Jumat, 08 Desember 2017

Kepala SMAN 1 Polewali, Drs.Muh.Faesal,M
POLEWALITERKINI.NET – Program full day school di SMAN 1 Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bakal dihentikan karena merugikan siswa dan guru khususnya bidang study IPA Fisika, dimana evaluasi 1 tahun anggaran dinilai tak efektif.

Kepala SMA Negeri 1 Polewali, Muhammad Faisal saat di temui di ruang kerja guru, Kamis, 7 Desember 2017 mengatakan, program Full day School yang kita laksanakan kurang lebih 1 tahun anggaran setelah dievaluasi sangat tak efektif karena secara akademik merugikan siswa dan guru.

Kata dia, khususnya bidang study IPA Fisika paling terlihat anjlok, prestasi olah raga siswa pulang pukul 16.00 sehingga tidak ada waktu latihan olah raga karena tiap hari mereka capek dan ngantuk jadi mereka malas latihan olah raga, sementara pelatihan hanya pada hari Sabtu.

Selain itu sekira 1000 lebih siswa Muslim pada hari Jumat, tak terakomodir melaksanakan sholat di Masjid milik sekolah karena kafasitas daya tampung tidak muat sehingga siswa ke luar dan banyak yang tak kembali belajar.

“Maka akumulasi itulah yang membuat kita tahun ajaran 2018/2019 tidak lagi terapkan apa lagi Undang undang atau aturan banci bisa iya bisa tidak maka Full Day School kita hapuskan dulu hingga ada aturan.” Kata Muhammad Faisal.

Ditempat yang Sama pengawas Disdikbud Polewali Mandar, Drs Bohari M.Pd mengatakan, terkait Full Day School itu wewenang sekolah mau terapkan kebijakan itu atau tidak. Dia tambahkan, hanya saja yang perlu diperhatikan jam mengajar guru khususnya yang bersertifikasi mesti mencukupi.

Dikutip news.liputan6.com seperti ditayangkan Fokus Sore Indosiar, Senin (21/8/2017), Presiden Jokowi menggantikannya dengan peraturan presiden tentang penguatan karakter anak sekolah.

Istana kepresiden mengatakan, dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) otomatis peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017, yang mengatur sekolah 8 jam atau full day school tidak berlaku lagi.

Peraturan presiden tidak mewajibkan full day school selama 5 hari dan 8 jam tiap harinya kepada para siswa. Hal itu akan diserahkan pada kesiapan sekolah masing-masing.

Laporan  :  Burhanuddin Haruna

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini