Senin, 02 April 2018

Rapat Koordinasi PATBM Kabupaten Polman
POLEWALITERKINI.NET - Kasus atau perkara yang melibatkan perempuan dan anak di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengalami peningkatan cukup signifikan dalam 2 terakhir, bahkan mencapai 400 sampai 500 kasus.

Berdasarkan data Satreskrim Polres Polman di 2017 angka keseluruhan kasus kejahatan yang dilaporkan ke Polres Polman, kisaran 400 sampai 500 kasus, sementara diatas 30 bahkan 40 persen adalah kasus kejahatan yang terkait dengan perempuan dan anak.

Sementara di tahun 2018 hingga memasuki bulan Maret ini sudah 18 kasus perempuan dan anak, yang sementara dalam proses hukum.

"Dari 40 perkara yang ditangani tahun ini 18 diantaranya adalah kasus perempuan dan anak, jadi 2 tahun terakhir kita ambil sample menunjukkan bahwa kasus perempuan dan anak cukup tinggi." Kata Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Polman, IPTU Mustakim, S.H saat menjadi nara sumber rapat koordinasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Kamis, 29 Maret 2018.

Dia menambahkan, persoalan ini butuh perhatian dan tanggung jawab bersama lantaran yang terpenting adalah bukan menangani perkara perempuan dan anak tapi bagaimana cara sehingga dapat meminimalisir angka terhadap kasus ini.

"Kami dari kepolisian yang sehari harinya bergelut dengan masalah ini sangat berharap ada upaya pencegahan yang dilakukan untuk mencari tahu penyebabnya." Terang Mustakim.

Sebab itu, kata dia, dalam pengamatan pihaknya upaya pencegahan jauh lebih baik daripada sekedar melakukan penegakan hukum, dia memberi contoh pelaku kejahatan yang terlibat dalam kasus pencurian bisa dikatakan 70 persen pelakunya adalah anak.

"Walaupun mungkin yang dicuri itu adalah HP tapi ini jumlahnya cukup tinggi, artinya dengan adanya undang undang hak anak dan sistim peradilan anak tidak mungkin kami melakukan suatu yang refresif, tapi kita harus mencari solusi agar kejahatan yang melibatkan anak ini berkurang." Jelas Mustakim.

Lanjutnya, kasus kejahatan lainnya yang melibatkan anak adalah korban dan pelaku pelecehan seksual cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan pertanyaan ada apa sebenarnya yang terjadi pada sistim pendidikan di Polman, bahkan pihaknya selalu tak menginginkan ada anak mengalami kekerasan seksual karena pada dasarnya Polman dikenal sebagai negeri yang Malaqbiq.

"Kita harus mencari solusi bagaimana anak ini bisa terlindungi, berdasarkan data yang ada pada kami anak yang masih duduk dibangku SMP dan SMA banyak.yang melakukan pelecehan seksual." Beber Mustakim.

Menurutnya perlu ada formula yang harus dipikirkan bersama untuk melindungi anak dari perilaku menyimpang. bukan hanya sekadar seminar dan sosialisasi kemudian selesai tapi harus ada evaluasi menyeluruh tentang persoalan ini.

"Misalnya anak.SMP sudah.mengalami persetubuhan sangat riskan hal ini terjadi, apa yang harus kita lakukan? menangkap dan mempidanakan anak bukanlah solusi.?.” Ujar Mustakim.

Selain itu, Mustakim menjelaskan lebih dari seperdua isi tahanan Polres Polman adalah tersangka kasus narkoba, olehnya harus ada upaya pencegahan karena sasaran narkoba ini adalah anak, pasalnya sudah ada beberapa jenis obat dan produk lainnya yang dapat dibeli dengan harga murah kemudian disalahgunakan dan efeknya jauh lebih berbahaya daripada narkoba sesungguhnya.

"Orang tua yang tidak bisa jadi panutan dan budaya yang mulai bergeser adalah penyebabnya seperti jaman dahulu pacaran masih sangat tabu namun jaman sekarang status pacaran seperti ada legitimasi, kita tanya kenapa anaknya bisa dibawa pergi terus dijawab karena memang pacarnya. padahal kita punya norma norma agama." Kata IPTU Mustakim.

Sementara itu, Arsani Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak BKKBN Polman mengungkapkan untuk meminimalisir angka kasus perempuan dan anak telah dibentuk tim satuan pekerja sosial dan perwakilan forum anak yang secara khusus menangani persoalan tersebut.

"Perwakilan forum anak ini adalah wadah bagi anak menyampaikan seluruh aspirasinya tentunya dalam rangka program perencanaan pembangunan, bahkan sampai ke tingkat desa." Ujar Arsani.

Laporan  :  Z Ramadhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini