.

.

Minggu, 21 April 2019

Pelaku Memegang Barang Bukti dan Korban
Dirawat Medis
Koeban Sedang Mendapatkan Perawatan Medis
POLEWALITERKINI.NET – Diduga dilatarbelakangi perjanjian gadai motor seorang bernama Kusno Imran (27), petani, Desa Kebunsari, Kecamatan Wonomulyo, Polman, Sulbar, terpaksa dilarikan ke RSUD karena mengalami luka bacok. Minggu, 21 April 2019.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K membenarkan hari ini telah terjadi penganiayaan berat sekira pukul 10.00 wita di rumah korban Kusno Imran (27) di Dusun 1 Desa Arjosari, Kecamatan Wonomulyo, Polman.

“Benar telah terjadi penganiayaan berat terhadap Kusno Imran (27) yang diduga dilakukan oleh Umar Bin Saing (35), warga Dusun Kemiri, Desa Kebunsari, dimana pelaku menggunakan sebilah parang membacok korban.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Kejadian ini lanjutnya terjadi berawal pelaku Umar (35) bersama kakaknya Anci mendatangi rumah korban Kusno Imran (27) membicarakan masalah sepeda motor milik salah seorang Guru yang pernah digadaikan oleh Anci.

“Kendaraan jenis sepeda motor yang digadai itu, Korban Kusno mengambilnya dari tangan penggadai bernama ATI. Ini diduga jadi pemicu sehingga terjadi pemarangan saat pelaku bersama saudaranya mendatangi korban.” Jelas AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K. 

Insiden berdarah tak terhindarkan ketika mereka bertemu disamping rumah korban Kusno, pada awalnya penggadai Anci menanyakan sepeda motor kepada korban namun tidak merespon dan seakan tidak tahu menahu masalah itu.

“Jadi Anci merasa tak direspon dia pun merasa emosi dan bertengkar mulut dengan korban, saat itulah pelaku Umar maju dan langsung memarangi korban berkali kali yang mengenai pada bagian telapak tangan kanan sampai putus, Luka terbuka pada bagian siku tangan kiri.” Kata AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Tak hanya itu setelah korban terluka kemudian berlari, pelaku UMAR kemudian kembali memarangi korban pada bagian punggung belakang sebelah kiri sebanyak satu kali dan setelah itu pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian.

Melihat kondisi itu sejumlah warga setempat langsung membawa korban ke Puskesmas Kebunsari, namun kemudian dirujuk ke RSUD Polewali Mandar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara pelaku dan Barang Bukti (BB) yakni sebilah parang langsung diamankan oleh petugas ke Mapolsek Wonomulyo, untuk selanjutnya menjalani proses hukum lebih lanjut.

Laporan  :  Achmad Gazali

Kamis, 18 April 2019


POLEWALITERKINI.NET - Dadi (30) harus meregang nyawa akibat tikaman senjata tajam (Parang) oleh tersangka MA (24) sesaat setelah penghitungan suara selesai di TPS 02 Desa Salutiwo, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju. Rabu (17/04/19) sekitar pukul 18.00 Wita.

Kejadian pembunuhan tersebut dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Mamuju, AKP Syamsuriansyah saat ditemui di ruangannya. Kamis (18/04/19).

"Memang betul ada kejadian pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan menghilangkan nyawa seseorang, yang terjadi di sekitar TPS 02 Dusun Salukutu, Desa Salutiwo, Kecamatan Bonehau." Kata Syamsuriansyah.

Syamsuriansyah menjelaskan, berdasarkan keterangan pelaku, kejadian tersebut diawali dengan ketersinggungan akibat adanya lontaran kata-kata kasar dari korban sesaat setelah selesai penghitungan suara di TPS 02.

"Adanya ketersinggungan antar tersangka dengan korban, yang menurut keterangan tersangka maupun saksi, akibat adanya kata-kata kasar yang dikeluarkan korban, sehingga tersangka merasa tersinggung dan bertengkar, berkelahi kemudian melakukan penikaman terhadap korban." Ucap Syamsuriansyah.

Lanjut Syamsuriansyah, adapun barangbukti berupa parang yang digunakan oleh tersangka, ia rampas dari temanya yang kebetulan membawa parang dipinggangnya dan berada disekitar lokasi kejadian.

"Pengakuan tersangka, parang tersebut bukan miliknya, namun berasal dari teman yang kebetulan berada di lokasi." Jelas Syamsuriansyah.

"Namun kita akan terus melakukan pengembangan dengan memeriksa beberapa saksi, benarkah keterangannya seperti itu, nanti kita lakukan pengembangan lagi, untuk mengecek kebenaran keterangan dari pelaku tersebut." Lanjut Stamsuriansyah.

Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Mamuju untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Tersangka juga terancam hukuman 15 tahun penjara.

"Untuk pasal yang kita kenakan adalah Pasal 338 sub 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara selama 15 tahun." Tutup Stamsuriansyah.(*)



POLEWALITERKINI.NET - Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar didampingi istrinya Andi Ruskati Ali Baal dan putra bungsunya Andi Ilham Rusali mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5 Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali.

Sementara itu Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar bersama istri Jumriah Ibrahim tak lain adik kandung Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mencoblos di TPS 9 Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali. Rabu 17 April 2019.

Usai mencoblos Gubernur Sulbar bersama rombongan langsung berinisiatif memantau pelaksanaan Pemilu di sejumlah TPS di Kabupaten Polman, hasil pantauan gubernur, pelaksanaan pesta demokrasi di Polman berjalan lancar.

"Semoga Pemilu di Sulbar ini lancar dan aman." Kata Ali Baal saat ditemui, di TPS tempatnya mencoblos.

Dia juga berharap para calon legislatif( Caleg) harus memiliki berjiwa ksatria menjunjung tinggi nilai sportifitas siap menerima kekalahan apapun yang terjadi.

"Semua Caleg harus berdemokrasi dan berbuat maksimal, apapun hasilnya harus dihormati." Jelas Ali Baal Masdar.

Selain itu, Ali Baal Masdar mengatakan, masyarakat saat ini harus mampu sepakat melaksanakan  pemilu damai.

"Jika semua sudah berbuat apapun hasilnya iya harus legowo, kita tunjukkan inilah bangsa indonesia yang besar yang mempedomani Pancasila." Terang Ali Baal Masdar.

Dia juga mengimbau para caleg tidak usah merayakan kemenangan dengan melakukan arak arakan di jalan, sebab hal itu akan menganggu aktivitas pengendara lainnya.

"Tidak perlu arak arakan nanti kalau hasilnya sudah final kalau mau syukuran di rumah saja atau di masjid." Ucap Ali Baal Masdar.

Dia menambahkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulbar harus kembali melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara usai pemilu, pejabat publik seperti Bupati ataupun dirinya harus tetap bersikap netral dalam mengemban tugas.

"Sebagai pejabat harus melaksanakan tugas dengan baik, temasuk saya sendiri atau bupati yang caleg anaknya atau istrinya harus netral." tandas Ali Baal.

Disela sela kunjungannya memantau sejumlah TPS, mantan Bupati Polman dua periode ini melaksanakan kewajibannya shalat dhuhur berjamaah di Masjid Almuttaqin, pantai Bahari, Polewali, setelah itu, Ali Baal dan rombongan melanjutkan makan siang bersama di rumah makan sop saudara Pasar Baru, Polewali, dengan mengajak para tukang bentor.
 
Laporan : Achmad Gazali

Senin, 15 April 2019

Dandim Pastikan Prajurit Kompi 721/Mks Siap
Amankan Pemilu
Dandim Polmas Periksa Kesiapan Kompi 721/Mks
POLEWALITERKINI.NET – Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto Pimpin Apel kesiapan kompi B Yonif 721/Makkasau untuk pengamanan pemilu pilpres dan pileg di Wilayah Sulbar. Senin (15/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Dandim menyampaikan bahwa kunjungannya di Kompi B Yonif 721 mewakili Danrem 142/Tatag untuk mengecek kesiapan personel dalam rangka pengamanan pemilu pilpres dan Pileg tahun 2019 di wilayah Sulbar.

Selain pimpin apel, Letkol Dedi Setia juga cek kesiapan personel, kesiapan perlengkapan, maupun segenap unsur pendukungnya juga digelar sehingga sewaktu-waktu dapat digerakkan dengan sigap dan cepat sesuai permintaan.

"Selama Pesta Demokrasi  berlangsung Prajurit Kompi B Yonif 721/Makkasau standby di satuan dan siap digerakkan kapanpun." Tegasnya.

Selain itu Dandim menekankan kepada para prajurit Kompi B Yonif 721/Makkasau agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi agar dapat mengantisipasi segala kemungkinan dan perkembangan situasi yang terjadi di wilayah.

"Junjung tinggi netralitas TNI, jalin hubungan kerjasama dan koordinasi yang baik dengan aparat terkait, sehingga menjamin penyelenggaraan pemilu pilpres dan pileg dapat berjalan dengan kondusif dan demokratis." Ucap Dandim 1402/Polmas.

Laporan:Zaenal

Kapolda Sulbar Lepas BKO Pam TPS
Personil BKO Pam TPS Dilepas
POLEWALITERKINI.NET – Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar), AKBP. HJ. Mashura.SH menyampaikan bahwa Kapolda Sulbar  Melepas 2.809 (Dua Ribu Delapan Ratus Sembilan personil BKO pengamanan TPS.

Selain melepas personil BKO, Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si juga memberikan arahan dan pembekalan. Sabtu (13/4/19) di lapangan Mapolda Sulbar, Jalan Aiptu Nurman Kalubibing Mamunyu.

Karo Ops Polda Sulbar Kombes Pol Moch Noor Subchan melalui Kabid Humas AKBP Hj. Mashura menyebutkan BKO Pengamanan TPS dilakukan sebagai tindak lanjut kebutuhan personil Polri dalam upaya pengamanan TPS Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden tahun 2019.

Selain dari 2.809 personil Polri, juga dilibatkan 1.207 TNI plus 7.728 Linmas yang akan membantu langsung pengamanan di 3.864 TPS yang tersebar di wilayah hukum Sulawesi Barat (Sulbar).

Kapolda Sulbar dalam arahannya mengatakan, kepada seluruh anggota BKO pengamanan TPS, langsung berangkat menuju tempat penugasan, tiba di tempat penugasan langsung melapor kepada Kapolres setempat.

Selain itu, Kapolda juga menegaskan agar seluruh personil yang BKO mengenali siapa KPPS, siapa petugas Linmas, siapa petugas TNI yang ada, siapa Kepala Desa, Siapa Ketua RT/RW. Minta nomor kontak mereka agar memudahkan komunikasi, apabila ada permasalahan di lapangan.

Terpenting lanjutnya, saat di lokasi penugasan jaga sikap dan prilaku saudara sebagai anggota Polri. Junjung tinggi netralitas dan laksanakan misi utama mengamankan dan mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 sampai di TPS, sambung Kapolda.

Lebih lanjut dikatakan, pada hari H pemungutan suara, petugas yang mreaksanakan pengamanan TPS harus datang lebih awal, untuk mengecek kesiapan di TPS dan berkoordinasi kembali untuk mengetahui kesiapan dan hambatan yang mungkin terjadi dengan KPPS.

“Lakukan koordinasi pengamanan dengan linmas, TNI dan komponen pendukung lain yang ada di TPS.” Kata Kapolda.

Ingat tugas utama petugas Polri pada pengamanan TPS adalah mengamankan lokasi yang ada diluar TPS yang memungkinkan terjadinya ancaman yang dapat mengganggu berlangsungnya pelaksanaan pemungutan suara di TPS, kata Kapolda.

Sebelum berangkat ke tempat tugas, jangan lupa berdoa dan meminta kepada Allah Subuhanahu Wataalah agar diberikan kekuatan agar tugas yang di emban terlaksana dengan maksimal, pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh pejabat utama seperti Wakapolda, Irwasda dan selainnya turut mengikuti apel serpas pengecekan personil BKO.(*)

Rabu, 10 April 2019

Kecelakaan Tunggal di Kampung Tangnga, Matakali
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Satuan Lalu Lintas Polres Polman, menyebut dalam kecelakaan tunggal sebuah mobil Truk Colt di Jalan Poros Kampung Tangnga, Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Polman, disaksikan oleh 2 orang salah satunya bernama Koma’.

Kasat Lantas Polres Polman, AKP Rusli WSB mengatakan, kecelakan mobil Truk Colt No. Pol. DD 8501 DG ini. Rabu, 10 April 2019 sekira pukul 04.45 Wita di Jalan Poros Kampung Tangnga, Kecamatan Matakali, Polman.

“Mobil yang dikemudikan ABD.HAMID (34), warga Padang Mawalle, Kecamatan Tutar, Polman, bergerak dari  arah Timur ke Barat dan berpapasangan sepeda motor yang akan melambung kendaraan lainnya, sehingga pemgendara Mobil Truk menghindari tabrakan dan terperosok ke sisi jembatan kecil.” Kata Kasat Lantas Polres Polman, AKP Rusli WSB.

Dalam kejadian itu pengemudi (Supir) ABD.HAMID (34), bersama dengan KOMA’ (20) dan MADI (19), dimana keduanya adalah kernek dan beralamat di Padang Mawalle, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar).

Selain mengamankan pengemudi polisi Lalu Lintas juga tampak di lokasi kejadian melakukan pengaturan arus kendaraan, olah TKP dan terpenting melakukan Evakuasi kendaraan uang terperosok untuk selanjutnya dibawa ke Mapololres Polman.

Laporan  :  Achmad Gazali

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini