.

.

Rabu, 21 Februari 2018


Gerakan Literasi di Lapas Kelas IIB Polman
Tampil Warga Binaan Wanita Blok Kemuning
POLEWALITERKINI.NET - Guna meningkatkan minat baca bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II B Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menggelar kampanye literasi pustaka bergerak.

Kegiatan ini dirangkai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan penggiat literasi, dengan melibatkan ratusan Narapidana (Warga Binaan) termasuk dari Rutan Kelas II Kabupaten Majene. Selasa 20 Februari 2018.

Kepala Lapas Polewali, Haryoto mengatakan, kegiatan ini berawal dari hasil koordinasi dengan para penggiat literasi sehingga disambut dengan antusias karena melihat mayoritas warga binaan haus akan bacaan buku.

"Kami merasa terpanggil juga keprihatinan kami sendiri melihat kondisi perpustakaan lapas yang kami beri nama Boyang Malaqbiq masih butuh perhatian." Ujar Kalapas Kelas IIB Polman. Haryoto.

Dia menambahkan, dengan adanya tambahan ratusan buku bacaan sumbangan dari tujuh lembaga penggiat literasi, Haryoto berharap minat baca warga binaan yang haus akan informasi semakin bertambah.

"Tentunya kami akan menyeleksi semua jenis buku bacaan yang masuk jangan sampai ada yang berbau negatif." Ungkap Haryoto.

Sementara itu salah satu penggiat literasi dari Rumah Kopi dan Perpustakaan (Rumpita), Muhammad Munir mengungkapkan, kegiatan ini bermula pada saat launching kampanye literasi di Rutan Kabupaten Majene sehingga dilakukan hal yang sama di Lapas Polewali.

"Kita menyumbang ratusan buku bacaan di Lapas Polewali, karena buku adalah jendela dunia, sebab belum ada teknologi satu pun yang bisa mengalahkan buku mempengaruhi karakter masa depan bangsa." Jelas Muhammad Munir.

Selain itu, kata Munir, pustaka bergerak yang dirintisnya bersama Ridwan Alimuddin pemilik perahu pustaka sumber anggarannya menggunakan uang pribadi bukan dibiayai pemerintah.

"Untuk sementara baru Lapas Polewali dan Rutan Majene yang kita sentuh bantuan, insha Allah kedepan seluruh Rutan di Sulbar kita akan bantu." Ucap Muhammad Munir.

Terpisah, salah satu warga binaan Lapas Polewali, Rustam mengapresiasi adanya sumbangan buku dari penggiat literasi, lantaran perpustakaan Lapas Polewali masih sangat kekurangan buku bacaan.

"Saya juga berharap kegiatan ini bisa dikembangkan dengan mengajar warga binaan membaca,   karena masih ada teman kami yang buta huruf tidak tahu membaca." Kata Rustam.

Acara MoU kampanye literasi ini dihibur penampilan tarian tradisional berbusana adat dari warga binaan wanita blok kemuning Lapas Polewali serta penampilan lagu perjuangan dari warga binaan Rutan Kabupaten Majene.

Laporan  :  Z Ramadhana

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini