SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

16/04/17


POLEWALITERKINI.NET – Layanan Bantuan Hukum (LBH) Sapma Pemuda Pancasila (PP) melayangkan surat aduan peringatan kepada Pemerintah Kabupaten, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terkait pembangunan sarang burung walet tanpa persetujuan masyarakat sekitar, khususnya tetangga rumah.

Direktur LBH Sapma PP Sulsel. Hermawan Rahim mengatakan, surat yang dilayangkan pihaknya itu merupakan peringatan agar Pemkab Polman dalam mengeluarkan izin bangunan melihat secara langsung keadaan di lapangan.

"Sebenarnya, surat yang kami layangkan ini merupakan warning (peringatan) agar Pemkab jangan pernah mengeluarkan izin pembangunan jika tidak melihat langsung kenyataan di lapangan, utamanya terkait persetujuan tetangga. Apalagi jika yang dibangun tersebut adalah bangunan sarang walet." Tegas Hermawan Rahim. Seperti dikutip MAKASSARTERKINI.COM.

BACA : Tak Izin Ruko Disulap Jadi “SARANG” Burung...! Komisi II DPRD Minta Pajak Walet Digenjot di Polman

Pembangunan sarang walet, sebut Hermawan harus merujuk pada peraturan daerah tentang izin pengelolaan dan pemanfaatan sarang walet yang memang menurutnya telah diterbitkan Pemkab Polman.

"Lucu rasanya jika Pemkab sendiri yang melanggar Perda yang telah dikeluarkan. Termasuk ihwal peresetujuan tetangga ini." Bebernya.

LBH Sapma PP Sulsel telah menerima kuasa mewakili kliennya atas nama Muh Arsyad (45) dan H Borahima (50), keduanya warga Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar yang mengaku telah mendapati tetangganya membangun sarang burung walet tanpa meminta persetujuan darinya.

Dalil utama surat yang dilayangkan pihaknya itu, masih menurut Hermawan, telah sesuai pasal 6 ayat 1 sampai ayat 4 yang termaktub pada poin C, persetujuan masyarakat sekitar kawasan penyelenggaraan pengelolaan dan pemanfaatan sarang burung walet itu menjadi syarat mutlak, apabila sarang burung walet berada di habitat buatan di luar habitat alami dan atau berada di lingkungan pemukiman.

Apalagi, jika menurut Hermawan, terdapat keberalihan fungsi rumah toko yang seharusnya dijadikan tempat bisnis atau usaha, namun malah belakangan malah menjadi kandang atau kawasan ternak burung walet.

"Kenyataan ini selain akan mengganggu kenyamanan warga sekitar karena menimbulkan kebisingan, juga mengganggu keindahan dan memperjelek pemandangan daerah tersebut, khususnya di Wonomulyo. Belum lagi kotoran yang berserakan, karena burung-burung tersebut bertengger di sejumlah kabel. Oleh karena itu, melalui kami, warga sekitar meminta agar Pemkab Polman melalui instansi terkait segera menertibkan sarang burung walet tersebut." Tegas Hermawan.

Dia menambahkan, burung walet memiliki sisi negatif yang juga merugikan manusia sebab bisa menyebabkan penyakit pada manusia jika letak kandangnya tidak sesuai aturan.

"Jenis penyakit yang ditumbulkan walet itu dapat menyerang otak, syaraf, dan penyakit lainnya. Penyakit tersebut disebarkan melalui air liur, napas, dan kotoran walet. Orang yang terkena virus dari burung walet biasanya merasa pusing, lemas, dan lelah. Ini sangat berbahaya, apalagi jika virus tersebut menyerang syaraf orang tersebut bisa menjadi lumpuh." Beber Hermawan.

Oleh karena itu, Hermawan secara tegas mengatakan pihaknya meminta Pemkab Polman melalui Dinas Pemukiman dan Tata Ruang bersama intansi terkait lainnya, secepatnya memberikan teguran dan mencabut izin usaha pengelolaan burung walet tersebut.(*) 

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...