SIAPA CALON BUPATI POLMAN 2018



PERINGATAN...! "Pasang CCTV sebelum terlambat..."

03/05/17

Pemkab Polman Gelar Operasi Yustisi
Majelis Hakim sedang mengadili pelanggar Yustisi
Tim Kejari Polewali Sedang Menerima Hasil Denda Yustisi
PPNS Sedang Lakukan Pemeriksaan Kepada Para
Pelanggar Perda
Sapol PP Lakukan Razia Yustisi Implementasi Perda
No.5 tahun 2011
POLEWALITERKINI.NET – Sedikitnya 57 warga Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, terjaring kasus Yustisi lantaran mereka tidak membawa serta Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selasa tanggal 2 Mei 2017. 

Swiping Yustisi dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dengan melibatkan Satuan Polisi Lalulintas Polres Poewali Mandar di poros jalan Trans Suawesi Pekkabata, di sekitar depan SMA Negeri 1 Polewali. 

Dari hasil pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), para pelanggar saat diperiksa tidak mampu memperlihatkan Kartua Tanda Penduduk (KTP) yang sah sehingga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) atas nama penuntut umum mewajibkan terdakwa menghadiri sidang Pengadilan Negeri Polewali tanggal, 2 Mei 2017 yang digelar di Gedung “Gadis” Polman. 

Warga yang terjaring pada razia Yustisi dikenakan Pasal 93 ayat (1) Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Polewali Mandar, Nomor 5 Tahun 2011 tentang Penyelengaraan Adminitrasi Kependudukan dan Catan Sipil dan dikenakan denda maksimal sebesar Rp 50.000.

Dari pemantauan penulis, dari 57 warga terjaring razia Yustisi, 4 diantaranya adalah berstatus ASN dan sejumlah non ASN termasuk Pimpinan Majalah Independen, Jumri Laica karena KTP miliknya masa berlakunya sudah berakhir dan disarankan oleh petugas agar segera memperpanjang masa berlakunya.

Selain itu petugas menggiring para terjaring kasus Yustisi ke gedung ‘Gadis” Polman untuk menghadiri sidang yang dilakukan Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Polewali. Warga terjaring razia Yustisi umumnya mengaku kalau lupa membawa serta KTPnya. 

Menurutnya hanya dalam kota Polewali dan pasar yang tepatan hari pasar Sentral Pekkabata, bahkan ada diantara mereka terpaksa harus kembali ke rumahnya mengambil KTP miliknya dan jaraknya hanya beberapa meter saja dari lokasi swiping tersebut, seperti dilakukan lelaki Dominggus. 

Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Polewali Mandar, H.Aksan Amrullah mengatakan, swiping yustisi sebagai penegakan perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan catata sipil tujuannya, disamping memberi efek jerah bagi pelanggar juga memberi penyadaran agar warga ketika meninggalkan rumahnya wajib membawa serta KTP sebagai identitas disamping surat kelengkapan sura-surat lainnya.

BACA : SEKIRA 10 RIBU BLANKO TIBA...! AKHIRNYA WARGA POLMAN SEGERA KANTONGI E-KTP 

Ketika ditanya tentang adanya ASN juga ikut terjaring razia Yutisi dan sanksi diberikan seperti apa. Menurut Aksan Amrullah, sesungguhnya hanya sebuah catatan sebagi implementsi kedisiplinan seorang ASN dan harusnya para ASN mampu memberi tauladan dengan waga sipil lainnya. 

Betapa pentingnya identitas berupa KTP wajib dibawa serta ketika kita meninggalkan rumah untuk bepergian, baik ke kantor maupun kegiatan di luar ke dinasan guna menjaga sesuatu yang kita tidak inginkan karena KTP sebagai identitas diri itu sangat penting, kata mantan Kabag Humas pemkab Polman.

Laporan : Andi Rasyid Mordani

Editor     :  Sukriwandi

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Paling Populer

Football Live Scores

Standings provided by Polewali Terkinipolewaliterkini.net

loading...