Kamis, 22 Maret 2018


POLEWALITERKINI.NET – Tak hanya membawa dan menenteng senjata api saat dalam tugas, namun prajurit TNI Kodim 1402/Polmas juga rutin menembakkannya di Lapangan Tembak Sila Sila, Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Polman. Kamis 22 Maret 2018.

Sangat jelas letupan senjata di lapangan tembak milik TNI AD yang jauh dari pemukiman penduduk ini, para prajurit TNI Kodim berlatih menggunakan 2 senjata api berbeda, yaitu pistol jenis FN SS 1 buatan Pindad dan senapan laras panjang M16.

Komandan Kodim 1402/Polmas, Letkol Dedi Setia Aryanto mengatakan, para prajurit dilatih kembali menembak menggunakan senjata laras panjang dengan sikap tiarap dan jarak tembak sekira 400 meter sementara pistol sikap berdiri dengan jarak tembak sekira 25 meter.

Kegiatan latihan menembak ini lanjutnya merupakan agenda rutin prajurit setiap tri wulan tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme kemampuan prajurit dalam menembak baik senjata api jenis pistol maupun laras panjang.

"Setiap prajurit berkewajiban memelihara kemampuannya dalam hal menembak menggunakan senjata api. Membawa senjata itu semua orang bisa, namun menembakkan dengan sasaran tidak semua bisa " Kata Dandim Dedi Setia.

Jika tidak, kata dia, dikuatirkan membuat kemampuan menembak prajurit tersebut akan turun karena kaku dan berakibat fatal, menurutnya jajaran Kodim selain memiliki program teritorial pembinaan ke masyarakat juga mempunyai kewajiban memelihara skill dan kemampuan menembak sebagai kemampuan dasar prajurit yang harus tetap terpelihara.

"Setiap per triwulan dalam setahun empat kali semua prajurit wajib latihan menembak mulai dari prajurit terendah sampai Dandim karena ini data juga bagi prajurit ketika naik pangkat salah satu syaratnya kemampuan menembak." Ungkap Dedi Setia.

Ada penilaian tersendiri sejauh mana kemampuan prajurit, apabila ada yang belum mampu dalam latihan maka dilakukan pembinaan khusus, jenis senpi yang dimiliki prajurit misalnya memegang pistol maka harus menembak menggunakan pistol, begitu pun yang menggunakan laras panjang.

"Akan dilakukan pembinaan khusus bagi prajurit yang belum dalam latihan, karena nilainya berapa itu tergantung contohnya ada 10 butir amunisi dan dia dapat nilai 80." Jelas Dedi Setia.

Memang sebelum diterima sebagai anggota TNI seluruh prajurit sudah menjalani tes psikologi dalam menggunakan Senpi. Tapi memang harus diklasifikasikan mengenai daya tahan psikologinya karena berhubungan dengan senpi.

"Karena biasanya manusia itu kan pasti akan merasa lain saat memegang senpi, dan secara rutin pasti ada tes mental kejiwaan ketika prajurit tidak lulus tes maka dia tidak boleh megang senjata saat piket atau kegiatan yang berhubungan dengan senjata." Imbuh Dedi Setia.
Laporan  :  Z Ramadhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini