Senin, 30 Oktober 2017

Siswa SMKN 2 Campalagian Unras Tuntut Mundur
POLEWALITERKINI.NET - Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri atau SMKN 2 Campalangian, jalan poros Tengelang, Desa Baru, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, gelar aksi unjuk rasa.

Para siswa ini melakukan unjuk rasa di halaman sekolah. Senin, 30 Oktober 2017 pagi. Mereka menuntut mendesak Kepala Sekolahnya, Zainuddin untuk mundur dari jabatannya.

Aksi siswa dimulai usai upacara bendera, para siswa langsung membawa beberapa spanduk menolak Zainuddin, sebagai kepala sekolah di SMKN 1 Campalangian dan minta Anwar kembali mejabat kepala sekolah. 

Dengan alasan selama 7 bulan di jabat Zainuddin, semua organisasi kesiswaan vakum. Bahkan pramuka matisuri tidak ada satu kegiatan organisasi kesiswaan berjalanan di sekolah.

Terdengar dengan teriakan keras menolak Zainuddin. Tampak beberapa spanduk berisi tidak menerima kedatangannya Zainuddin sebagai kepala sekolah dan mendesak Anwar tetap bertahan mejabat sebagai kepala sekolah.

Menurut siswa, Sultan, mereka turun unjukrasa menolak dipimpin kepala sekolah,  Zainuddin. Karena Zainuddin, pernah menjabat pelaksana tugas kepala sekolah, tetapi tidak ada kemajuan SMKN 2 Campalangian.

Pengkatannya kembali sebagai kepala sekolah, ditolak siswa. Perbedaan terlihat saat pelaksanan tugas kepala sekolah di jabat oleh Anwar, semua kegiatan sekolah dianggarkan.

"Aksi unjuk rasa membawa spanduk, dilanjutkan dengan aksi aksi teatrikal perlihatkan beberapa siswa terjatuh di lantai yang menggambarkan siswa di SMKN 2 Campalangian mengalami kematian. Aksi dilanjutkan dengan mogok belajar selama tuntutan tidak dipenuhi Kepala Sekolah, Zainuddin."
Sebutnya. Senin (30/10/2017).

Sementara kepala sekolah SMKN 2 Campalangian, Zainuddin menyebutkan hasil kesepakatan dalam rapat antara siswa dengan dirinya, memberikan kesempatan melaksanakan tugas kepala sekolah. Sebab Surat Keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Sulbar Tentang pengkatan sebagai kepala sekolah di SMKN 2 Campalangian adalah dirinya.

Dimana keputusan itu lanjutnya, terhitung sejak tanggal 30 Oktober 2017 sudah harus melaksanakan tugas. Sekaligus mencabut Surat Keputusan (SK) pelaksana tugas kepala sekolah, Anwar.

"Aspirasi unjukrasa ratusan siswa sudah menghasilkan putusan untuk memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada dirinya sebagai kepala sekolah. Termasuk mengenai anggaran organisasi kesiswaan akan didanai sesuai anturannya.” Tegas Kepsek SMKN 2 Campalagian, Zainuddin.

Dia tambahkan, mengenai siswa yang mogok belajar, segera memkonsolidasinya dengan guru-guru dan siswa. Sehingga proses belajar mengengajar tetap kembali berjalan.

"Mulai hari ini, saya mengajak siswa untuk mengakhiri mogok belajar. Sebab jika tidak belajar, siswa sendiri yang rugi. Dan memerintahkan guru masuk mengajar sesuai jadwalnya." Tandasnya.

Laporan  : Nadi