PIFAF 2017

Minggu, 12 November 2017

Kondisi rumah setelah dilalap sijago merah
Nampak, Kadis Dikbud Polman, Andi Parial P Bersama
H. Mukhtar Belo
POLEWALITERKINI.NET – Masih terasa puluhan rumah warga di 2 Kelurahan dalam wilayah Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Provinsi Sulawesi Barat, diporak-porandakan angin putting beliung.

Kini bencana kembali terjadi di jalan A. Latanratu tepatnya di Lingkungan Alli-Alli, Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, sebuah rumah milik Koresponden Tabloid Tipikor News wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Muhammad Arsyad tinggal rangka akibat amukan sijago merah.

Korban bencana kebakaran, Muhammad Arsyad yang ditemui Penulis sabtu kemarin di sela-sela membersikan tumpukan kayu seng bekas kebakaran rumahnya menjelaskan, peristiwa itu terjadi, Sabtu tanggal 11 November 2017 sekitar jam 10 seperempat wita dan diduga api bersumber dari koslet listrik.

Menurut Arsyad, dirinya untuk sementara membunyikan mesin mobil yang di parkir bagasi rumah dan hendak mengantar cucunya ke sekolah, namun tiba-tiba ada asap dan api dibagian langit-langit atau plafon rumahnya yang terbuat dari asbet dengan menelusuri kabel listrik.

Kondisi itu membuatnya panik dan langsung mengamankan mobil dan cucu keluar dari kobaran api, bahkan dirinya sempat mengamankan 1 koper yang berisi dokumen penting milik istrinya termasuk kursi diruang tamu.

Dalam keadaan panik dibantu beberapa warga, hanya mampu menyelamatkan berapa barang penting dan selebihnya ludes terbakar, apalagi kobaran api begitu cepat sehingga tidak mampu bertahan dan lebih memilih menyelamatkan diri dan keluarganya yang masih tinggal di rumah, sementara barang berharga lainnya dibiarkan terbakar api.

Arsyad yang sehari-harinya, Koresponden Tabloid Tipikor News lebih menjelaskan, beruntung karena Pemadam kebakaran tiba di tempat tidak terlalu lama sehingga api bisa dikuasai sebelum apinya merembes ke rumah tetangga sebelah kiri dan kanan yang berjarak sekitar 1 meter.

Selain itu, tambah Arsyad, pihak PLN juga cepat mematikan aliran listrik sehingga Travo pengatur arus tegangan listrik yang berada sekitar 1 meter dari rumahnya tak berdampak kepada pemukiman khususnya pelanggan listrik PLN. 

Akibat peritiwa naas itu, dirinya mengalami kerugian mencapai ratusan juta, barang sempat diamankan hanya 1 koper yang kemungkinannya dokomen milik istrinya, sementara dokumen berupa Ijazah atau barang berharga lainnya belum diketahui pasti keberadaannya.

Dia berharap semua dokumen ada di dalam koper, seperti Ijazah atau SK milik istrinya, yang sehari-harinya adalah guru SDN 007 Lantora, Kecamatan Polewali, biasanya dikeluarkan dari tempatnya untuk dicopy untuk keperluan administrasi.

“Saya belum mengetahui pasti apakah koper yang diangkat itu semua berkas di dalamnya atau semuanya terbakar karena tidak ada waktu untuk menyelamatkan lainnya lantaran api begitu cepat dan diperkirakan sekitar hanya 7 menit ludes terbakar.” Ungkap Arsyad dengan pasrah menerima takdir dan dibenarkan oleh saksi mata, Hj. Andi Surya, Kepala SDN 09 Takatidung, yang kebetulan sekolah dipimpinnya berhadapan dengan TKP.

Dari informasi dihimpung Penulis di TKP, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas ini, bahkan sejumlah pejabat mendatangi TKP untuk memberi dukungan moril bagi pihak korban, diantaranya, Kapolres Polman, AKBP Muhammad Rifai, Kadis Dikbud Polman, Andi Parial Patadjangi, M.Si, Kepala BPBD Polman, H. Jalil Kambas, MM, Kadis Sosial Polman, Nasir Adam, MMA termasuk Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi provinsi Sulbar, HM. Hamzih dan anggota DPRD provinsi Sulbar, H. Mukhtar Belo maupun Lurah Takatidung, A. Alisadikin serta sejumlah pejabat dinas Dikbud Polman.

Meski demikian sangat disayangkan, Gubernur Sulbar, HM. Ali Baal Masdar yang melintasi kawasan itu usai kebakaran yang kebetulan menghadiri undangan suatu acara di Takatidung, hanya sekedar melintas sehingga sejumlah warga termasuk anggota DPRD Sulbar, H.Mukhtar Belo menyayangkan.

Harusnya seorang Gubernur berhenti sejenak di depan rumah korban, paling tidak memberi dukungan moril terhadap korban tetapi hal itu tidak dilakukan. Terkait itu ada yang menanggapi kemungkinan Gubernur Sulbar, yang juga mantan Bupati Polman 2 periode tidak ada mengingatkan bahwa salah seorang warga kelurahan Takatidung terkena bencana kebakaran. Ungkap sejumlah warga di TKP.

Demikian pula Bupati Polman, H. Andi Ibrahim Masdar, yang juga adik kandung Gubernur Sulbar  tidak sempat mendatangi warganya yang terkena musibah kebakaran tersebut dan salah seorang staf Humas dan Pertokoler pemkab Polman menyampaikan, Bupati Polman, usai menghadiri undangan di Takatidung langsung meluncur ke Desa Amola, Kecamatan Binuang menghadiri suatu acara penting.

“Sangat disayangkan, harusnya seorang Gubernur Sulbar menyempatkan dirinya sejenak melihat warganya yang terkena musibah untuk memberi dukungan moriil tetapi hanya lewat begitu saja di depan TKP termasuk Bupati Polman harusnya juga datang melihat warganya terkena musibah tetapi tidak dilakukan.” Ujar legislator PAN, H. Mukhtar Belo kepada Penulis di TKP.

Laporan : Andi Rasyid Mordani