Senin, 23 Oktober 2017

Tim Penanggulangan Bencana dan Rumah Warga Perumahan
BTN Lantora Korban Puting Beliung
Kondisi Rumah Agus Salam,aktivis LSM dan rumah warga
Lapak Pedagang Mengalami Rusak Berat
POLEWALITERKINI.NET - Sedikitnya 63 rumah warga di 2 Kelurahan dalam wilayah Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Minggu malam, 22 Oktober 2017, sekitar pukul 20.30 wita diporak-porandakan angin Putting Beliung.

Akibat bencana ini warga mengalami kerusakan cukup parah. Informasi dihimpung Penulis di tempat kejadian perkara (TKP), angin putting beliung porak-poradakan puluhan rumah warga disertai hujan deras hingga atas rumah para korban terbang terbawa liutan angin puting beliung mencapai 10 meter.

Seperti di kompleks perumahan Lantora kelurahan Lantora, berjumlah tujuh rumah, atas terbuat seng terbawa anging hingga pertengahan persawahan. Demikian pula di lingkungan Kalawa kelurahan Lantora, angin putting beliung porak-porandakan rumah warga yang jumlahnya sagat besar, yakni 45 unit.

Dampak angin merata seng kebanyakan terbang terbawa angin puyu (Putting Beliung) hingga 5 meter, bahkan roboh rata dengan tanah, apalagi umumnya rumah warga itu sudah tua dan termakan usia sehingga pada saat dihantam badai puting beliung, tentu saja roboh dan mengalami rusak berat.

“Jumlah rumah di Kecamatan Polewali terkena angin puting beliung sebanyak 63 unit, terdiri dari perumahan Jari dua Lantora lingkungan Lantora sebanyak 7 unit, lingkungan Kalawa kelurahan Lantora sebanyak 45 unit sementara di lingkungan Wattang kelurahan Wattang kecamatan Polewali sebanyak 5 unit rumah dan khusus kios pedagang kaki lima pasar baru Polewali sebanyak 16 unit terkena puting beliung.” Kata Camat Polewali, Taufik A.Palancongi dan dibenarkan Tim BPBD Kabupaten Polewali Mandar, Bugiman disela-sela penerimaan dan pengumpulan data para korban bencana alam, Senin (23/10-2017).

Agus Salam, salah seorang korban puting beliung di Lingkunan Wattang kelurahan Wattang, Kecamatan Polewali kepada Penulis, Senin (23/10-2017) disela-sela menata kembali rumahnya, menceritakan kronologis peristiwa bencana alam putting beliung itu.

Kata dia, pada malam naas, itu, sebelum terjadi musiba, dirinya setelah pulang dari masjid sholat Isyah dan bersama keluarganya (istri dan anaknya serta kerabatnya) asyik ngobrol di ruang tamu, namun tiba-tiba kencang angin kemudian hujan, bahkan membuat dirinya kaget setelah beberapa saat kemudian, bunyi gemuruh dan getaran mulai terasa dan tiba-tiba atap rumahnya berputar naik.

Bahkan lanjutnya, semua perekat pakunya berikut balok penyanggah atap seng lepas dan roboh ke tanah dengan sekejap kondisi rumahnya pada malam itu tembus penglihatan ke angkasa dan seluruh badan rumah mulai basah terkena air hujan, sementara dirinya bersama keluarganya mencari perlindungan di sudut rumahnya dengan mengucapkan kalimat “ Allahu Akbar ” berkali-kali hingga badai berlalu meski kondisi ruangan rumahnya berantakan akibat musibah malam nas tersebut.

Seperti diketahui, Agus Salam, yang sehari-harinya aktivis LSM dan baru saja direhab rumahnya melalui program BSPS tahun 2017 tetapi kini kondisi atas rumahnya memprihatinkan lantaran badai puting beliung beraksi tanpa kompromi.

Lain halnya dialami, lelaki Ahmad ditemani istrinya, warga Blok G. I kompleks BTN/Perumahan Lantora kecamatan Polewali, kepada penulis mengisahkan, sebelum peristiwa itu terjadi, anak simatawayangnya, gelisah dan menganis terus dan tidak bisa tidur malam itu sehingga bersama istrinya terpaksa meninggalkan rumahnya dan memilih bermalam di rumah sanak keluarganya di luar kompleks Perumahan Lantora dan hingga peristiwa nas itu terjadi, dirinya dan keluarganya tidak berada di tempat dan kemungkinannya sebagai isyarat tetapi dirinya tidak mampu membaca tanda-tanda tersebut, kata Nyonya Ahmad.

“Saya tidak menyaksikan rumahnya semua atas rumahnya roboh walaupun menggunakan rangka baja ringan tetapi tidak kuat menahan kerasnya aksi puting beliung tanpa komporomi malam itu.” ungkap Ahmad didampingi istri tercintanya di TKP.

Dalam peristiwa bencana alam tersebut, tidak ada korban jiwa dan korban materi dan diperkirakan kerugian ratusan juta rupiah sementara bantuan logistic untuk korban, baik dari pemkab Polman melalui Wakil Bupati Polman, HM.Natsir Rahmat maupun bantuan lainnya terus mengalir, bahkan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman telah membagikan tenda biru kepada korban.

Hanya saja, sebagian besar warga korban bencana anging puting beliung lebih menginginkan bantuan infrastruktur logistik berupa atap dan dana ketimbang sembako seperti lazimnya ketika ada bencana alam menimpa warga.

Laporan : Andi Rasyid Mordani.