***...***

.

Selasa, 17 September 2019


POLEWALITERKINI.NET – Salim S Mengga, menanggapi adanya keinginan pemerintah Sulawesi Barat dan Pemkab Polman membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) Balanipa menjadi satu Kabupaten di wilayah Sulawesi Barat.

"Hampir semua pejabat bupati setelah dua periode setuju pemekaran daerahnya apalagi kalau ada rencana ke pilgub ke depan maka semua akan berbicara pemekaran agar mendapat simpati masyarakat." Sebut Salim S Mengga. Selasa, 17 September 2019.

Mantan anggota DPR RI ini bahkan menyebutkan, wacana pembentukan Kabupaten Balanipa ini muncul sejak kepemimpinan Anwar Adnan Saleh yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur Sulawesi barat, sudah bicarakan pemekaran terutama saat akan pilgub dan pilbub masyarakat polman tak lupa.

"Jika melihat ini, saya melihat tidak ada yang bersungguh-sungguh atau serius ingin DOB Balanipa kecuali hanya untuk pencitraan dan untuk meraih simpati politik utamanya jelang pilgub dan pilbub." Kata Salim S Mengga.

Salim bahkan bercerita saat dirinya masih menjabat anggota DPR RI yang kala itu masih di komisi 2, "Pernah satu ketika ada yang datang ke rumah dan saya tanya tentang Balanipa dan dan di jawab tidak ada dana. Waktu itu saya jawab bahwa tidak diperlukan dana untuk pemekaran sebuah wilayah, yang diperlukan itu adalah kemauan dan upaya sungguh sungguh meyakinkan pemerintah pusat dalam hal ini kemendgri bahwa DOB Balanipa memang sangat di butuhkan." Kata Salim Lagi.

Salim menambahkan, DOB BALANIPA jangan terkesan untuk mendapatkan peluang meraih jabatan karena akan ada tim dari kemendgri dan Komisi 2 DPR RI, yang akan menilai bahwa seberapa layak suatu daerah dapat dimekarkan apalagi uu pemekaran sudah jauh lebih sulit dari pada sebelumnya.

"Kalupun DOB BALANIPA disetujui tidak akan langsung menjadi kabupaten tetapi ada masa persiapan selama 3 tahun dan setelah 3 tahun baru dinilai kembali apakah bisa dimekarkan atau kembali kekabupaten induk, karena itu bila serius maka persipan dengan baik mulai sekarang karena fasiltas yang ada untuk persiapan juga akan dinilai, sekedar informasi." Tutup Salim S Mengga.
Laporan  :  Tir




POLEWALITERKINI.NET – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Angraeni Anwar mengapresiasi pelaksanaan HUT PMI ke 74 dirangkaikan kemah Bakti PMI Polman yang diikuti perwakilan 61 sekolah dan pengurus PMI di 16 kecamatan se-Kabupaten Polman.

Enny Angraeni Anwar yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulbar pada kesempatan itu menjadi inspektur upacara (Irup) Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke 74 di Lapangan Lingkungan Jambu Tua, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali. Senin, 17 September 2019.

Enny mengungkapkan, bulan September ini merupakan momen istimewa bagi insan Palang Merah Indonesia. Karena tanggal 17 September 2019, PMI memperingati HUTnya yang ke 74. Adapun tema peringatan HUT PMI ke 74 yakni "Kita Tangguh Indonesia Maju".

Tema ini merupakan perpaduan kata Tangguh yang mencerminkan ketangguhan PMI dan seluruh relawannya dalam menjalankan tugas tugas kegiatan tanggap bencana dan bermasyarakat melalui upaya pengurangan resiko bencana.

"PMI Harus membangun kemampuan organisasi dan SDMnya agar makin tangguh dan siap menghadapi bencana apapun. Ketangguhan berbasis masyarakat inilah yang harus terus kita perkuat. Olehnya tema kita tangguh Indonesia maju menjadi semangat berarti dan harus didengungkan dan diespresikan dalam berbagai kegiatan peringatan HUT PMI ke-74." Kata Enny Angraeni Anwar.

Sementara itu Wakil Bupati Polman, M Natsir Rahmat mengaku berbangga bisa berbaur dengan anggota PMI karena bisa berjiwa muda. Dia berharap PMI mendorong dan meningkatkan peran relawan muda untuk berpartisifasi aktif setiap gerakan kemanusian.

"Sejak dini PMI mereka harus didorong untuk berperan menjadi agen atau pelopor untuk menyebarkan pemahaman kepada sebayanya dan masyarakat mengenai pentingnya gerakan kemanusian. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan termasuk Bakti PMI." Ungkap Wakil Bupati Polman, M Natsir Rahmat.

Dia berharap pengurus PMI kabupaten dan kecamatan dapat meningkatkan peran dalam menjalankan tugas serta fungsi sosial dengan tetap menjunjung tinggi prinsip dasar gerakan palang merah.

Ditempat sama Ketua PMI Polman, Jumriah Ibrahim mengucapkan terimakasih kepada PMI Sulbar atas dipercayainya Polman sebagai tuan rumah peringatan HUT PMI ke 74.

"Suatu kebanggaan dan kesyukuran atas penunjukan PMI Polman sebagai tuan rumah HUT PMI ke 74. Sehingga memeriahkan HUT PMI ini kami juga mengadakan kegiatan kemah Bakti PMI Polman yang diikuti Palang Merah Remaja (PMR) dari 61 sekolah mulai tingkat Mula, Madya dan Wira. Tujuannya untuk meningkatkan silaturrahmi sesama relawan PMI Polman." Ucapnya.(*Humas PMI Polman).

Senin, 16 September 2019

Tampak 3 Pelaku dan Polisi Menjemput
Barang Bukti di Pinrang
Empat Motor Diduga Curian Diamankan Polisi
Kendaraan ini Diduga Digunakan Para Pelaku
Melakukan Aksinya
Polisi Mengejar Kendaraan Curian di Pinrang
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Satuan Reskrim dan Intelkam Kepolisian Resort Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, kembali berhasil mengungkap kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Cunranmor) di beberapa tempat. Senin (16/09/2019).

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap kasus Curanmor. Minggu, 15 September 2019 sekira pukul 15.00 Wita. Dari penangkapan itu berhasil bekuk 3 orang pelaku dan sita 4 motor diduga hasil curian.

Ketiga pelaku, yakni JUFRI alias UPPI (20), tenaga Kontrak PLN Polewali, warga Dusun Sauran, Desa Amola, Kecamtan Binuang, Polman. YUSRAN YUDISTIRA (21), Wiraswasta, warga Jalan Gunung Tammengundur, Lingkungan Pande Bassi, Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali, Polman.

“Selain 2 pelaku tersebut, pihak Kepolisian juga mengamankan anak di bawah umur, yakni inisial AK (17), warga Kecamatan  Polewali, Polman. Peranan anak ini ikut mengambil motor beberapa korban.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Dari hasil interogasi polisi pelaku inisial AK (17), mengakui melakukan pencurian 1 unit sepeda Motor Jupiter MX warna Merah Kuning di SMKN 1 Polewali. Jumat, 16 Agustus 2019. Di Kampus Unasman. Rabu, 28 Agustus 2019, 1 unit Sepeda Motor merek Satria FU warna Merah Hitam.

“Selain 2 TKP tersebut anak ini juga melakukan pencurian di Masjid Syuhada. Jumat, 06 September 2019 berupa 1 unit Sepeda Motor merek Jupiter MX Warna Putih dan sebelumnya di Jalan Gunung Mambulling. Senin, 26 Agustus 2019 tepatnya depan Salon Keke berupa 1 unit Sepeda Motor merek Jupiter MX warna Merah.” Ungkap Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Dalam penangkapan tersangka AK (17), di rumahnya, polisi berhasil menyita Barang Bukti (BB) berupa 1 unit kendaraan roda 2 merek Yamaha Xeon warna hitam tanpa no pol yang diduga digunakan saat melakukan Aksinya.

Sementara untuk pelaku JUFRI dan YUSRAN, melakukan aksi pencurian di Takatidung. Jumat, 13 September 2019 berupa 1 unit sepeda motor merek Honda PCX warna Hitam, kini  Barang Bukti (BB) telah diamankan di Polres Polman.

“Dari 4 motor curian pelaku menjualnya ke LENDA (Teman Dari Pelaku JUFRI) yang berdomisili di Dusun Silu, Desa Sali Sali, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan dengan harga jual Rp 1.400.000.00 - Rp 2.500.000.” Jelas AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Berdasarkan pengakuan ke 3 tersangka, pihak Kepolisian Polres Polman pun melakukan pencarian Barang Bukti (BB) dan berhasil menyita dan mengamankan 3 unit sepeda motor hasil curian di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Laporan  :  Z Ramadhana

Minggu, 15 September 2019



POLEWALITERKINI.NET - Peringati Hari Perhubungan Nasional Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Silopo, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar gerakan bersih laut dan pantai.

Gerakan bersih laut dan pantai bertema "Laut Bersih Bikin Baper" di gelar serentak di 260 pelabuhan di seluruh Indonesia yang pelaksanaannya disesuaikan dengan waktu indonesia tengah, barat dan timur.

Sebelum berlangsungnya kegiatan para peserta membaca surah Al-Fatihah untuk almarhum Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie di pesisir pantai Silopo. Kamis 12 September 2019. 

