.

.

Selasa, 02 Oktober 2018

Korban Gempa di Palu Dipersatukan Kembali
Perbincangan Keluarga Saat Kedua Anak itu Belum
Ditemukan
POLEWALITERKINI.NET - Zaky (11) dan Sahira (8) berlari sekuat tenaga ke perbukitan ketempat lebih tinggi ketika gempa terjadi, ia tinggal di rumah saat kedua orang tuanya berada di Kampus STAIN Palu, Sulawesi Tengah.

Ketika gempa terjadi Ayahnya panik beserta istri dan anak bungsunya (3), dia pun langsung turun dan meninggalkan mobilnya dalam keadaan On Machine, mereka berlari sekuatnya ke atas bukit untuk mengamankan diri dari Stunami.

Gempa susulan terus berdatangan, keluarganya di Polman pun sempat komunikasi dengan ibu dari ke 2 anak tersebut. Kata dia, ia tidak bersama dengan ke 2 anaknya. Atas komunikasi melalui via medsos akhirnya salah satu keluarga yang selamat melakukan pencarian.

“Sesaat setelah mengetahui tentang hal itu oleh keluarga di Polman berusaha komunikasi via telepon dan Chat medsos, dan akhirnya salah satu saudara kami yang selamat memonitor percakapan di grup keluarga, dan saya langsung perintahkan segera temukan ke 2 anak tersebut karena saat ini tidak bersama dengan orang tuanya.” Cerita Ipda Taufik kepada polewaliterkini.net.

Hasil pencarian membuahkan hasil, sekira 4 jam kemudian tepatnya pukul 22.00 Wita ke 2 anak itu ditemukan oleh Om-nya yang kebetulan mengungsi ke Perumahan Dosen, Tondo, Palu, dimana jarak antara anak-anak tersebut kurang lebih 30 KM jalur yang tak mulus penuh dengan material dan jalan retak akibat bencana.

Meski demikian, saat itu orang tuanya belum mengetahui bahwa anaknya sudah ditemukan, sarana komunikasi lumpuh. “Setelah 26 jam kami mendapat informasi via telepon saluran XL bahwa semuanya telah berkumpul kembali.” Cerita Ipda Taufik.

Dia tambahkan, Komunikasi terakhir via sms para pengungsi sekitaran perumahan dosen berjumlah ribuan orang, membutuhkan dukungan logistik, air bersih, duk kesehatan, obat-obatan, selimut, dan pakaian bekas layak pakai.

Laporan  :  Wiwin.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini