PIFAF 2017

Sabtu, 11 November 2017

Gubernur Sulbar Hadiri PKL II PMII
Wakil Bupati Polman, Drs Andi Ali Baal


POLEWALITERKINI.NET – PKC PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Sulawesi Barat (Sulbar) gelar PKL - II (Pelatihan Kader Lanjutan) dirangkai kemah komisariat, panggung bebas expresi komisariat, temu alumni/kader se-Sulbar dan dialog Kebangsaan/Radikalisme dengan tema "KONSOLIDASI DAN STRATEGI GERAKAN PMII DALAM MENGHADAPI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN BANGSA". Minggu (12/11/2017).

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Gadir, Jalan Andi Depu, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Sabtu, 11 November 2017 sekitar pukul 14.10 wita. Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Sulbar Drs. Andi Ali Baal Masdar, Wakil Bupati Polman Drs Natsir Rahmat MM (Ketua alumni PMII Sulbar), Kapolres Polman AKBP Muh. Rifai, SH, SIK, Pasi Ops Dim 1402/Polmas Kapten Inf Martani.

Rektor UNASMAN DR. Chuduriyah Sahabuddin, M.Si, Kabid Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dan Pembinaan Karakter Bakesbangpol Provinsi Sulbar Drs. H. Suwaru, Ketua PKC PMII Sulbar Sukiman Topan S.Ip, PB. Pusat PMII Muhidin Nur, Ketua 1 Kaderisasi PKC PMII SULBAR Muhiddin Nur.

Turut hadir Imam Masjid Syuhada Polewali Ustadz Muh. Fauzi Al Mahdali, Ketua PC. NU Polman M Arsyad, Ketua GP. Ansor Polman Busro Latief serta diikuti sekitar 200 Orang Kader PMII (30 Orang perwakilan dari Kabupaten Polman, Mamuju, Majene, Mateng dan Matra dan tamu undangan.

Ketua PKC PMII Sulbar, Sukiman Topan S.Ip  dalam sambutannya mengatakan, dalam PKL II tahun ini sengaja mengambil tema “KONSOLIDASI DAN STRATEGI GERAKAN PMII DALAM MENGHADAPI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN BANGSA” kedepan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa baik melalui kritikan.

Kedepan lanjutnya, berharap kegiatan ini akan melahirkan kader kader PMII yang siap dalam menghadapi tantangan zaman serta saling menjaling silatuhrahmi sesama kader PMII se Sulbar, agar tujuan dan cita cita bersama bisa tercapai.

Pada kesempatan sama Ketua I Kaderisasi PKC PMII Sulbar, Muhiddin Nur saat sambutannya, organisasi yang baik adalah organisasi yang mampu menghadapi era globasisasi dan perkembangan zaman, sehingga seharusnya PMII dapat menghadapi tantangan tersebut dengan berjalan pada Al-Sunnah Wal Jamaah.

Mengenai kaderisasi organisasi seharusnya PMII adalah motor dari setiap kegiatan dalam kampus dengan cara menguasai semua lembaga lembaga dalam kampus dan di dalam lingkungan masyarakat diharapkan kader kader PMII dapat melakukan pendampingan kepada rakyat dalam semua persoalan yang dihadapi.

Sambutan Bupati Polman yang dibacakan Wakil Bupati, Drs Natsir Rahmat MM yang juga Ketua alumni PMII Sulbar, berpesan sebagai bentuk harapan untuk adik-adik PMII agar Pemerintahan yang kami nahkodai akan mampu mewujudkan Pembangunan yang merata dan berkeadilan menuju Masyarakat Polewali Mandar yang sejahtera.

PMII Polewali Mandar senantiasa menjadi mitra Pemerintah Kabupaten dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan berbagai kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten, jika terjadi permasalahan ataupun penyimpangan pada pelaksanaan program/kegiatan agar membantu masyarakat menyampaikan kepada kami untuk segera kami tindak lanjuti.

Senantiasa berharap kritikan, masukan, dan pendapat terkait penyelenggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, saya selaku kepala Pemerintah sekaligus Orang Tua dI Daerah ini, senantiasa akan terbuka dan mendengar aspirasi adik-adik, apalagi jika disampaikan dengan penuh rasa sayang, ibarat seorang anak dan orang tuanya.

Sementara Gubernur Sulawesi Barat, Drs Andi Ali Baal Masdar dalam sambutannya menyatakan, menyempatkan hadir dan membuka kegiatan ini karena melihat betapa penting dan besarnya peran pemuda dalam mengahadapi tantangan serta pembangunan Daerah.

Tak hanya itu lanjutnya, sangat pentingnya membahas kebangsaan dan radikalisme saat ini karena upaya sekelompok oknum yang bermaksud memecah belah persatuan dan kesatuan harus menjadi perhatian agar pembangunan bisa berjalan dengan baik. 

Dalam proses pembangunan daerah seorang Gubernur sangat penting menghadiri acara seperti ini, meski dia menyadari padatnya agenda tugas membuat dirinya salah menyebut sila ke 2 saat peringatan sumpah pemuda kemarin.

“Saya salah menyebut sila ke 2 itu karena penuhnya di kepala seorang Gubernur, bagaimana membangun daerah Sulawesi Barat.” Katanya.

Gubernur mengimbau Kepada seluruh kader PMII supaya turut serta dalam mensukseskan pembangunan melalui kerja kerja nyata. karena pemudalah nantinya yang akan melanjutkan pembangunan, tidak menutup kemungkinan di tempat ini akan ada yang menjadi pemimpin baik level Kabupaten maupun di level Nasional, persiapkanlah SDM terutama mental yang menjadi prioritas utama.

Sesuai rencana kegiatan pembukaan PKL - II (pelatihan kader lanjutan) PKC. PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Sulbar dirangkaikan dengan kemah komisariat, panggung bebas expresi komisariat, temu alumni/kader se-Sulbar dan dialog Kebangsaan/Radikalisme berlangsung tanggal 11 s/d 14 November 2017.(*)