Sabtu, 25 November 2017

Terjaring Operasi Pekat Polsek Polewali
Usai Gelar Operasi Pekat Gabungan, Kasat Pol PP Polman
Memberikan Keterangan Kepada Wartawan
Penyidik PPNS Satpol Memeriksa PNS Kementerian PU
Yang Terjaring Razia
Pasangan Muda ini Dijaring Operasi Pekat Gabungan
Mahasiswi Semester Akhir Bersama Pasangan
Yang Bekerja Sebagai Honorer Diamankan Satpol
Kapolsek Polewali Bersama Lurah Madatte dan
Kepala Lingkungan Perumtel
Sejumlah Pasangan di Bawah Umur Diamankan Petugas
Operasi Pekat Polsek Polewali Gabungan Lurah Madatte
POLEWALITERKINI.NET - Menindaklanjuti informasi berkembang, laporan masyarakat dan kegiatan rutin Satpol-PP mengenai maraknya perilaku pergaulan bebas yang mengarah ke seks bebas serta minuman keras beralkohol di sejumlah rumah kost, rumah bernyanyi dan alun alun Kota Polewali Mandar. Jumat, 24 November 2017.

Satpol PP Pemkab Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menggelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) bekerjasama dengan Kodim 1402/Polmas, Polres Polman, BNNK Polman dan pihak Kelurahan Madatte menyisir beberapa titik rumah kost kosan serta tempat karaoke yang disinyalir menjadi lumbung maksiat.

Kepala Satpol PP Pemkab Polman, Aksan Amrullah saat ditemui mengatakan, operasi pekat yang dilaksanakan sebagai upaya pencegahan terhadap rawannya pergaulan bebas terutama yang melibatkan anak di bawah umur yang bisa saja berdampak pada hal hal yang negatif.

"Banyak laporan warga khususnya rumah kost kosan, rumah bernyanyi dan alun alun yang memang ada kita dapati mereka berduaan di dalam kamar tanpa surat nikah." Jelas Aksan Amrullah.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh pemilik rumah kost di Kabupaten Polman tidak menggabungkan antara laki laki dan wanita begitupun jam besuk berkunjung ke kost harus dibatasi hingga pukul 22.00 Wita.

"Pemilik rumah kost akan kami layangkan surat teguran apabila sudah sampai tiga kali ditegur maka kami beri sanksi tegas." Ungkapnya.

Terpisah, Penyidik PPNS Satpol PP Pemkab Polman, Yusuf saat dikonfirmasi menandaskan berdasarkan hasil pemeriksaannya didapati ada 1 orang PNS dari Kementerian PU yang kedapatan sedang menenggak miras bersama teman wanitanya di salah satu rumah bernyanyi.

"Inisialnya MR dan teman wanitanya berinisial RW berstatus janda." Tandasnya.

Sementara itu, keesokan malamnya pihak Kelurahan Madatte bekerjasama Polsek Polewali juga melakukan operasi pekat di sejumlah rumah kost kosan di wilayah Madatte dan berhasil mengamankan 5 pasang muda mudi yang kedapatan di dalam kamar tanpa surat nikah lalu digiring ke Mapolsek Polewali untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Polewali, AKP Mansur menegaskan operasi ini digelar sebagai upaya tindakan preventif prilaku seks bebas dan penertiban rumah kost berdasarkan hasil rapat bersama di Kantor Pemkab Polman, kata dia, perlu adanya perhatian intens orang tua dalam mengawasi anak anaknya dari pengaruh pergaulan bebas.

"Jadi kita menekan angka korban seksual terutama kaum wanitanya apakah nanti beresiko hamil di luar nikah lalu merasa malu terus membuang bayinya atau bisa saja bunuh diri karena malu." Ucapnya saat dikonfirmasi di ruangannya.

Ditempat yang sama, Lurah Madatte Rubianto menjelaskan, operasi pekat ini mengamankan 2 orang anak di bawah umur yang mengaku masih terdaftar sebagai siswa kelas III di salah satu SMK di Polman lantaran berduaan di dalam kamar kost bersama pasangannya yang bukan muhrim.

"Madatte memang Surabaya nya Polewali Mandar." Katanya.

Anak di bawah umur yang dimaksud berinisial (AR) saat ditemui mengaku sudah 4 kali berhubungan layaknya suami istri dengan pasangan lelakinya yang juga tak lain adalah pacarnya berinisial (DR), selain itu, kata (AR), problem yang dibenaknya lantaran ke 2 orang tuanya sudah bercerai semenjak dirinya masih berusia sekira 7 tahun.

"Saya sekolah di SMK, pertama kali kami berhubungan badan di rumahnya nenekku, kak." Ujarnya.

Sedangkan (DR) teman lelakinya berjanji siap bertanggung jawab terhadap pacarnya (AR) dengan niat menikahinya.

"Sudahmi kemarin dilamar Rp. 15 Juta uang panaikku, tapi Rp. 30 Juta permintaan keluarganya." Terangnya.

Sementara itu, guru honorer wanita di salah satu SDN di Polman berinisial (AN) yang juga terjaring operasi pekat malam itu saat dikonfirmasi menampik melakukan hubungan terlarang saat dijaring dikamar kostnya lantaran teman lelaki yang bersamanya tak lain adalah pamannya sendiri, meski demikian dirinya mengakui sudah sering kali melakukan hubungan badan layaknya suami istri bersama mantan pacarnya.

"Kalau sama pacarku dulu  saya sering berhubungan badan, karena 3 tahun saya pacaran sama dia, iya begitumi kalau bukan jodoh maumi di apa,?" Ungkapnya dengan mata berkaca kaca.

Laporan  :  Z Ramadhana.



PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini