Sabtu, 30 September 2017

Aksi Maut Peduli Rohingya
Aksi Ali Jenk Mengundang Perhatian Penonton
Aksi Ali Jenk Dividiokan Warga
Aksi Menantang Maut Ali Jenk di Jalur Depan Kantor
Samsat Polman
Sebelum Beraksi Ali Jenk Tandatangani Pernyataan
Siap Tanggung Resiko Yang Ditimbulkan
POLEWALITERKINI.NET - Kepedulian terhadap insiden dan tragedi kemanusiaan etnis Rohingya di negara Myanmar, Ali Jenk seorang seniman yang terbilang "GILA" asal Desa Dakka, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, kembali unjuk aksi.

Ali Jenk seniman “GILA” kali ini beraksi menantang maut mengendarai motor roda 2 dengan kepala tertutup kain hitam serta tangan terborgol di jalan poros Andi Depu depan kantor Samsat Polman. Kamis, 28 September 2017.

Sebelumnya, Ali Jenk terlebih dahulu melakukan ritual memotong seekor ayam kemudian melumuri darah ayam tersebut  disebagian area jalan yang akan dilaluinya  saat melakukan aksi, setelahnya ia kemudian memanggil 3 orang yang tidak dikenalnya untuk menutup kepala dan memborgol tangannya.

Tak lama berselang, Ali Jenk kembali memanggil 3 orang penonton untuk menandatangani surat bermaterai Rp. 6000 yang bertuliskan bahwa apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dirinya siap menanggung semua risiko yang ada.

Selanjutnya Ali Jenk pun menuju garis start dimana dirinya akan memulai aksi nekadnya yang jaraknya sekira 1 kilometer dari garis Finish.

Ratusan penonton yang menyaksikan Ali Jenk beraksi mulai merasa was was, dan tak henti memberi support, puluhan petugas keamanan dari Polres Polman pun melakukan pengawalan ketat terhadap ketertiban kegiatan ini.

Ketika Ali Jenk sudah mengendarai motor dengan tangan terborgol dan kepala tertutup, penonton semakin antusias bahkan sebagian mengeluarkan ponselnya untuk memotret mengambil gambar.

Tiba di garis finish, ratusan penonton pun terpana berdecak kagum atas keberhasilan Ali Jenk beraksi, disaat yang sama spanduk bertuliskan "STOP THE ROHINGYA'S CRYING" terbentang.

Saat dikonfirmasi Ali Jenk mengatakan, dirinya melakukan aksi menutup kepala dan tangan terborgol untuk menggugah hati dan kepedulian pemerintah RI untuk tidak menutup mata, telinga dan mulut terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingya.

"Jangan tutup mata dan telinga, ulurkan tangan bantu saudara kita di Rohingya, kirim kembali sembako melalui pesawat hercules, ini harapan saya buat presiden RI dan PBB." Ungkapnya.

Laporan  :  Z Ramdhana