***...***

Kamis, 12 Desember 2019

Pelaku dan Barang Bukti Shabu
POLEWALITERKINI.NET – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, kembali berhasil menangkap 3 orang pelaku Narkoba dan menyita shabu seberat 49,40 gram atau sekira 1 Bal.

Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto.S.Sos.SH kepada media mengatakan, awalnya pihak Kepolisian berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 orang. Kamis, 12 Desember 2019 sekira pukul 03.00 Wita.

“Awalnya kita tengkap Suprapto Alias Anto (38), warga Dusun II Galeso Utara, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Polman, bersama Muh Alpian Alias Pian (18), warga Capakala, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulsel, di BTN Puri Rea Indah Blok E No 3 Desa Duampanua, Kecamatan Matakali, Polman. Dari penggeledahan rumah dan badan ditemukan 1 sachet besar diduga narkotika jenis shabu.” Kata Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto.S.Sos.SH.

Barang haram seberat 49,40 gram atau sekira 1 Bal diakui Suprapto alias Anto (38), bahwa shabu tersebut milik Jalauddin Alias Bapak Ikbal (41), warga Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Polman, Sulawesi Barat.

“Setelah dilakukan interogasi terhadap Suprapto Alias Anto (38), mengaku barang tersebut adalah milik Jalauddin Alias Bapak Ikbal (41), kemudian petugas melakukan pengejaran dan berhasil dibekuk pada pukul 07.00 wita di rumahnya di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman.” Jelas AKP Yan Kasmariyanto.S.Sos.SH.

Hasil interogasi polisi terhadap Jalauddin Alias Bapak Ikbal, dia membenarkan bahwa barang haram itu miliknya yang kemudian diketahui dia peroleh dari Basri yang beralamatkan di Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.

Tak mau kehilangan target operasi pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Polewali Mandar bersama tim kembali melakukan pengembangan ke Wilayah Hukum Polres Sidrap, Sulawesi Selatan, namun buruan polisi ini yang di sinyalir merupakan Bandar atau pemilik barang melarikan diri.

Laporan  :  Sukriwandi


Jumat, 08 November 2019



POLEWALITERKINI.NET – Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) mengunjungi Kabupaten Polman, agenda utama kunjungan kerjanya kali ini diantaranya meninjau perkembangan Agro Tekno Park (ATP) di Desa Nepo serta melakukan panen kedelai di Desa Kebum Sari, Kecamatan Wonomulyo. Senin, 28 Oktober 2019 lalu.

Rombongan pejabat Batan tersebut dipimpin langsung Kepala Batan Prof. Dr, IR, Anhar Riza Antariksawan didampingi Kepala Pusat Isotop dan Radiasi Batan, Totti Tjiptosumirat.

Kabupaten Polman dikunjungi lantaran menjadi salah satu dari tiga kabupaten di Indonesia yang dipilih oleh Batan untuk mengembangkan benih unggul varieras mutiara 1 berbiji besar hasil pemuliaan Batan yang dimulai sejak tahun 2015

Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan ditemui di lokasi panen kedelai mengatakan ATP Polman perkembangannya sungguh luar biasa yang bisa dikatakan sudah menjadi suatu daerah tekno park khusus di bidang agro, Kata dia, capaian itu ditandai dengan banyaknya usaha agro  pemula berbasis teknologi yang merujuk ke tekno park.

"Baru 5 tahun lalu kita mulai program tapi capaiannya sudah bagus, tentu saya kira, semua ini berkat dukungan semua pihak baik masyarakat maupun Pemda." Ujarnya.

Selain itu, Anhar Riza mengungkapkan kerjasama yang selama ini terbangun tetap akan dilanjutkan hanya saja pola kerjasamanya sedikit berbeda dengan lebih  mengharapkan lagi partisipasi aktif dari daerah. 

"Untuk teman teman yang akan melatih  di sini, teknologi yang kita miliiki masih akan kita transfer dari sini." Jelasnya.

Lebih lanjut, Anhar Riza juga menuturkan akan mendorong lebih banyak lagi pengusaha pemula berbasis teknologi dalam hal ini teknologi pertanian, sebab sambung Anhar, tujuan dari program tersebut untuk kesejahteraan masyarakat seluas luasnya.

"Mungkin nanti teman teman lebih banyak supervisi disini, nanti banyak prigram diciptakan sendiri di ATP." Tambahnya.

Dia juga menyampaikan rencana kerjasama kedepan di luar bidang pertanian yakni pada sektor kesehatan, Namun untuk saat ini  dipriotaskan mempertahankan keberlanjutan kerjasama dengan Pemkab Polman.

"600 ton kebutuhan kedelai setiap bulannya dari ATP dengan hasil panen seperti ini tentu bisa menyuplai seperempatnya, Jelas hal ini lebih butuh lagi partisipasi masyarakat untuk mulai menanam kedelai." Kata Anhar Riza.

Dia juga menambahkan masyarakat harus bangga menggunakan kedelai hasil panen sendiri karena kedelai indonesia sudah dibuktikan  kandungan proteinnya jauh lebih bagus dibanding kedelai impor.

"Ini kan bisa ditanam di sela sela kita nanam padi lalu kedelai kemudian tanam padi lagi, dengan lahan makin luas kita bisa memenuhi kebutuhan sendiri, karena tujuan pemerintah ingin mandiri di bidang Padi, Jagung dan Kedelai ( Pajale,)." Imbuh Anhar.

Ditempat yang sama, Kepala Balitbangren Polman, Darwin Badaruddin berharap keberlanjutan kerjasama dengan Batan, hanya saja pola kerjsama yang dilakukan difokuskan pada pengembangan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang lebih kepada upaya peningkatan produktivitas petani.

"Yang harus dibekali ialah penyuluh dan tenaga pertanian, dan juga bagaimana mengubah pola pikir petani khususnya di musim kemarau untuk menanam palawija terutama kedelai." Tandasnya.

Laporan  :  Achmad Gazali
Kiri, Andi Masri Masdar dan Ketua AMP Dedi Irawan
Serta Ketua Panitia Amal
Andi Masri Masdar Bersama Sejumlah Awak Media
POLEWALITERKINI.NET – Angkatan Muda Palili (AMP) bakal gelar ferstival Tellubang'ngi bersama palili, artinya 3 malam bersama palili yang akan di laksanakan di Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Ketua Panitia Festival Tellubang'ngi bersama Palili Amal mengatakan, persiapan pelaksanaan event tersebut sudah mencapai 75 persen. kegiatan ini akan di isi berbagai kegiatan seni tradisonal Palili sudah siap untuk tampil.

"Festival ini akam diawali dengan pelantikan Pengurus AMP, kemudian masuk pada kegiatan tari tradisional dan kegiatan lainnya seperti tari pakkimba, bisu, kottau yang semuanya ini masih sangat tradisional." Katanya. Selasa, 29 Oktober 2019 lalu.

Ketua AMP, Dedi Irawan mengatakan, Palili terdiri dari 4 etnis, yakni pattae, pennei, dakka, dan pakkoe yang tersebar di beberapa wilayah di Sulbar mulai dari Binuang hingga Baras Mamuju. Dia menyampaikan, festival inibakan dikemas menarik dengan berbagai kejutan bagi pengunjung dan salah satu tarian tradisional yang yang akan dilaksanakan akan menarik perhatian.

"Yang menarik di tari bisu ini akan menampilkan mistik dimana penari akan mendatangi penonton yang berbicara buruk tentang tarian itu meski hanya sekedar berbisik, namun untuk tarian ini sebelum dimulai akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu." Jelas Dedi Irawan.

Rencananya, Angkatan Muda Palili akan menyebar undangan sebanyak seribu orang untuk pelaksanaan festival dan pelantikan pengurus AMP dan rencananya kegiatan tersebut akan dimulai pada tanggal 07 November yang juga akan dimeriahkan beberapa penampilan tarian lokal Polman, pasar malam, sepuluh ribu doda dan berbagai kegiatan lainnya yang akan menjadi kejutan bagi pengunjung.

Ketua Dewan Pembina AMP, Andi Masri Masdar mengatakan, selaku dewan pembina meminta agar mengemas kegiatan tersebut semenarik mungkin lain dari lainnya, bukan hanya seremonial belaka sehingga orang bisa tahu apa itu palili dan seperti apa itu palili.

Selaku Plt Kepala Dispop Polman, Andi Masri Masdar menyampaikan terimah kasih kepada AMP yang ingin memperkenalkan budaya palili yang memang sudah tidak terlalu dikenal orang.

"Dari sini kita bisa berharap apa yang menjadi sumber budaya di tataran palili yang bisa menjadi binaan wisata yang bisa saja dalam kegiatan ini ada budaya daerah yang memang belum diketahui daerah yang dapat dikembangkan." Kata Plt Kepala Dispop Polman, Andi Masri Masdar.

Dia menambahkan, kedepan AMP diharapkan dapat diberdayakan pengembangan ekonomi dan budaya yang bisa mendorong kemajuan di Polewali Mandar.

Laporan  :  Achmad Gazali

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar Serahkan Piala Bergilir
Kepada Ketua Panitia HKN Polman, dr Mustaman
POLEWALITERKINI.NET – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) Priovinsi Sulawesi Barat (SulBar) menggelar upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55 yang  dipusatkan di Lapangan Pancasila,  Kelurahan Pekkabata, Polman. Sabtu, 01 November 2019.

Peringatan HKN yang mengambil tema generasi sehat indonesia unggul tersebut dipimpin langsung Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar didampingi Kepala Dinkes Polman, Andi Suaib Nawawi dan sejumlah pejabat Pemkab lainnya.

Upacara HKN ini diawali defile 28 kontingen, yakni 20  kontingen Puskesmas, RSUD dan rumah sakit dan klinik swasta. Selayang pandang penanganan masalah pada bidang kesehatan yang ditampilkan masing masing kontingen.

Beragam diantaranya komitmen pelayanan optimal dalam upaya cegah stunting, bidan dan Kepala Lingkungan memantau ibu hamil, Kepo (konsultasi edukasi promotif), keluarga Syantik (sadar akan anti biotik ) Peco Tarasi  (Pencegahan optimal terintegrasi atasi stunting), stop Babs (buang air besar sembarangan) serta Mari tobat  (Masyarakat mandiri tanam obat).

Ketua Panitia HKN, dr, Mustaman saat ditemui mengatakan, peringatan HKN di Polman juga diwarnai perlombaan sejumlah cabang olahraga dan seni diantaranya bola volly, takraw, bulu tangkis dan lomba nyanyi.

"Selaku panitia kami berharap dapat mempererat tali silahturahmi antar tenaga kesehatan baik di Puskesmas maupun di klinik kesehatan swasta." Jelas Ketua Panitia HKN, dr, Mustaman.

Ditempat yang sama, Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar mengungkapkan, prioritas target Polman ke depan adalah mencegah peningkatan angka stunting (pertumbuhan yang tidak normal pada anak).

"Seluruh tenaga kesehatan sudah imbau supaya serius menangani persoalan stunting, adapun perawat yang lalai akan kena sanksi." Ucap Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar.

Laporan : Achmad Gazali

Rabu, 06 November 2019

Penyidik POM Gelar Reka Ulang Kasus Dugaan
Pembunuhan di Polman
Dalam Adengan Tampak Korban dan Tersangka
POLEWALITERKINI.NET – Pihak penyidik Denpom XIV-2 Pare-pare, Sulawesi Selatan, menggelar rekonstruksi atas dugaan kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh tersangka Serda Novri HG yang tak lain adalah Anggota Kodim 1402/Polmas. Rabu, 06 November 2019.

BERITA TERKAIT : Kasus Penemuan Mayat Dalam Karung Kini Diambil Alih!  

Pelaksanaan rekonstruksi pagi di Dusun Padang, Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam adengan itu tampak menghadirkan tersangka Serda Novri HG dan pemeran pengganti korban penganiayaan Jayanti Mandasari.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pelaksanaan itu dihadiri oleh sejumlah petinggi Denpom  XIV/2 Pare-pare, Korem 142/Tatag, Kapolsek Wonomulyo, Kasat Sabhara Polres Polewali Mandar, pihak keluarga korban serta masyarakat.
   
Dalam pelaksanaan reka ulang ini menampilkan 78 adegan di 7 tempat berbeda mulai situasi di dalam rumah orang tuanya di Dusun Labung, Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli hingga proses terjadinya penganiayaan atau pembunuhan dan penyerahan tersangka kepada pihak penyidik POM.

Laporan  :  Sukriwandi



Selasa, 05 November 2019




POLEWALITERKINI.NET - Mini Bank Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 1) Polewali resmi beroperasi, pembukaan ditandai pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat, Arifuddin Toppo.

Hadir dalam acara tersebut Plt Kepala Cabang BNI Polewali, Satomy S Dungga,  Asisten III Pemkab Polman, Kallang Marzuki dan Kepala SMKN 1 Polewali, Mustari. Selasa, 06 November 2019.

Rencananya mini bank tersebut akan Melayani mulai pagi hingga selesainya jam pelajaran sekolah. Mini bank ini mengadopsi program layanan agen 46 BNI dimana di Polman telah dibuka 285 titik, dan tak hanya melayani transaksi perbankan tapi juga membantu pemerintah menyalurkan bantuan sosial.

Kepala Cabang BNI Polewali, Satomy S Dungga mengatakan, mini bank SMKN 1 Polewali merupakan pilot projet dimana layanan perbankan telah mencoba menjadi inovasi digital bangking, Kata dia,  di era digital saat ini aplikasi pembayaran sekolah dapat dilakukan melalui barcode.

"Salah satu peran kami dalam pengembangan mini bank tentu adanya benefit bagi sekolah." Kata Kepala Cabang BNI Polewali, Satomy S Dungga

Sebagai bank berbasis digital, BNI membuka peluang bagi siswa siswi alumni SMKN 1 Polewali untuk meniti karir di bank BNI, sehingga dia berharap para siswanya terampil menggunakan layanan online BNI, apalagi yang melakukan adalah layanan transasksi di mini bank adalah siswa itu sendiri.

"Ada 3 karyawan kami lulusan SMKN 1 Polewali." Kata Satomy S Dungga.

Menurut mini bank tersebut adalah yang pertama dibuka di Sulbar, terlebih sambung Satomy, sarana dan prasarana SMKN 1 Polewali sudah sangat mendukung.

"Apalagi ini sekolah kejuruan, tentunya memiliki disiplin lmu yang berhubungan dengan wirausaha, Bahkan kami menghadirkan mobil layanan gerakan oto banking yang untuk saat ini kita operasikan setiap hari rabu." Jelas Satomy.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Sulbar, Arifuddin Toppo mengapresiasi kepercayaan BNI dalam menjalin kerjasama dengan pihak SMKN 1 Polewali khususnya pendirian mini bank.

"Tentu ada perbandingan yang menarik bagi anak anak salah satunya pembayaran sekolah menggunakan digital banking." Tuturnya.

Ditempat yang sama, Kepala SMKN 1 Polewali, Mustari mengungkapkan hadirnya mini bank adalah bentuk kerjasama antara pihak sekolah dengan BNI.

"Memang ada beberapa bidang studi di sini yang berhubungan dengan perbankan, seperti akuntansi, keuangan dan pemasaran, nantinya anak anak praktek bisa ditempatkan di mini bank." Tandasnya.

Laporan  :  Achmad Gazali

Selasa, 29 Oktober 2019

Kapolsek Bersama Tim Dokter Melakukan
Pemeriksaan Mayat
Polisi dan Tim Dokter Berada di Rumah Duka
POLEWALITERKINI.NET – Seorang warga Dusun Sepang, Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kebun kelapa. Selasa, 29 Oktober 2019.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Tinambung, IPTU Tajuddin., S.Sos, penemuan mayat ini. Minggu, 27 Oktober 2019 sekira pukul 12.30 Wita. Mayat laki-laki bernama KUMADI (39), Petani, adalah warga Dusun Sepang, Desa Lembang, Kecamatan Limboro, Polman.

“Mayat pertama kali ditemukan oleh NASIR (19), warga Desa Lembang. Kemudian menyampaikan kepada warga lain.” Kata Kapolsek Tinambung, IPTU Tajuddin.,S.Sos.

Berdasarkan keteran kakak kandung korban, almarhum meninggalkan rumah sejak. Sabtu pagi, 26 Oktober 2019 dengan tujuan kebun memanjat pohon kelapa. Kata dia, adiknya memiliki riwayat penyakit ayan (Epilepsi).

“Ada riwayat penyakit Epilepsi menurut kakak korban, dimana kalau penyakitkan kambuh korban kejang kejang tidak sadarkan diri. Jadi dia pun menduga adiknya memanjat pohon kelapa kemudian penyakitnya kambuh dan terjatuh ke tanah.” Jelas IPTU Tajuddin.,S.Sos.

Meski demikian pihak Kepolisian bersama tim dokter langsung mendatangi rumah duka dan melakukan Visum. Dari hasil pemeriksaan medis dokter menemukan beberapa luka pada bagian tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan dokter tampak perdarahan dibagian belakang kepala seluas 7cm x 8cm, luka tertutup, darah keluar dari kedua lubang hidung, memar di pundak kiri, kulit terkelupas di bawah ketiak sebelah kanan seluas 5x5 cm, lebam di bagian belakang mayat, luka lecet di atas pergelangan kaki kanan dan luka lecet pada jari kelingking kaki kanan.” Ungkap Kapolsek.

Dia tambahkan, bahwa pihak Keluarga korban menolak dilakukan Outopsi dan sudah Ikhlas atas meninggalnya KUMADI (korban). Mereka juga sepakat untuk melakukan prosesi penguburan setelah di lakukan visum karena  pertimbangan korban sudah mengeluarkan bau menyengat dan berulat.

Laporan  :  Sukriwandi


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini