PIFAF 2017

Jumat, 04 Agustus 2017

Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar
POLEWALITERKINI.NET - Petahana Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar (AIM) memastikan akan diusung partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Golkar, Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Polman, 27 Juni 2018 mendatang.

Kepastian 3 partai politik itu di Pilkada serentak Polman, sesuai pertemuan petinggi partai di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta.

Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar menyebutkan isya Allah partai Gerindra, Golkar dan Hanura akan dikendarai maju bertarung di Pilkada serentak Polman.

Alasannya untuk partai Gerindra semua pengurus bulat mengusung dirinya, tanpa membuka pedaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati. Sedangkan partai Golkar dan Hanura sudah menemui petinggi partai ke 2 tersebut.

"Gerindra tinggal menunggu tanda tanggan Prabowo surat rekomendasi Golkar berdasarkan pertemuan dengan Indrus Marham, dirinya paling teratas diusung partai Golkar. Dan Hanura tinggal uji publik dengan ketua umum." Sebut mantan ketua DPD partai golkar Polman, sesuai meninjau Polman Expo 2017 di kompleks Stadion Salim Menga. Selasa (1/8/2017).

Andi Ibrahim Masdar melanjutkan tingkat entabilitas yang terus meningkat dibandingkan bakal calon bupati Polman lain, menjadi salah satu pertimbangan partai politik mengusungnya. Selain itu dari semua bakal calon bupati Polman yang beredar luas di masyarakat, hanya dirinya yang siap bertarung di Pilkada.

"Berdasarkan hasil survei Indobrameter entabilitas dirinya paling tertinggi saat ini. Maka itulah partai politik yang ditempat medaftarnya akan mengusungnya. Bahkan kemungkinan kota kosong yang akan dilawan pada Pilkada mendatang, jika sapu bersih semua partai politik." Tandas ketua PSSI Sulbar.

Dia tambahkan, saat ini partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang sudah mendapatkan rekomendasi. Akan tetapi untuk maju Pilkada serentak Polman harus mendapatkan 6 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Polman. Sehingga harus berkoalisi dengan partai politik lain.

"Nasdem tidak ada masalah, dengan jumlah kursi 2. Namun harus berkoalisi partai politik lain untuk mencukupi persyaratan usungan bakal calon bupati Polman yang masih kurang 4 kursi." Kata mantan anggota DPRD Sulbar ini.
Laporan  :  Nadi