SEGENAP MANAGEMENT
PORTAL BERITA ONLINE


Sabtu, 03 Februari 2018

Usai Unjuk Rasa Para Siswa ini Dimintai Keterangan
Oleh Wartawan
Tak Terima Kekerasan Siswa Sekolah Agama ini Berdemo
POLEWALITERKINI.NET - Puluhan Siswa MTS Fathul Amin, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tuntut Kepala Sekolah mundur lantaran dinilai ringan tangan kepada sejumlah siswa. Minggu (04/02/2018).

Desakan siswa ini disampaikan melalui aksi unjuk rasa di depan sekolah. Bahkan dalam penyampaian aspirasi pelajar ini menutup jalur jalan menuju lokasi sekolah dengan batang pohon kelapa dan kayu balok. Jumat, 2 Februari 2018.

Mereka berorasi dan melakukan unjuk rasa dengan menggunakan media karton berwarna putih menuliskan kekecewaannya terhadap Lahaiyak sang Kepala Sekolah. 

Salah satu siswa Anisa Putri mengungkapkan, kepsek Lahaiyak terlalu ringan tangan bila siswa melakukan kesalahan pada saat kepsek mengambil mata pelajaran di kelas.

"Dipukuli kakak kelasku sampai berdarah, jilbab ku juga pernah ditarik sama kepsek kalau kita tidak tahu Ma' kali-kali dan ceramah." Kata Salah satu siswa, Anisa Putri.

Dikonfirmasi terpisah, Kepsek MTs Fathul Amin, Lahaiyak membantah tuduhan siswa yang dialamatkan kepadanya karena dirinya selalu mengajar sesuai prosedur, kata dia, dirinya hanya menegur kalau siswa suka berbaur antara siswa laki laki dan wanita lantaran akan merusak citra kementerian agama.

"Tidak dipukul itu tapi kita bina saya marahi, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya." Kata Kepsek MTs Fathul Amin, Lahaiyak saat dikonfirmasi wartawan di ruangannya.

Para siswa lanjut Lahaiyak yang mogok belajar akan diarahkan kembali ke sekolah menunaikan tugasnya sebagai pelajar.

"Siswa MTs disini berjumlah 142 orang, kita akan arahkan mereka masuk belajar lagi." Kata Lahaiyak.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Fathul Amin Matakali, Hajji Lopa mengungkapkan, motif yang memicu para siswa berunjuk rasa adalah murni gerakan inisiatif para siswa tanpa ada yang mendalangi.

"Saya tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi di yayasan karena setiap kegiatan tidak pernah dikomunikasikan, apa yang terjadi hari ini murni inisiatif siswa." Kata Ketua Yayasan Pendidikan Fathul Amin Matakali, Hajji Lopa.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin S.H memohon kepada anak murid yang berunjuk rasa menghentikan aksinya dan masuk kembali belajar.

"Saya ini termasuk salah satu pendiri yayasan, biarlah persoalan ini menjadi bahan evaluasi kami." Jelas Wakil Ketua II DPRD Polman, Amiruddin S.H.

Laporan  :  Z Ramadhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini