SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

< (( RAMADHAN COME AGAIN..! )) >

19/04/17



POLEWALITERKINI.NET – MAKASSAR – Kasus penganiayaan yang menimpa Wakil Ketua PWI Sulsel, Salim Djati Mamma yang diduga dilakukan sejumlah oknum anggota TNI Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel, Abdullah Ratingan mengaku prihatin dengan kasus kekerasan yang menimpa Salim Djati Mamma. Menurut Abdullah, kasus penganiayaan ini harus diusut tuntas dan pelakunya harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Diketahui, Salim Djati Mamma diduga dianiaya sejumlah anggota Pomal di depan Warkop 75 Jalan Satando, Selasa (18/04/2017) siang. Saat itu, Salim yang juga mantan Direktur Ujungpandang Ekspres sedang minum kopi. Mendadak, sejumlah anggota Pomal melarang pengunjung warkop memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Satando.

Bagi pemilik kendaraan yang tidak mengindahkan instruksi itu, akan dikempiskan ban kendaraannya. Salim pun bergegas keluar dari warkop untuk memindahkan kendaraannya. Pertengkaran mulut pun terjadi hingga berbuntut pada pengeroyokan kepada Salim. Akibatnya, Salim menderita luka memar serta lecet di bagian wajah. Bajunya pun robek. Salim mendapat perawatan medis di RS Akademis. Demikian Beritakotamakassar.com.

PIHAK LANTAMAL VI MAKASSAR BANTAH ANGGOTANYA MELAKUKAN PEMUKULAN


Terkait Insiden penganiayaan Salim Djati Djati Mamma dan sahabatnya H. Muhammad Said yang diduga dilakukan oleh oknum anggota POM AL yang terjadi di sekitar Warkop 75 jalan Satando Makassar, Selasa 18 April 2017.

Kejadian tersebut dipicu masalah parkiran dan mendapat teguran pihak POMAL untuk memindahkan mobilnya jadi penyebab terjadinya adu mulut sebelum insiden penganiayaan itu terjadi.

Sementara itu melalui konfrensi pers yang digelar Lantamal VI Makassar membantah adanya pemukulan terhadap adik mantan Wakapolda Sulsel sekaligus Wakil Ketua PWI Sulsel, Salim Djati Mamma disampaikan oleh Laksamana Pertama (Laksma) TNI Yusup, kepada media di Mako Lantamal VI Makassar.

Menurutnya pada saat itu anggotanya sedang menertibkan parkir liar yang ada di sepanjang Jalan Satando. Di jalan ini memang dilarang parkir, tidak terkecuali di depan Warkop 75,” kata Yusup.

Saat penertiban kendaraan di depan Warkop 75, kebetulan ada saudara Salim Djati Mamma di situ. Anggota kami sudah berkali-kali meminta agar kendaraan pengunjung warkop dipindahkan, tetapi Salim Djati Mamma menolak,” ujarnya.

Pihaknya juga menyangkal adanya pemukulan dan pengeroyokan terhadap Salim Djati Mamma. Dikutip somberenews.com.

MEWAKILI KELUARGA BESAR H.M MAMMA KECAM KELAKUAN OKNUM TNI POMAL


Meskipun Lantamal VI Makassar membantah adanya pemukulan terhadap adik mantan Wakapolda Sulsel sekaligus Wakil Ketua PWI Sulsel, Salim Djati Mamma, namun menurut pengacara senior, Farid Mamma yang juga adik kandungnya, ini adalah insiden kekerasan yang lagi – lagi jadi tontonan.

Ini adalah perbuatan oknum militer yang melanggar kode etik dalam internalnya sendiri.” Ungkap Farid Mamma.

Sementara itu perihal penertiban parkir liar yang ada di sepanjang Jalan Satando, itu adalah ranah PD. Parkir, adapun sanggahan tersebut adalah asumsi menutup nutupi kesalahan Anggotanya.

BACA : IWO MENGUTUK KERAS KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN DI MAKASSAR & RIAU 

Lebih lanjut saudara kandung Salim Djati Mamma tidak dapat menerima kejadian tersebut, dan akan membawa insiden ini keranah hukum jika tak ada tindakan dari pimpinan Laksamana pertama.

Oknum inilah yang biasa disebut Preman Berseragam, sekali lagi sangat disayangkan yang dilakukan oleh oknum POMAL yang tidak semestinya seorang Polisi militer dengan seragam lengkapnya melakukan premanisme seperti itu.

Hal itu tak wajar di lakukan ini menyalahi atauran yang ada. ini negara hukum, kalau terkait perparkiran itu bukan tugasnya.” Tegas Farid Mamma

Pihak laksamana pertama, seakan-seakan melindungi anggotanya, sudah jelas anggotanya bersalah kenapa mesti dilindungi, ini negara hukum loh, saya punya saksi hidup disaat pertikaian itu, pokonya saya akan bawa kasus ini ke Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL).” Tutupnya. dikutip somberenews.com

LMPI SULSEL DESAK KOMANDAN TNI POM AL SANKSI PENGANIAYA SALIM DJATI MAMMA


Markas Daerah Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulsel dan Gerakan Aktivis Mengecam sejumlah oknum anggota polisi militer angkatan laut POMAL yang melakukan tindakan pemukulan terhadap wakil Ketua persatuan wartawan indonesia PWI Sulsel (Salim Mamma) di Warkop 75 Jalan Satando, Makassar, siang tadi 18/04/2017 sekitar pukul 12.30 Wita.

Ketua LMPI Sulsel, Andi Nur Alim mengatakan, insiden kekerasan yang dipertontonkan oknum Polisi Militer TNI-AL adalah perbuatan yang melanggar kode etik dalam internal militer itu sendiri.

Seharusnya insiden ini tidak terjadi hanya karena persoalan parkiran, apalagi Salim Djati Mamma berniat untuk memindahkan mobilnya Karena pada dasarnya memang dilarang parkir sembarangan tempat, sehingga perlu dikomunikasikan secara baik-baik.” Kata Ketua LMPI Sulsel.

Dalam hal ini Andi Nur Alim, mendesak secara institusi Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) segera mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi anggotanya yang melakukan penganiayaan terhadap warga sipil yang juga Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel dan meminta maaf kepada korban atas kesalahan kecil yang menimbulkan dampak yang besar. Dikutip SOMBERENEWS.com.(*)

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...