SEGENAP MANAGEMENT
PORTAL BERITA ONLINE


Jumat, 19 Januari 2018

Foto News Investigasi
POLEWALITERKINI.NET – Salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (MALUT) menoreh prestasi gemilang pasca menemukan anti virus HIV AIDS herbal dari Buah Tuis (Buah Golobe red).

Atas temuan ini STIKES HALMAHERA mampu mengharumkan nama Indonesia dan bahkan mampu menaikan posisi peneliti Indonesia hingga pada skala internasional. Seperti dikutip News Investigasi. Jumat (19/01/2018).

Ketua Stikes Halmahera, Dr dr Arend Laurence Mapanawang Sp PD finasim, mengatakan, Buah Tuis sendiri ditemukan tumbuh di tanah Halmahera, dan peneliti Stikes Halmahera telah masuk kelas dunia.

Ini yang menarik lanjutnya, karena di Indonesia sendiri untuk penelitian kurang di perhatikan. Namun, lewat hasil riset kearifan lokal Halmahera melalui Program Studi (Prodi) Farmasi Stikes Halmahera telah mengembangkan 30-an bahan lokal. Dan dari beberapa laboratorium hasil kerja samanya telah membuahkan hasil.

“Buah golobe (tuis) zingibeecea halmahera yang tahapan awal menemukan antioksidant terbaik buah- buahan saat ini dengan 6,5 ng/ml.” Ujar Mapanawang, kemarin.

Laboratorium kimia LIPI sendiri mengidentifikasi senyawa akctivitas anti vancer payudara dan Laboratorium Primata IPB berhasil menemukan senyawa yang punya keunggulan dibandingkan dengan salah satu obat HIV Aids dan hepatitis.

“Saat ini sedang menunggu hasil. Lanjutan baik invitro maupun invivo uji pada hewan maupun pada manusia.” Jelas Mapanawang.

Tak hanya itu, hasil uji laboratorium primata IPB antara ekstrak golobe dan lamivudine sebagai anti retrovirus HIV dan Hepatitis yang mampu menghabisi virus dengan uji MMT.

“Sementara dengan uji laboratorium labtiab serpong ditemukan aktivitas anti kanker buah dada”.

Putra asal Loloda ini juga akan menjadi pembicara pada internasional confrence di Lasvegas USA tanggal 18 sampai 19 April 2018 mendatang.

“Saya akan presentasi sebaik mungkin. Sekalian mempromosi Institusi Stikes Halmahera sebagai penemu anti Hiv AIDS dari Herbal Halmahera. Dan saya akan mengajak Farmasi kelas dunia untuk memproduksi secara besar besaran dengan pabrik di bangun di Halmahera.” Ujarnya.

Selain itu, kata kandidat guru besar ini, tak menutup kemungkinan jika dapat berkembang sebagai obat anti HIV AIDS yang sampai saat ini belum mampu menuntaskan virus secara total.

“Undangan dari Las Vegas secara pribadi telah menitipkan agar bisa sampai ke tangan Menristekdikti. Saya berencana menngunakan media lokal di Lasvegas untuk mempromosikan secara global.” Terangnya.

”Saat ini golobe halmahera sudah dipatenkan. Setelah golobe, ada beberapa jenis kearifan lokal lainya yang ditemukan. Seperti biji langsat untuk anti malaria, laor untuk anti kolesterol dan kesehatan jantung. Dimana memiliki omega lengkap baik omega 3.6. dan 9 serta beberapa jenis lainnya yang dalam tahap proses.” Kata Mapanawang.

Untuk pengembangan produksi herbalove di Tobelo saat ini menunggu izin BPOM Jakarta yang tak lama lagi karena sudah beberapa kali perbaikan.

“Awal tahun peneliti Stikes Halmahera di undang ke Lasvegas sebagai pembicara pada internasional confrence.”
Pungkasnya.(*redaksiinvestigasi69@gmail.com/polewaliterkini.net).


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini