.

.

Senin, 05 November 2018

Tampak Atap Gedung Rusak Parah
POLEWALITERKINI.NET – Atap ruang kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, sudah 2 tahun bolong lantaran mengalami kerusakan parah pasca tertimpa pohon kelapa tumbang.

Meski kondisi atap ruang kelas ini bocor namun tetap digunakan dan sebagian siswa harus merasakan terik sinar matahari. Senin, 5 November 2018.

Pagi itu mulai Pukul 08.00 Wita sampai pukul 12.30 siang komite sekolah melaksanakan sosialisasi persiapan penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), namun salah satu pengurus komite sekolah yang tak mau disebutkan namanya merasa kuatir dengan kondisi sekolah.

Apalagi kata dia, saat ini musim hujan telah tiba sehingga kondisi bangunan jika terus menerus terkena air bisa saja dindingnya rapuh dan roboh mengancam keselamatan siswa.

"Kami sebagai komite sudah mengambil langkah dengan menyampaikan ke Diknas juga menyurati bapak Bupati tetapi belum juga ada realisasi." Ungkapnya.

Menurutnya, ruang belajar yang atapnya bocor tersebut terpaksa digunakan karena sekolah masih kekurangan ruang belajar.

"Andai kata sekolah kami tidak kekurangan ruangan belajar mungkin masih bisa tetapi ini sudah lokasi full." Jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Guru Agama sekaligus merangkap staf bagian sarana dan prasarana SMPN 1 Anreapi, Ahmad Yani mengungkapkan, ruang kelas yang atapnya bolong ini awalnya adalah ruang laboratorium siswa tetapi karena ruang belajar tidak cukup akhirnya digunakan menjadi kelas VII.

"Jadi selama ini kalau hujan turun, anak anak pasti membersihkan kelasnya." Jelas Guru Agama sekaligus merangkap staf bagian sarana dan prasarana SMPN 1 Anreapi, Ahmad Yani.

Selain itu, kata Ahmad Yani, upaya untuk mengganti atap yang bocor sudah dilakukan kepala sekolah dengan menghadap dan berkoordinasi ke Dinas Pendidikan meminta bantuan namun belum direspon.

"Kurang tahu juga apa alasannya pak Kepala Sekolah tidak gunakan dana BOS biayai perbaikan atapnya, tapi yang jelas rusakmi plafon karena sering kena air." Ujar Ahmad Yani.

Bahkan, Ahmad Yani menuturkan bocornya atap kelas selama kurang lebih 2 tahun mengakibatkan aktivitas belajar siswa juga ikut terganggu sebab jika hujan  turun  para siswa akan sibuk mengepel ruang belajarnya sebelum ditempati.

"Biasa kita pakai baliho tutupi atap bocor tapi tidak tahan robek ji lagi, masih mending kalau tidak sementara anak anak belajar hujan turun." Jelas Ahmad Yani.

Ahmad Yani menambahkan, saat ini siswa di SMPN 1 Anreapi berjumlah 282, ia memperkirakan biaya perbaikan plafon ditambah rangka baja mencapai Rp. 5 juta.

"Di kelas VII yang atapnya rusak itu, ada 30 siswa yang belajar." Tuturnya.

Laporan  :  Z Ramdhana


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini