***...***

Minggu, 09 Februari 2020

Sebelum Ke Pos Polisi Pelaku Bersama Korban
Belanja di Alfamidi Pekkabata
Korban Ditemukan di Pos Polisi, Pelaku Ditangkap di Majene
Pelaku Diinterogasi Polisi di Mapolres Majene
POLEWALITERKINI.NET – Penemuan seorang wanita yang bersimbah darah. Minggu, 09 Februari 2020 sekira pukul 05.30 Wita di Desa Rea Timur, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, berawal dari salah seorang warga penjual nasi kuning.

Menurut Kapolsek Binuang, IPTU Syaiful Besar, lokasi penemuan wanita muda bersimbah dara tepatnya di Pos Polisi Lalu Lintas yang sudah lama tak terpakai. Sebelumnya korban tak dikenali berteriak meminta tolong.

“Ceritanya sekitar pukul 05.30 Wita Ibu SARCE beranjak menjual nasi kuning di samping Pos Lantas namun mendengar suara teriakan, usai itu melihat korban terbaring sambil berteriak lalu dia memanggil SERTU TALULANGI untuk mengecek korban dan melaporkan ke Polsek Binuang.” Kata Kapolsek Binuang, IPTU Syaiful Besar.

Dia menambahkan, saat ditemukan korban mengalami Luka pada bagian kepala, bengkak wajah  lebam. Selain itu menemukan, Helm, kantongan Alfamidi berisi kerupuk, Jilbab abu abu, Parfum merk posh dan tali rapiah sekitar 2 meter.

Di tempat terpisah Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K mengatakan, tim gabungan Reskrim, Intel dan Polsek Binuang langsung melakukan olah TKP setelah mendapatkan laporan warga menemukan wanita mudah bersimbah darah.

“Setelah ada kejadian kita ke TKP dan mulai melakukan penyelidikan dengan mencari identitas korban dan membuahkan hasil bahwa dia adalah warga Majene. Pendalaman pun kita lakukan hingga mendapatkan 1 nama yang tak lain adalah pacarnya sendiri.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

BERIKUT VIDIO PENEMUAN WANITA MUDA BERSIMBAH DARAH:


Polisi kemudian mencium pergerakan pelaku masih berada di wilayah hukum Polres Polman, namun posisinya berpindah-pindah tempat. sekira 11 jam dilakukan pengejaran atau pencarian polisi mendapatkan informasi bahwa pelaku memasuki wilayah hukum Polres Majene.

Berdasarkan informasi itu tim Reskrim Polres Polman berkoordinasi dengan Tim Passaka Polres Majene mengenai identitas terduga pelaku. Hasilnya pelaku pun ditangkap di rumahnya.

“Sekitar pukul 16.30 Wita kita berhasil mengamankan MUH RESTU BASRI alias RESTU (22), pekerjaan supir, warga Pappota, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene. Dia diduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal Dunia.” Ungkap Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Menurut AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K. motif penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa IRMAYANTI (Korban) karena pelaku MUH RESTU BASRI tidak menerima perkataan korban yang akan melapor ke orang tua pelaku jika tak nikahi.

“Sebenarnya motif pelaku melakukan penganiayaan, dia tidak mau menikahi cewek tersebut. Cewek ini (Korban) minta dinikahi kalau tidak mau dia akan melaporkan ke Bapak pelaku, sementara sipelaku ini juga memiliki anak istri.” Jelas Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Dari keterangan pelaku, melakukan penganiayaan terhadap korban IRMAYANTI yang mengakibatkannya meninggal dunia di Pos Polisi Lalulintas Polres Polman Desa Rea Timur, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman sekitar pukul 04.30 wita.

“Pelaku menganiaya sekitar adzan masjid subuh menggunakan sebatang Balok Kayu ukuran 5 x 5 cm dengan panjang kurang lebih 70 Cm dan memukul dengan tangan kosong sebanyak 3 kali di bagian mata kanan, dan Kepala belakang.” Kata AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Sementara menurut pelaku MUH RESTU BASRI, dia bersama korban IRMAYANTI bergerak dari Kabupaten Majene. Sabtu malam, sekira pukul 11.30 Wita menuju Kabupaten Polman dengan menggunakan sepeda Motor Yamaha Jupiter MX warna hitam kombinasi merah dan Putih tampa Nopol.

“Perjalanan ke Polman rencananya ke Makassar, dalam perjalanan singgah di Penjual buah tepatnya di Labasang dekat kuburan, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Polman. Saya sempat tertidur 3 jam sebelum dibangunkan, kata korban pindahki karena dingin sehingga kami lanjutkan perjalanan." Cerita MUH RESTU BASRI dihadapan polisi.

Pelaku, Balok, Helm Korban dan Plastik Alafamidi
Selanjutnya pada pukul 02.30 wita pelaku dan korban melanjutkan perjalananya menuju ke Pos Polisi Lantas Polres Polman, Desa Rea Timur, namun sempat singgah berbelanja di Alfamidi, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Polman.

“Kita singgah Alfamidi Pekkabata karena, korban meminta singgah membeli air es, dan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Makassar, namun singgah di Pos Polisi Rea.” Jelas MUH RESTU BASRI.

Dia pun mengakui bahwa telah menjalin hubungan asmara dengan korban selama 6 tahun. Bahkan lebih dahulu mengenal korban dari istri sahnya. Niat menganiaya korban karena akan dilaporkan kepada orang tuanya.

"Saya selalu diancam kalau tidak selesai, akan melapor kepada orang tua saya." Ungkap MUH RESTU BASRI.

Di depan Polisi pelaku juga mengaku bahwa sebelum masuk di ruangan pos polisi korban bertanya mau tidur dimana.

"Korban bertanya mau tidur dimana, sehingga saya sarankan di dalam pos kosong. Kita masuk lewat jendela pos polisi." Kata MUH RESTU BASRI kepada polisi.

Lebih lanjut, bahkan korban juga yang membersihkan ruangan itu saat di dalam pos. Dan saat dia tertidur saya keluar mencari kayu dan memukulnya pada kepala bagian belakang 3 kali.

"Dia sendiri yang membersihkan ruangan pos polisi itu, saat dia tertidur saya keluar mencari potongan kayu balok dan masuk memukul kepala bagian belakan korban sebanyak 3 kali." Ungkapnya.

Setelah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia selanjutnya terduga pelaku Menuju ke Penjual Buah di Labasang, dan sekitar pukul 07.00 wita pelaku kembali ke TKP untuk mengecek keberadaan Korban namun sudah tidak menemukannya.

“Karena saya tidak menemukannya saya kembali ke Polewali dan pada saat berada di Pertamina Polewali melihat Ambulance melintas menuju ke RSUD lalu mengikuti Ambulance tersebut, setelah itu meninggalkan RSUD dan sekitar pukul 15.30 Wita ia meninggalkan Polman menuju Majene.” Katanya.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K menambahkan, bahwa atas perbuatannya pelaku bakal dijerat dengan Pasal 354 ayat (2) Barang siapa sengaja melukai berat orang lain berakibat kematian diancam dengan pidana penjara 10 tahun Subsider Pasal 351 ayat 3.

Laporan  :  Z Ramadhana


Kamis, 06 Februari 2020

Pelaku dan Barang Bukti Diamankan Polisi
Tengah, Kasat Narkoba Bersama Anggota
Perlihatkan Barang Bukti
Ketiga Pelaku Dibekuk Polisi
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Reserse Narkoba Kepolisian Resort Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, kembali menyelamatkan anak bangsa dengan menangkap 3 pelaku dan mengamankan sekira 351 gram Narkotika jenis shabu. Kamis (06/02/2019).

Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto.,S.H kepada wartawan mengatakan, tim Reserse Narkoba Polres Polman, berhasil bekuk 3 orang diduga pelaku Narkoba. Dari tangan ketiganya polisi berhasil menyita sekira 351 gram shabu.

“Pada hari Rabu, 05 Februari 2020 sekitar pukul 23.50 Wita kita melakukan penangkapan terhadap HASAN bersama SAPPE di Dusun Lelo, Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.” Jelas Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto.,S.H.

Kemudian petugas narkotika selanjutnya melakukan penggeledahan badan dan rumah, hasilnya menemukan 2 sachet plastik bening yang diduga berisikan narkotika jenis shabu shabu yang belakangan diakui melik pelaku Hasan.

Tak hanya melakukan penggeledahan di rumah Hasan, polisi juga menyasar rumah Sappe di Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polman, dan menemukan 6 sachet plastik yang diduga berisikan narkotika jenis shabu shabu.

“Setelah kita mengetahui dan menemukan barang haram tersebut, selanjutnya Sappe mengakui bahwa miliknya yang diperoleh dari Yamin yang beralamat di Desa Rappang Barat, Kabupaten Polewali Mandar.” Ungkap Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto.,S.H.

Menerima informasi itu, petugas pun melanjutkan pengejaran ke Desa Rappang Barat. Dan pada pukul 03.00 Wita Yamin tertangkap di rumahnya.

“Setelah Yamin kita tangkap langsung dilakukan penggeledahan rumah dan menemukan 5 sachet plastik besar dan 10 sachet plastik kecil yang diduga berisikan narkotika jenis shabu - shabu.” Kata Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto.,S.H.

Kini ke 3 pelaku dan Barang Bukti sudah diamankan di ruangan tahanan Satuan Reserse Narkoba Polres Polman. Selain itu pihak Kepolisian masih terus melakukan pengejaran dan pengembangan terhadap jaringan pelaku.

Laporan  :  TIM


Rabu, 05 Februari 2020

Enam Orang Diduga Begal Dibekuk Polisi
Barang Bukti Diamankan Polisi
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Reskrim Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sektor Binuang, berhasil menangkap 6 orang diduga pelaku “BEGAL” dengan cara mengancam melakukan pengrusakan. Dari pelaku juga terungkap kasus pencurian dio SMK Paku.

Kapolsek Binuang, IPTU Syaiful Besar melalui Kanit Reskrim, IPDA Irman Setiawan.,S.H.,M.H kepada wartawan mengatakan, pihak kepolisian berhasil menangkap 6 orang pelaku diduga “BEGAL”. Senin, 03 Februari 2020.

“Dibekuk sekitar pukul 23.00 wita di Dusun Rea Timur, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman. Kita amankan 6 orang beserta Barang Bukti atas terjadinya pengrusakan dengan cara Begal.” Kata Kapolsek Binuang, IPTU Syaiful Besar melalui Kanit Reskrim, IPDA Irman Setiawan.,S.H.,M.H.

Dari 6 orang pelaku yakni, inisial PC (16), Pelajar. RZ (18), Pelajar. JW (20), Pelajar. AD (25),  DD (20), kesuamanya beralamat di Pangaparang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Sementara 1 lagi yakni, IW (19), Pelajar, beralamat di Dusun Dongi, Desa Paku, Binuang, Polman.

Aksi “BEGAL”ini terungkap setelah salah seorang warga bernama Darwan (42), Pekerjaan Nelayan, Warga Desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, melintas dan melaporkan peristiwa itu di Mapolsek Binuang.

“Sekitar pukul 23.00 wita korban melintas di jalan poros Polewali - Binuang di Dusun Rea Timur, Desa Rea, Kecamatan Binuang dihadang 3 motor saling berboncengan, bahkan ada membawa sebuh celurit.” Kata Kanit Reskrim Polsek Binuang, IPDA Irman Setiawan.,S.H.,M.H.

Tak hanya itu, pelaku yang membawa celurit bermaksud menghentikan korban, karena terus melaju akhirnya pelaku yang lain memukul pintu kiri mobil mengakibatkan kerusakan. Merasa terancam korban langsung menuju ke Polsek Binuang.

“Polisi yang menerima laporan ini melakukan pengejaran di TKP dan berhasil kita tangkap 1 orang dan saat melakukan pengembangan pelaku lain berhasil diamankan. Bahkan dari 1 orang pelaku mengaku telah melakukan pencurian kamera merek sony di SMK PAKU.” Ujar Kanit Reskrim Polsek Binuang, IPDA Irman Setiawan.,S.H.,M.H.

Kini para pelaku sudah diamankan di Mapolres Binuang, selain itu pihak penydik Kepolisian juga telah mengamnkan Barang Bukti (BB) 1 buah Celurit yang digunakan pelaku dan 2 unit kendaraan roda dua.

Laporan  :  Z Ramadhana

Sabtu, 01 Februari 2020

Tampak Ibu Mastia dan Ibu IDA Dimintai
Keterangan Oleh Polisi
POLEWALITERKINI.NET – Berkaitan dengan berita yang beredar di Media Sosial (Medsos) diantaranya Facebook dugaan penculikan anak di bawah umur. Kamis, 30 Januari 2010 di Desa Tamangalle, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, ternyata tidak benar alias hoax.

Kejadian ini berawal pada hari. Kamis, 30 Januari 2020 Sekitar pukul 08.30 Wita Pihak Kepolisian Polsek Tinambung mendapat laporan bahwa telah terjadi dugaan Penculikan anak dan sudah beredar luas informasinya di Sosial Media.

Untuk mengantisipasi terjadinya keresahan warga di Pimpin Kapolsek Tinambung IPTU RUSTAM ABDUL GANI,SH mendatangi kantor Desa Tamangalle dan memanggil dan menjemput Korban dugaan Penculikan dan saksi yang melihat langsung kejadian itu.

VIDIO PENGAKUAN IBU MASTIA :

Polisi pun mengindentifikasi dugaan korban penculikan, yakni inisial AF (8), Pelajar SD Inpres 033 Tamangalle. Sementara saksi yang melihat langsung, yakni MASTIA Alias TIA Binti SA'DIRI (29), URT, alamat Desa Tamanggale, Kecamatan Balanipa.

Petugas selanjutnya melakukan pendalaman, sekitara pukul 12.00 Wita Kapolsek Tinambung IPTU RUSTAM ABDUL GANI SH bersama Kasat Reskrim AKP SYAIFUL ISNAINI.,S.E.,S.I.K dan Kanit Intel IPDA HASPAR.,SH menggali informasi dengan metode wawancara kepada ibu MASTIA.

Dari hasil keterangan MASTIA Alias TIA terungkap jika dirinya merasa cemas dengan informasi penculikan anak di Media Sosial, sehingga saat mengantar adiknya ke sekolah bersama dengan anaknya yang berumur 5 tahun tergiring melihat salah seorang ibu yang bermaksud mengantar anak itu ke sekolah bahwa itu dugaan penculikan anak.

“Saat pulang dari mengantar adik  ke sekolah, saya hendak belok ke kanan tiba tiba ada seorang pengendara datang dari arah belakang dengan menggunakan sepeda motor dan berjarak 15 M pengendara tersebut singgah dan mengambil anak sekolah yang sementara berjalan kaki.” Jelas Mastia di depan Polisi.

Alasan melihat kejadian itu Mastia kemudian curiga dan mengikuti orang dan mengambil anak itu kemudian mengantarnya ke rumahnya di Desa Tamangalle. Selanjutnya dia Kembali ke sekolah anak tersebut.

“Saya ke Sekolah kembali menyampaikan kepada gurunya bahwa salah satu murid SD Inpres 033 tamangalle saya ambil di pinggir jalan  dari  penguasaan si  pengendara yang tidak di ketahui identitanya.” Ungkap Mastia.

Selain itu dia menyebut ciri-ciri seorang perempuan, tinggi, besar, menggunakan jilbab hitam terusan, helm standar, dan motor Yamaha NMAX  berwarna abu abu putih, setelah menjelaskan hal tersebut kepada pihak guru Mastia kembali kerumahnya.

Tak hanya itu Mastia mengakui kesalahannya di karenakan maraknya berita penculikan anak melahirkan suatu pemikiran bahwa seorang pengendara yang menjemput anak sekolah di jalan kemungkinan adalah penculik anak.

“Dia mengakui kesalahanya dan MASTIA Alias TIA Bin SA'DIRI membuat testimoni/klarifikasi melalui video di sosial media permohonan maaf atas pemberitaan dugaan penculikan anak di desa Tammangalle yang belum jelas kebenarannya.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

VIDIO KLARIFIKASI IBU MASTIA :

Berita bohong penculikan ini semakin terang, alasannya pada hari yang sama sekitar pukul 21.00 Wita Kepala Desa Lekopaddis, MUDIR datang ke Polsek Tinambung dengan mengantar salah satu kemanakannya berinisial IDA (29), Karyawan salah satu Bank di Campalagian.

Didepan polisi dia mengklarifikasi beredarnya berita di Sosial Media perihal dugaan penculikan anak di Desa Tamangalle, karena berdasarkan foto anak yang beredar tersebut sama dengan  anak yang saya ambil di pinggir jalan dan mengantar kesekolahnya di SD impres 033 tamangalle.

Kata dia, berangkat dari rumahnya di Lingkungan Lekopadis menuju ke kantornya sebagai Karyawan Bank di Campalagian dengan menggunakan sepeda motor Yamahan NMAX berwarna putih mutiara dan menggunakan jaket berwarna merah,celana kain berwarna hitam, jilbab hitam dan menggunakan helm standar.

Kemudian lanjut dia, dalam perjalanan  tepatnya di desa Tamangalle pinggir jalan poros dekat jembatan melihat anak berjalan kaki berpakaian seragam sekolah SD dan menghampiri anak tersebut.

“Saya menghentikan motor dan bertanya "'mauki pergi sekolah?" namun anak itu hanya mengangguk, lalu kemudian anak naik di atas sepeda motor dan selanjutnya di antar ke sekolah yang jaraknya kurang lebih 100 meter dan setelah tiba di sekolah anak ini turun dari motor dan masuk ke dalam sekolah dan saya lanjutkan  perjalanan menuju kantor di Campalagian.” Jelas IDA di depan Polisi.

Ibu IDA Menceritakan Kejadian Sebenarnya di Depan Polisi

Atas kejadian ini Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K mengimbau dan berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak gampang mempercayai vidio, gambar atau berita yang tidak jelas.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita yang marak di media sosial yang belum tentu kebenarannya (Hoax).” Harap Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Laporan : Sukriwandi

BNNK TangkapTiga Pelaku Diduga Narkoba
POLEWALITERKINI.NET – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Polman bersama anggota unit Intel Kodim 1402/Polmas bekuk 1 pria dan 2 wanita karena diduga terkait dengan peredaran narkoba jenis shabu-shabu. Minggu (02/02/2020).

Kepala BNNK Polman, Syabri Syam mengatakan, awalnya BNNK bersama intel kodim bekuk 2 Orang pelaku yang diduga pengedar (Kurir) Narkoba jenis Shabu-Shabu di Alun-Alun, Kecamatan Wonomulyo, Polman, pada hari Minggu (26/01/2020).

Dipimpin Kasi Pemberantasan BNNK Polman, IPTU Sigit Nugroho S. Sos selanjutnya melakukan pengejaran dan pengembangan dan kembali berhasil menangkap 1 orang pelaku di wilayah Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman.

“Kita tangkap 2 orang di Alun-alun Wonomulyo selanjutnya pengembangan terhadap kedua pelaku dan didapatkan informasi bahwa 2 Paket sachet kecil yang diduga Narkotika jenis Shabu diperoleh dari Sahabuddin alias Gondrong yang beralamat di Desa Segerang.” Ungkap Kepala BNNK Polman, Syabri Syam.

Tak kehilangan target selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di rumah sahabuddin dan berhasil menangkap Nurdin (33 yang sedang menggunakan shabu-shabu dengan barang bukti 1 (Satu) buah alat isap shabu (Bong).

Tak hanya amankan 1 orang pelaku, petugas juga menyita bungkusan sedang berisikan plastik sachet, satu buah sajam (badik) dan 1 unit roda dua merk Yamaha MX. Namun sayangnya Sahabuddin berhasil meloloskan diri dengan cara meloncat melalui jendela rumahnya.

Dia tambahkan, dari tersangka Agustina (26), Pekerjaan Swasta, Desi (23), Pekerjaan Swasta dan ditemukan 2 (Dua) Paket sachet kecil diduga berisikan Narkotika jenis Sabu-Sabu dan 1 (Satu) Unit roda dua Merk Honda Scopy yang kemudian disita petugas.

Laporan : Zaenal


Empat Tersangka Dugaan Korupsi Tahap II
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kembali melimpahkan kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Polewali.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K melalui Kanit Tipikor, IPTU Mulyadi.,S.H.,M.Si mengatakan, pihaknya telah melimpahkan 4 orang tersangka dan Barang Bukti (BB) ke Kejaksaan Negeri Polewalipada hari Selasa t21 Januari 2020.

“Di ruangan Pidsus Kejaksaan Negeri Polewali Mandar kita serahkan Tersangka dan Barang Bukti (TAHAP II). Kempatnya yakni,  ANDI MUNAJAD HASSAN selaku Kepala Sekolah periode 2015 s/d 2016, YUSNAENI selaku Bendahara periode September 2015 s/d April 2016, MUHAMMAD SIDIQ selaku Bendahara periode Januari s/d September 2015 dan NIRMALASARI selaku Operator Dapodik.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K melalui Kanit Tipikor, IPTU Mulyadi.,S.H.,M.Si.

Kata dia kasus ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang bersumber dari Dana APBN TA. 2015 dan periode Januari - April 2016 serta Dana BOMM / SSM (Bantuan Operasional Manajemen Mutu / Subsidi Sekolah Menengah) yang bersumber dari Dana APBD Kabupaten Polman TA. 2015 yg dikelola oleh SMK DDI Polewali, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman.

Laporan  :  Tim

Polisi Amankan TKP, Tampak Pelaku dan Korban
Tampak Pelaku dan Korban
Sajam dan Batu Bata
POLEWALITERKINI.NET – Seorang pria bernama SYAFRUDDIN (57), warga Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Wattang, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, mengalami luka robek di kepala akibat ditikam oleh kerabatnya sendiri. Sabtu malam (02/02/2020)

Kejadian ini sekira pukul 19.30 Wita di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali. Diduga pelaku penikaman SUDIRMAN (50), warga Jalan  H. A. Depu 114, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Polman.

“Akibat penganiayaan dengan menggunakan Badik SYAFRUDDIN mengalami mengalami luka Robek pada bagian kepala belakang sebelah kiri.” Kata Salah seorang warga yang minta namanya tidak disebutkan.

Menurut Kapolsek Polewali, AKP Syamsurijal., S.Pd.,MH, kejadian ini berawal dimana pelaku SUDIRMAN mendatangi rumah korban SYAFRUDDIN di Jalan Cumi-cumi dengan maksud meminta kembali badik miliknya yang sebelumnya diambil oleh Korban.

“Ini bermotif ada masalah Badik dia pinjam sama pelaku, tapi pelaku minta itu badik tapi tidak dikembalikan. Terus ini yang korban dia bilang nanti besok saya kasi kembali, setelah itu mereka pulang namun ternyata mereka ketemu lagi di tempat pengisian bensin Pertamini.” Kata Kapolsek Polewali, AKP Syamsurijal., S.Pd.,MH.

Pelaku pun saat itu menghampiri korban dan langsung memukulnya sebanyak 1 kali pada bagian wajah korban, kemudian korban membalas dengan cara memukul pelaku pada bagian kepala dengan menggunakan Batu Merah.

Akibat peristiwa tersebut pelaku mengalami luka pada bagian kepala sebelah atas, selanjutnya Pelaku mengeluarkan dan mencabut sajam Jenis Badik yang ada di pinggang sebelah kiri kemudian menusuk korban pada bagian kepala.

Kasus kini dalam penanganan penyidik kepolisian Polsek Polewali, sementara pelaku bersama Barang Bukti (BB) telah diamankan.

Laporan  :  Sukriwandi

BERIKUT VIDIONYA :




PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini