Jumat, 01 Desember 2017

Pak Ramli Menunjuk Materialnya
POLEWALITERKINI.NET - Perbaikan tanggul kanal sungai Lantora yang proses pengerjaannya baru dimulai 5 hari lalu mulai bermasalah, pasalnya sejumlah material proyek ditarik oleh pengusaha yang bekerjasama dengan rekanan. Jumat, 1 Desember 2017.

Material batu gunung dan pasir sebanyak hampir 2 truk diangkut kembali oleh Ramli pengusaha material bangunan ditemani 2 orang pekerjanya lantaran tidak dibayar oleh pihak pelaksana proyek berinisial (AT) beralamat di Sappoang, Kecamatan Binuang.

"Saya tepaksa mengangkat kembali material batu karena tidak jelas status pembayarannya, sudah 3 kali saya dijanji tapi tidak ditepati." Ujar Ramli pedagang material bangunan, saat ditemui di lokasi proyek di Jalan Andi Depu.

Ramli mengaku, akibat material bangunannya belum dibayar dirinya sudah mengalami kerugian Rp. 1,8 Juta lantaran sudah ada 3 truk material batu gunung yang sudah terpakai di 3 titik proyek yang berbeda.

"Sudah ada yang terpakai di proyek lainnya, 1 truk batu gunung di jembatan Silopo, kemudian 1 truk di jembatan Lela dan 1 truk di kanal Lantora, apa boleh buat kalau sudah terpakai." Kata Ramli.

Material bangunan tersebut lanjutnya, terpaksa diangkat kembali sebab sudah ada yang memesan dan pembayarannya lebih jelas. Meski demikian, kata Ramli, kerugian yang besar dari segi transportasi dan pekerja karena mengangkat kembali material batu, tetapi daripada hutang menumpuk terus  karena tidak jelas pembayarannya lebih baik segera diangkut.

"Tidak aktif HP nya itu pelaksana proyek AT yang janji mau bayar. sudah siang malam saya hubungi, kepercayaan yang dijaga pak, yang jelas saya ini tidak mencuri hak ku ji saya ambil." Tandas Ramli.

Dirinya hanya ingin meminta kejelasan dan itikad baik dari pelaksana proyek, kata dia, jika dana proyek memang belum cair disampaikan saja sejujurnya daripada berjanji tapi tidak ditepati.

"Pernah itu saya telpon, terus dia bilang sebentar sore saya bayar, akhirnya saya tidak keluar rumah menunggu, tapi sampai besoknya tidak datang dan ditelpon kembali HP nya sudah tidak aktif." Ujar Ramli.

Sementara itu, pelaksana proyek berinisial AT yang tak lain mantan anggota DPRD Polman ketika coba dikonfirmasi via telepon selulernya sesuai nomor HP yang diberikan Ramli sampai saat ini belum dapat terhubung karena belum aktif.

Laporan  :  Z Ramadhana.


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini