Kamis, 05 Oktober 2017




POLEWALITERKINI.NET - Lelaki asal Colombia bernama Rodrigo berpetualang di  Indonesia, BAHKAN sudah bertahun tahun bolak balik dari Negara asalnya hanya satu tujuan mengembangkan kopi Arabica asal Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Kopi yang saat ini dikembangkan di perkebunan rakyat dan perkebunan di PT Olant Indonesia di Kecamatan Sumarorong, kini sudah dipasarkan kemancanegara termasuk Colombia, Amerika, Ausralia, Swiss dan Singapura.

Saat berkunjung ke Warkop 89 Jalan Todzilaling Pekkabata, samping kediaman Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar. Rabu 4 Oktober 2017 mengatakan, meski kopi jenis Arabica asal Toraja sudah dikenal dimana mana, namun kopi Arabica Mamasa belum semua negara memahaminya.

“Itulah sebabnya saya mau pasarkan khusus dengan merek khusus kopi Arabica Mamasa tanpa Gula, dan ini lebih nikmat rasanya, itulah sebabnya saya datang lagi disini karena saya mau promosi kesejumlah negara di Dunia untuk kopi Mamasa ini.” Ungkap Rodrigo.

Dirinya saat ini akan mencari Fotografer di Polewali Mandar untuk dokumentasi, diama tampak foto alam Sumarorong dan petani yang lagi memetik kopi di kebun. Selain itu foto udara perkebunan serta pengelolaan kopi di PT Olant Indonesia.

“Gambar foto dan Visual (Vidio) dengan durasi tertentu akan saya sebarkan di luar negeri agar mereka bisa mengetahui kopi asal Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia.” Kata Rodrigo.

Sementara itu pemilik Kedai 89 yang juga penyedia kopi asal Sumarororng, Subaer Umar alias Abba bersama Peracik Kopi Lombok Nusa tenggara Timur yang juga Pengelola perkebunan kopi PT Olant Sumarorong, Rian Riandana mengatakan, Roadrigo sudah sering datang di warkop dan memang tujuannya memperkenalkan kopi Mamasa dengan racitan khusus tanpa gula. Kata dia, lebih enak dan lebih nikmat dan aroma arabica yang lain dari yang lain. Ungkap Abba.

Selain Kopi Mamasa yang tumbu diatas ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut, dia juga mencoba mengembangkan kopi Robusta Polman Indonesia yang tumbu diketinggian dibawah 1000 meter diatas permukaan laut yang kini berkembang di Desa Kaleok Binuang, Desa Pulliwa, Desa Patambanua, Desa Lilli Kecamatan Bulo, Matanga dan Juga di Desa Kurrak Kecamatan Tapango.

“Saat ini kami tengah mengembangkan kopi robusta dari sejumlah kecamatan di polman, bahkan kopi Robusta  milik Alim Fatta  dari Desa Pasiang kecamatan Matakali, sudah di produksi dan bisa dinikmati.” Katanya.

Pengelola PT Olant Indonesia, Rian Riandana menambahkan bahwa kopi Arabica asal Mamasa yang bibitnya dari Nosu kini dikembangkan di Sumarorong dan bibitnya sudah terbagi kesejumlah petani yang nantinya hasilnya dibeli perusahaan. Kata Riandana.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna.