laki laki yang sudah lebih dahulu menghadap ilahi, olehnya jika kakek HAERUL sakit, tetangganya NURHAYATI segera menghubungi bidan Puskesmas terdekat.

"Dulunya ia petani menggarap kebun milik orang, dia juga punya dua saudara kandung namun keduanya juga sudah meninggal, keponakannya berdomisili di Koni Koni ji ada tapi jarang datang." Ungkap NURHAYATI.

BACA : Abubakar Kadir Bantu Lansia Miskin di Polman...! Kakek Haerul Bilang, Uangnya Untuk Beli Ikan...

Ditempat yang sama, kakek HAERUL saat ditemui dengan suara agak parau menjelaskan bahwa dirinya tidak mengerti bahasa indonseia ia pun menjawab pertanyaan WARTAWAN dengan menggunakan bahasa mandar, mengaku sejak ada penyakit mendera tubuhnya, ia sudah tak bisa banyak bergerak.

"Diang ana' u mesa tommoane masae mi mate tori (ADA ANAKKU 1 LAKI LAKI SUDAH LAMA MENINGGAL), jari apa muande allo allo pua? (JADI APA KITA MAKAN SEHARI HARI, PUA?), biasa diang pole nabawanganga ande (BIASA ADA ORANG YANG BAWA MAKANAN), mua andang boi diang pole mappuasa ma tori (KALAU TIDAK ADA BAWA MAKANAN, SAYA TIDAK MAKAN, SAYA PUASA)." Ujar kakek HAERUL terbata bata saat diwawancarai dengan mengenakan pakaian PNS (PEGAWAI NEGERI SIPIL) berlogo Kabupaten Polmas sumbangan tetangganya.

Sementara itu di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sudah terbentuk Komisi Daerah Perlindungan Lansia, saat pelantikan Kepala Dinas Sosial, Ir. Nasir Adam, MMA juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Polewali Mandar sekira 400 lansia dan 4.588 orang mau lansia. Untuk kategori lansia tak produktif berusia 60 tahun keatas. Mereka akan mendapatkan perhatian dan penanganan oleh Komda Lansia kedepan.

Laporan  :  Z Ramadhana

Editor     :  Sukriwandi


0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...