PIFAF 2017

Jumat, 10 November 2017


FPPI Gelar Aksi Unjuk Rasa di Pintu Gerbang Kantor
Pemkab Polman
Peringati Hari Pahlawan Dengan Berunjuk Rasa
Usai di Kantor Pemkab Polman, Massa FPPI Juga Berorasi
di Lampu Merah Lapangan Pancasila
POLEWALITERKINI.NET – Tak hanya di DPRD Polman digelar unjuk rasa pada hari pahlawan, di pintu masuk kantor Pemkab Polman Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) juga gelar aksi memperingati hari pahlawan.

Sekitar 20 orang merata Mahasiswa bergantian melakukan orasi terkait kurangnya kepedulian pemerintah terhadap masyarakat petani. Jumat (10/11/2017).

Koordinator aksi, Abd Rahman, Mahasiswa IAI DDI Fakultas Hukum, dalam orasinya mengatakan, melakukan aksi hari ini karena Pemerintah saat ini seolah olah melupakan sejarah dan pahlawan.

Momentum hari pahlawan tahun ini lanjutnya masih banyak persoalan yang terjadi dan belum terselesaikan, Bupati Polman saat ini Andi Ibrahim Masdar belum banyak berbuat dan hanya memberikan janji janjinya saja.

Polman ini mayoritas penduduknya adalah petani di tahun 2016 telah banyak dilakukan percetakan lahan sawah baru namun seakan tidak diperhatikan, faktanya lahan sawah baru tersebut sampai saat ini banyak yang belum terairi.

Apakah kita akan makan batu, Karena problem air belum teratasi sampai hari ini dan bentrok antara petani akan terjadi disebabkan oleh persoalan air

Selain itu, waktu dekat ini akan berlangsung pemilihan Bupati dan saya yakin bahwa momentum itu akan dimanfaatkan oleh elit elit politik untuk membodoh bodohi rakyat yaitu petani.

Dalam selebaran yang dibagikan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) mengucapkan selamat hari pahlawan, sejarah yang terjadi pada tanggal 10 November 1945, yakni pertempuran dasyat melawan penjajah yang terjadi di surabaya hingga ribuan nyawa melayang.

Mereka, para pahlawan indonesia telah berjuang jiwa dan raganya untuk meiawan penjajah demi kemerdekaan yang ingin di rasakan dan demi persembahan untuk generasinya, kuasa atas tanah air dan udara.

Tetapi keadaan negara kita hari ini seolah kembali dalam jeritan penjajah yang di Iakukan oleh sebangsa kita hari ini, banyak konflik yang kita saksikan hari ini yang tentunya merongrong persatuan rakyat indonesia, privasi atas tanah air dan udara.

wajib kita perlu kembali menengok sejarah dan bercermin betapa sulit leluhur kita, untuk meraih kemerdekaan hak sepenuh atas tanah, air dan udara. Lalu, apakah kita ingin merusak dan menodai segalanya dengan perlakuan yang tidak mencerminkan kecintaan kita terhadap tanah air yang sesungguhnya dari BUMN ke Swasta..??

Tentu tidak, oleh karena itu mari kita bersatu menjaga perjuangan dam pengorbanan para pahlawan kita dengan menumbuhkan rasa patriotisme agar bangsa kita ini akan selalu terjaga demi keutuhannya dan untuk generasi kita yang akan datang.

"Bangsa yang besar adatah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya (SOEKARNO)”

Laporan  :  Sukriwandi