.

.

Jumat, 12 Oktober 2018

Kiri, Calon Balon Kades Dari Besoangin Utara
POLEWALITERKINI.NET - Hidup ini penuh dengan teka-teki, kadang membuat kita tidak mampu menjawab. begitulah gambaran perjuangan Azis (30) Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) di Desa Besoangin Utara, Kecamatan Tutar, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Azis adalah salah satu Balon Kades yang dinyatakan tidak lulus tes wawancara, karena menilai ada kejanggalan yang dilakukan oleh tim penguji pada proses seleksi, dirinya pun memasukkan sanggahan ke panitia Pilkades (Pemilihan Kepala Desa).

Bahkan ia pun telah 4 kali menyampaikan aspirasinya ke DPRD Polewali Mandar, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam 2 minggu terakhir.

Demi menghemat biaya transport, Asiz menyewa 1 kamar di rumah kost kosan di Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, selama 1 bulan penuh dengan biaya sewa Rp. 190 ribu, inisiatif itu ia lakukan lantaran tempat tinggalnya di Desa Besoangin Utara memerlukan waktu kurang lebih 7 jam ke Kota Polewali.

"Gara gara ikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) saya sudah 2 minggu menginap di kost." Cerita Azis ketika ditemui. Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurutnya, Besoangin Utara adalah desa terjauh di Kabupaten Polman, akses jalan menuju kesana pun curam dan terjal sehingga tak heran ongkos transport dari Polewali ke desa tersebut mencapai Rp. 500 ribu pulang pergi menggunakan ojek.

"Dari pada pulang balik terus mending kost kosan saja." Kata Azis.

Selain itu, kata Azis, selama mengikuti proses seleksi Balon Kades mulai pendaftaran, tes tertulis sampai tes wawancara ia telah menghabiskan biaya hampir Rp. 7 Juta, sebagian besar biaya tersebut habis untuk ongkos transport.

"Itu biaya Rp. 7 Juta dari kantong pribadi saya dan juga ada sumbangan dari keluarga." Ujarnya.

Cita cita Azis yang telah menggantungkan harapan pada Wakil Rakyat akhirnya kandas, sebab tahapan pilkades tetap dilanjutkan, sanggahan yang dilayangkan pun semuanya ditolak.

"Kita cari keadilan sama Tuhan saja, seluruh sanggahan ditolak." Ujar Azis.

Seperti diketahui, Azis memasukkan sanggahan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Polman, karena ingin mendapatkan jawaban indikator standar penilaian pada seleksi tes wawancara Balon Kades yang membuatnya tidak lulus.

Kata dia, dari 3 Balon Kades di Desa Besoangin Utara hanya dirinya tidak lulus, padahal hasil tes tertulis Azis mendapatkan angka tertinggi.

"2 orang saingan saya yang lulus satu ijazah SMP dan satunya lagi sarjana." Tutur Azis, Alumni Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) jurusan Diploma III keperawatan ini.

Laporan  :  Z Ramadhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini