Senin, 28 Mei 2018

Masjid dan Makam Imam Lapeo Campalagian Polman
POLEWALITERKINI.NET - Makam Kyai Haji Muhammad Thahir (Imam Lapeo), di Kompleks Masjid Lapeo, jalan trans sulawesi, Desa Lapeo, Kecamatan Campalangian, Kabupaten Polman, Sulbar, terus ramai dikunjungi warga untuk berziarah makam selaman bulan suci ramadhan 1439 Hijriah tahun ini.

Bahkan warga rela berziarah makam Iman Lapeo, pada malam hari setelah melaksanakan shalat Tarawi berjamaah di Masjid Iman Lapeo. Tak hanya itu para warga luar kabupaten Polman yang melintas juga menyempatkan berziarah.

Warga bersiarah di makam Iman Lapeo pada bulan ramadhan, kebanyakan dari luar Kabupaten Polman. Seperti sejumlah daerah di Sulbar, yakni Kabupaten Majene, Mamuju, Pasangkayu, serta dari Sulsel, Sulteng, Kalimantan dan Jawa. Ada juga warga negara Malaysia, yang merupakan keturuna suku mandar dan bugis.

Menurut pembersih makam Imam Lapeo, Pirdaus, sejak sepekan sebelum ramadhan hingga memasuki ramadhan warga semakin ramai berkunjung berziarah di makam Iman Lapeo. Warga bersiarah makam Iman Lapeo dengan menyiram air di nisan makam Iman Lapeo.

Mereka juga melanjutkan mengaji ayat suci Al Quraan. Sekaligus medoakan almarhum Iman Lapoe, atas jasa-jasanya menyebarkan dan mengembangkan ajaran agama Islam di Sulawesi bagian utara termasuk Polman.

"Antusias warga berziarah makam di bulan ramadhan terus meningkat setiap harinya. Jika sebelum ramadhan sekitar 30 warga setiap harinya kini menyampai 60 hingga 70 warga.” Jelas Pirdaus.

Seperti tahun sebelumnya, pada ramdhan dimana warga lebih banyak ziarah makam Iman Lapeo, usai shalat Tarawi hingga usai Shalat Subuh dini hari. Bahkan warga sengaja ziarah di makam Iman Lapeo pada tengah malam.

Selama bulan ramadhan lanjut Pirdaus, dirinya bersama petugas pembersih makam Iman Lapeo, tinggal di Masjid, mulai pagi hingga usai shalat Tarawi dan shalat Witir selalu menyediakan air penyiram nisan makam Iman Lapeo. Dan selalu membersihkan lantai makam Iman Lapeo, usai rombongan warga berziarah.

"Di bulan ramadhan 3 orang petugas pembersih makam Imam Lapeo tinggalkan di Masjid untuk melayani warga datang berziarah secara bergantian. Kita menyiap air dan membersihkan lantai sekitaran makam Iman Lapeo, setiap saat dilakukan. Agar warga berkunjung merasa nyaman dan gembira." Ungkap Pirdaus.

Sementara itu warga penziarah makam Iman Lapeo, Jumandi menyebutkan selalu sempatkan diri singgah di Masjid Iman Lapeo untuk shalat lima waktu, berdoa kepada Allah agar diberikan keselamatan dunia dan akhirat.

Usai shalat lalu melakukan ziarah ke makam Iman Lapeo, sebagai salah satu ulama besar di Sulawesi dalam menyebarkan agama Islam, dengan bentuk kelompok pengajian mengahapal Al Quran kepada masyarakat.

"Kalau bulan ramadhan sengaja datang shalat di Masjid Iman Lapeo dan ziarah makam Iman Lapeo, pada hari jumat dan pada malam jumat secara berombongan dengan keluargan. Tetapi luar bulan ramadhan hanya saat melintas di Kabupaten Polman, 1 kali dalam 2 hingga 3 bulan.” Kata Jumandi.

Dirinya bersama keluarganya selalu shalat di Masjid Iman Lapeo, karena shalat selalu merasakan kenikmatan tersendiri. Apalangi setelah ziarah makam Iman Lapeo, tubuhnya merasa ringan dan bersemangat dalam mengerjakan kegiatan ibadah." Paparnya.

Laporan  :  Nadi

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini