Iklan


 

Jebolan Kelas Unggulan SMAN 2 Polewali Hidupi Keluarga Bermodal Mesin Jahit Butut!

Rabu, 15 Agustus 2018 | 00:01 WIB Last Updated 2018-08-14T16:20:38Z
Bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Polewali Sambangi
Rumah Juhena
Juhena Perlihatkan Hasil Kerajinan Tangannya
POLEWALITERKINI.NET – Kreatif dan tangguh, itulah sosok Juhena (30 tahun), Ibu rumah tangga (IRT) warga Lingkungan Tanro Timur, Kelurahan Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membantu suami mencari nafkah mengandalkan olahan kerajinan tangan rumahan (Home Industri) berupa tas plastik yang terbuat dari karung bekas pembungkus beras.

Rata rata perharinya 100 buah tas plastik buatan Juhena laku terjual, pemasarannya pun dilakukan oleh ayahnya Baharuddin (66 tahun) secara manual dengan cara berpindah pindah dari satu pasar ke pasar yang lain, sekilas model tas plastik buatan Juhena tampak sudah kuno kalah jauh dari model tas pabrikan.

Namun peminatnya cukup banyak lantaran harganya super murah hanya mengeluarkan uang Rp. 2000 konsumen sudah dapat membawa pulang satu buah tas tersebut.

"Saya patok harga Rp. 1500 per satu tas, kemudian bapak menjajakan ke pasar seharga Rp. 2000, jadi bapak dapat untung Rp, 500 per satu tas yang laku, bapak biasanya mampu menjual 100 tas perhari." Kata Juhena saat ditemui di rumahnya. Senin, 13 Agustus 2018.

Bahan baku karung plastik ia beli seharga Rp. 1000 perbuah di toko, setiap satu karung bisa menghasilkan tiga buah tas plastik, Juhena mengolah karung bekas ini menjadi tas cuma menggunakan mesin jahit butut yang sudah mulai karatan warisan ibunya.

"Iya memang,  ibu saya dulu penjahit di Maros, Sulsel,  bahkan mesin jahit itu sumbangan dari Dinas Sosial Kabupaten Maros tahun 1980 sebanyak 2 unit." Beber Juhena.

Dia berharap usaha rumahannya mendapatkan sentuhan permodalan dari pemerintah daerah, sebab Juhaena telah lama bercita cita mengembangkan usaha olahan kerajinan tangannya.

"Dalam waktu 10 jam saya bisa selesaikan 100 tas plastik, keuntungan usaha tas ini saya bisa dapat keuntungan Rp. 100 ribu perhari." Jelas Juhena.

Laba dari hasil usaha tas plastik, ia sisihkan Rp. 50 ribu untuk biaya hidup sehari hari dan sebagiannya lagi ditabung, Juhena mengaku suaminya hanya bekerja serabutan sehingga kerap kali ikut membantu dirinya menjahitkan tas apabila suaminya lagi nganggur.

"Maklum lah pak, suami kerjanya serabutan." Ungkap Juhena.

Ditempat yang sama, Baharuddin ayah Juhaena menuturkan sejak kecil anak pertamanya ini sudah menunjukkan jiwa leadership dan entrepreneurship (Jiwa Kepemimpinan dan Kewirausahaan) itu dibuktikan dengan seringnya Juhaena meraih rangking kelas berturut turut mulai dari bangku sekolah dasar ( SDN 006 Polewali) SMPN 2 dan SMAN 2 Polewali.

"Dibangku SD Juhena rangking 5 besar, kemudian SMP rangking satu, lalu SMA masuk kelas unggulan." Ujarnya.

Meski demikian, Baharuddin mengimbau Juhena tetap menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik memprioritaskan mengurus suami dan anak semata wayangnya yang masih berusia 4 bulan.

"Mendapatkan hasil tambahan untuk menambah biaya hidup keluarga, bisa dilakukan dirumah dengan tidak meninggalkan kewajiban sebagai ibu rumah tangga." Tandasnya.

Laporan  :  Z Ramdhana.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jebolan Kelas Unggulan SMAN 2 Polewali Hidupi Keluarga Bermodal Mesin Jahit Butut!

Trending Now

Iklan

iklan