.

.

Minggu, 30 Juli 2017




POLEWALITERKINI.NET – Hari pertama melaksanakan program kebudayaan Mahasiswa asing dari 10 negara peserta AIESEC ini mengawali sejumlah kegiatan belajar budaya dan mereka pun menyukai kerupuk jagung, kopi jahe dan kue cokelat hasil produksi P4S Duta Palili. Sabtu (28/7/2017).

Usai workshop musik dan menyaksikan Tari Tradisional Mandar, bersama sanggar seni ladang Tari Labada Polewali, selanjutnya mengunjungi sentra industri kreatif pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Cahaya Palili Desa Bunga Bunga, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.

Para tamu asing ini didampingi AIESEC Unhas dan beberapa orang siswa SMU Wonomulyo, berkunjung kebeberapa tempat.

Aktivitas observasi mahasiswa dari berbagai jurusan disiplin ilmu ekonomi bisnis, marketing, teknik, antropologi,  memanfaatkan disiplin waktu meneliti dan berinteraksi langsung dengan produk makanan lokal seperti kerupuk jagung, kopi jahe dan kue cokelat di hasilkan P4S Duta Palili.

Selain mencicipi beragam makanan produk asli kelompok usaha bersama industri kreatif, ini mahasiswa  pun melihat langsung proses pembuatan makanan mulai dari pengolahan bahan baku makanan yang dilakukan dengan manual tanpa mesin modern, seperti pengolahan kopi, jahe, ubi, jagung, dan bahan baku yang ditanam di sekitar area industri.

Hampir merata peserta mengaku suka dengan produk makanan yang dikemas menarik dipajang di etalase sentra industri duta palili.

Marina dari ukraina setelah mencicipi kripik jagung dan kopi jahe yang ditawarkan oleh pengelola, menyukai rasa alami tanpa bahan kimia.

"Saya suka kripik dan kopinya, rasa pedas dan kopi jahe, saya bawa sampel tanaman jahe bahan bakunya untuk sampel saya." Ungkapnya.

Ditempat sama Fransisco Miranda dan mahasiswa lainnya mengatakan, produk buah dan sayuran yang dijadikan makanan ringan disenangi untuk jadi oleh oleh. Pihaknya pun memberikan saran agar industri lokal tersebut dikembangkan dan dikelola dengan baik. Kata dia kedepan para pelaku usaha ini bisa mendapatkan untung dipasaran global.

"Kami sangat menyukai rasanya alami, bersaing produk lokal bali, namun produk organik tanpa bahan kimia perlu digeluti pemasarannya serius lagi, jangan sampai orang luar menjadi onernya." Ungkap Frans.

Pusat pelatihan pertanian pedesaan swadaya sentra industri kreatif Cahaya Duta Palili melaksanakan, mengolah, dan memberikan penangananan berkulitas ekspor. Seluruh bahan baku diperoleh dari hasil pertanian swadaya masyarakat yang kebanyakan bergelut usaha pertanian buah dan sayur.

"100 persen, produk sendiri hasil pertanian  lokal, tidak lagi menggunakan bahan baku pabrik seperti terigu, semua bahan baku alami hasil pertanian industri ini." Kata Ridha Ketua P45 Cahaya Duta Palili.

Dia berharap, kunjungan AIESEC meningkatkan produktifitas khusunya produksi  kopi instan tanpa bahan kimia dan minuman kakao dan kopi jahe yang sudah di ekspor makanan komsumsi penggemar kopi jepang.(*Media Center Kominfo Polman/POLEWALITERKINI.NET)

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini