Iklan


 

Misteri Pengadaan Bibit Kakao di Polman, CV Khaerul Azzam Hanya Penangkar Bukan Penyedia

Senin, 16 Februari 2026 | 21:33 WIB Last Updated 2026-02-16T13:33:25Z

Ratusan bibit kakao bantuan mati di Desa Paku Kecamatan Binuang. (Foto/video: Ahmad Gazali).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Misteri ratusan bibit kakao mati berlabel CV Khaerul Azzam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya terjawab.


TERKAIT: Ratusan Bibit Kakao Bantuan Mati di Binuang, Ditaruh Di Pinggir Jalan Dekat Selokan


Direktur CV Khaerul Azzam, Syarifuddin mengungkapkan, bibit kakao tersebut memang berasal dari penangkarannya, Namun bibit kakao miliknya tersebut dibeli oleh Andi Ashar yang berdomisili di Kecamatan, Wonomulyo, untuk dibagikan ke petani.


"Jadi begini bibit kakao saya itu dibeli oleh Andi Ashar, dibelikan Rp. 12.000 per bibit, Andi Ashar beli 9000 bibit, ditambah bibit cadangan 1000." Ujarnya, melalui telepon, Senin 16 Februari 2026.


Syarifuddin menjelaskan, jumlah 40.000 bibit yang tercantum di label warna biru bibit kakao dari penangkarannya bukanlah menunjukkan jumlah pengadaan, melainkan jumlah sertifikasi bibit kakaonya.


"Wajar lah ada bibit mati karena ada refleksi atau bibit cadangan 1000, di label tertera 40.000 itu jumlah sertifikasi bibitnya, bukan jumlah pembelian Andi Ashar." Terangnya. 


Syarifuddin, membeberkan, dirinya memang yang punya bibit kakao, Namun ia hanya sebagai pemilik perusahaan penangkar bibit bukan sebagai penyedia bibit.


"Memang saya punya bibit, tapi bukan saya penyedianya, saya cuma tau namanya Andi Ashar yang beli, dibelikan per bibit Rp 12.000." Pungkasnya. 


Redaksi mencoba mengonfirmasi terkait pengadaan bibit kakao tersebut ke Andi Ashar melalui akun WhatsApp nya, Namun sampai saat ini belum ada jawaban.


Laporan : Ahmad Gazali/Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Misteri Pengadaan Bibit Kakao di Polman, CV Khaerul Azzam Hanya Penangkar Bukan Penyedia

Trending Now

Iklan

iklan