.

.

Kamis, 17 Januari 2019

Muh. Ardiansyah Pemain Timnas Takraw Indonesia
POLEWALITERKINI.NET – Dalam ajang turnamen sepak takraw Pulleme Cup III  sejumlah atlet takraw lokal mulai melakukan pertandingan eksebisi bahkan melibatkan pemain takraw asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, di Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman. Senin, 14 Januari 2018.

Kali ini kehadiran atlet sepak takraw Pinrang, menggandeng kapten sepak takraw putra tim nasional (Timnas) Indonesia di Asian Games, Palembang, Sumsel, 2018 lalu, yaitu Muhammad Ardiansyah, dan saat itu timnya berhasil menyabet satu medali emas, satu perak dan dua perunggu.

Salah satu Panitia Pulleme Cup, Maaruf mengatakan, pertandingan takraw yang diadakan saat ini hanya bersifat persahabatan untuk mengasah skill dan stamina sebelum menuju ke pertandingan sesungguhnya di turnamen pulleme cup III.

"Pemain yang bertanding ini berasal dari Pinrang dan Polman karena ini baru pra turnamen, rencananya kita akan mengundang atlet takraw dari wilayah Sulselbar di turnamen pulleme cup nanti." Kata Maaruf saat ditemui. Senin, 14 Januari 2018.

Di tempat yang sama, atlet timnas sepak takraw Indonesia, Muhammad  Ardiansyah yang juga berasal dari Kabupaten Pinrang mengungkapkan, kehadiran dirinya hanyalah sebagai tamu undangan, untuk memotivasi atlet takraw lainnya meraih prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional.

"Saya dari Pinrang sebagai tamu, kebetulan saya dikenalkan panitia sama teman juga." Jelas Atlet timnas sepak takraw Indonesia, asal Pinrang, Muhammad  Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, di asian games lalu di Palembang, dirinya merupakan  bagian dari timnas sepak takraw indonesia berposisi sebagai feeder atau pengumpan, ia tertarik menghadiri undangan masyarakat Matakali lantaran tak dapat membendung hobbynya pada permainan bola yang terbuat dari rotan ini.

"Atlet timnas takraw putra dari Sulsel itu ada 5 orang dengan pelatih yang mewakili indonesia kemarin di asian games, saat itu kami sumbang 4 medali, yakni 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu."
Ungkap Ardiansyah.

Selain itu, atlet timnas takraw kelahiran tahun 1994 ini menuturkan medali emas sepak takraw yang diperolehnya berasal dari nomor kuadran, kemudian medali peraknya diraih dari nomor beregu putra sementara 2 medali perunggu didapatkan dari tim regu dan double event tim.

"Kampung kelahiran saya itu di kecamatan Mattiro Bulu, Pinrang." Ujar Muh Ardiansyah.

Dia menambahkan, sejak umur 9 tahun dirinya sudah mulai tertarik menggeluti olahraga sepak takraw, bahkan berkat ketekunannya berlatih pada tahun 2014, pertama kalinya terpilih mewakili Kabupaten Pinrang di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulsel, yang dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng. 

“Bakatnya mulai terlihat saat itu, setelah ia dan rekannya sesama atlet takraw berhasil mengharumkan tanah kelahirannya dengan menyabet medali emas.” Katanya.

Seiring prestasinya, karir Ardiansyah pun mulai menanjak, namanya pun tercatat sebagai atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Sulsel, tak lama berselang rekrutmen dari PB Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) memintanya untuk mengikuti seleksi di training center (TC) Sukabumi, Jawa Barat, untuk persiapan asian games Palembang.

Dia pun menjalani TC selama delapan bulan bersama 40 lebih atlet takraw dari daerah lain, kemudian dari hasil seleksi namanya pun masuk dari 12 atlet putra dan 12 putri yang mewakili timnas takraw di asian games.

"Saya berharap dengan datangnya pemain tim nasional dapat menghidupkan hegemoni masyarakat  supaya menumbuhkan kecintaannya terhadap olahraga takraw di sini." Kata Ardiansyah.

Laporan  :  Achmad Gazali

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini