Minggu, 16 September 2018

Kapolres Polman, AKBP Muh. Rifai.,S.I.K
Lomba Pacuan Kuda di Polman
POLEWALITERKINI.NET – Kepala Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, AKBP Muhammad Rifai.,S.I.K ketika dihubungi. Minggu malam, 16 September 2018 mengatakan pemicu kericuhan yang warnai balapan kuda Gubernur Cup II Polman diduga karena adanya judi.

Kata AKBP Muhammad Rifai.,S.I.K kericuhan itu berawal dari adanya tampak salah satu joki mengangkat uang sehingga pihak Kepolisian mengamankan namun para sejumlah orang tak menerima itu.

“Laporan anggota di lapangan melihat salah satu Joki memegang uang, dia angkat tangan pake uang. Dia tidak menerima sehingga ada keributan? Iya-iya dia rame-rame. Ini anggota curiga, dan sudah komitmen dari awal tidak boleh ada judi.” Kata Kapolres Polman, AKBP Muhammad Rifai.,S.I.K.

Pihak Kepolisian sejak awal sudah melakukan antisipasi, bahkan di lokasi pacuan kuda dengan menggunakan pengeras suara tidak diperbolehkan adanya judi. Tak hanya itu Kepolisian memberikan rekomendasi karena komitmen tidak ada judi.

“Ada komitmen dari awal, alasan Kepolisian memberikan rekomendasi karena komitmen Panitia tidak ada judi. Jadi panitia yang bertanggungjawab.” Jelas Kapolres AKBP Muhammad Rifai.,S.I.K.

Meski demikian setelah pihak Kepolisian melakukan penyelidikan, dan berdasarkan hasil keterangan yang dicurigai petugas berjudi mengaku bahwa uang yang tampak terlihat adalah bonus joki dan bukan uang taruhan.

“Setelah diamankan apakah memang ada permainan judi? Kalau tadi itu, dia bilang bahwa itu bayarannya jokinya, mungkin karena senang jokinya kemudian dia lihat uangnya itu. Kita kan telusuri terus apakah betul seperti itu.” Ucap AKBP Muhammad Rifai.,S.I.K.

Insiden kericuhan sore tadi juga tak menghentikan balapan kuda di lokasi pacuan, mengingat atas permintaan Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar dan Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar.

“Atas permintaan Bupati dan Pak Gubernur perlombaan pacuan kuda dilanjutkan. Itu pun setelah diatasi, diarahkan baik-baik dan dengan komitmen tidak ada judi.”
Jelas Kapolres Polman.

AKBP Muhammad Rifai.,S.I.K juga menyampaikan bahwa insiden kericuhan ini menjadi pembelajaran bahwa permainan seperti itu tentu tamu undangan harus menghormati kebiasaan adat istiadat wilayah setempat.

“Kita kan di sini Fanatik agama, tidak suka dengan hal-hal yang melanggar agama, apalagi judi. Jadi hormati itu. Mudah-mudahan betul bukan judi.” Tutup Kapolres Polman. 

Laporan  :  Z Ramadhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini