Senin, 21 Agustus 2017

Ilustrasi
POLEWALITERKINI.NET – Jelang 2 pekan hari raya Idul Adha 1438 Hijriah, tanggal 1 September 2017 mendatang, harga hewan kurban, utamanya Sapi Bali Lokal Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melambung tinggi hingga tembus Rp. 20 juta rupiah per ekor dari sebelumnya hanya Rp. 15 hingga Rp. 18 juta rupiah per ekornya.

Menurut peternak Sapi di Kediri Desa Sidorejo, Suharmo harga hewan ternak Sapi lokal umur 3 tahun terus melambung, rata-rata kenaikan Rp. 2 hingga Rp. 3 juta rupiah per ekor dari harga sebelumnya.

Kata dia, harga Sapi lokal sudah sekitaran Rp. 20 juta rupiah per ekor dari sebelumnya hanya harga Rp. 17 juta rupiah perekor.

Kenaikan harga Sapi disebabkan tingginya permintaan warga untuk membeli Sapi digunakan kurban Hari Raya Idul Adha mendatang. Selain itu pedagang ternak khusus Sapi menjual ternak Sapi ke luar Kabupaten Polman, seperti Kota Makassar, Sulsel, Kalimantan dan Jawa.

"Banyak warga cari Sapi, sementara Sapi lokal kelamin jantan yang diperjuangkan di Rumah Potong Hewan (RPH) masih kurang dari peternak Sapi. Makanya Harga Sapi melambung hingga Rp. 20 juta rupiah per ekor dari harga sebelumnya Rp. 16 Hingga Rp. 17 juta rupiah per ekor. Bahkan pedagang Sapi berani beli Sapi sebesar Rp. 21 juta per ekor dalam jumlah banyak, untuk memenuhi permintaan kurban sejumlah panitian kurban." Sebutnya. Ahad (20/08/2017).

Dia tambahakan kenaikan harga Sapi terus terjadi medekati Hari Raya Idul Adha mendatang, sebab populasi ternak Sapi di Kabupaten Polman tahun menurun dibandingkan tahun 2016. Karena ada beberapa sentra peternak sapi di Kecamatan Limboro, Alu, Luyo, Mapili, Tapanggo, Wonomulyo dan Anreapi, Kabupaten Polman belum berternak akibat serangan penyakit antraks tahun 2016 lalu.

"Ternak Sapi yang dibawa ke RPH di Wonomulyo, Tinambung dan Tapanggo, kurang dipotong untuk dijual dagingnya di pasaran. Karena Sapi di Kabupaten Polman, memang perkembangan biaknya masih kurang dibandingkan 2016.” Katanya.

Laporan  :  Nadi