Kepala Kantor UPP Kelas II Tanjung Silopo, H. Ilham Saenong dalam sambutannya mengatakan, gerakan bersih laut dan pantai di latar belakangi oleh adanya fakta bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun, dimana 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

"Untuk itu pemerintah RI melalui Kementerian Perhubungan bertekad mengurangi sampah plastik di laut hingga 70 persen di tahun 2025." Kata Kepala Kantor UPP Kelas II Tanjung Silopo, H. Ilham Saenong.

Mantan Kepala UPP Morowali tersebut berharap melalui kegiatan ini seluruh pegawai Syahbandar UPP Tanjung Silopo dapat mengajak tetangga dan keluarganya mencintai kelestarian lingkungan laut.

Gerakan bersih laut dan pantai juga mengundang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM ) pelabuhan, instansi terkait dan masyarakat sekitar supaya turut berpartisipasi mengurangi dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan khususnya di laut.

"Adapun target pemecahan rekor Muri itu wewenang pusat kita cuma melaksanakan kegiatannya, upaya kita disini bagaimana mengajak masyarakat supaya tidak membuang sampah di sembarang tempat utamanya di laut." Jelas H. Ilham Saenong.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polman, Rahmi mengapresiasi upaya Kementerian Perhubungan atas kepeduliannya terhadap ancaman pencemaran lingkungan khususnya di pantai dan laut.

"Alhamdulillah, karena kementerian perhubungan juga peduli, disini ada 60 lebih petugas kebersihan kita panggil ikut berpartisipasi." Ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya telah membentuk bank sampah agar dapat menpermudah pemilahan sampah organik dan non organik.

"Kami juga berupaya bagaimana mengurangi sampah dari sungai mengalir ke laut." Ujar Rahmi.

Gerakan bersih laut dan pantai ini turut dihadiri peserta dari dinas perhubungan darat, DLHK dan Polairud Polres Polman.
Laporan  :  Achmad Gazali

Hadijah Bersama Neneknya dan Kasat Reskrim
Menyerahkan Bantuan
Tampak Hadijah Bersama Kedua Orang Tuanya
Kediaman Keluarga Hadijah
POLEWALITERKINI.NET – Mendengar berita mengenai Hadijah Haurah, balita berusia 14 bulan yang mempunyai kebiasaan minum kopi sejak usia 6 bulan, menjadi perhatian pihak Reskrim Polres Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Minggu (15/09/2019).

Pada minggu sore, Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K bersama Kanit Opsnal Bripka Rubil, menyambangi kediaman Hadijah Haurah yang berada di Dusun Bulung, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Dikesempatan itu pihak Reskrim memberikan bantuan kepada keluarga Hadijah berupa susu dan perlengkapan bayi, selain itu juga menyampaikan kepada orang tuanya agar sering memeriksa kesehatan Hadijah dan menghentikan memberikan minuman kopi.

AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K kepada media ini menyampaikan, bahwa dari hasil kunjungannya melihat balita ini masih kondisinya sehat, dia berharap apa yang diberikan kepada keluarga hadijah bisa bermanfaat.

"Menurut ibunya, anaknya konsumsi kopi sejak berusia 6 bulan. Saya pun menyarankan untuk tidak memberikan minuman kopi ke anaknya." Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Diketahui Hadijah Haurah (14 Bulan), anak dari pasangan Sarifuddin (18), Buruh koprah dan ibunya Anita (15), Buruh koprah, adalah warga Dusun Bulung, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Menurut ibu Hadijah Haurah, di usia 6 bulan anaknya hanya meminum kopi hingga saat ini karena ketidakmampuannya membeli susu. Bekerja sebagai Buruh koprah hanya mendapat upah sekira Rp. 12.000 – 20.000 per harinya.

Laporan  :  Sukriwandi

Sabtu, 14 September 2019

Warga Temukan Zat Diduga Mengandung Gas di Matakali
Polisi Melakukabn Pemasangan Police Line
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Satuan Reskrim Lepolisian Resort Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, melakukan pengamanan atas penemuan zat yang diduga gas muncul dari tanah bertempat di Dusun II Sapoang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polman. Sabtu, 14 September 2019.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K mengatakan, berdasarkan laporan warga pihak kepolisian mendatangi Tempat Kejadian di Dusun II Sapoang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polman.

“Sekira pukul 17.00 Wita Personil Gabungan Satuan Reskrim dan Sat IK Polres Polman bersama SPKT Res Polman dan Polsek Wonomulyo, mendatangi penemuan Zat kimia diduga Gas muncul dari dalam tanah yang berasal dari lubang pipa ketika warga sedang membuat Sumur Bor.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Lebih lanjut dia katakan, lokasi penemuan diduga gas itu terletak di lokasi tambak ikan milik BASRI (40), Wiraswasta, warga Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, saat melakukan pengeboran untuk air bersih.

“Pembuat sumur bor, yakni AGUS (42), warga Dusun Rea Jaya, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polman, melihat pertama kali kejadian ketika sedang membuat lubang hingga sedalam 36 meter.”
Jelas AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Kata diam pada saat sedang melakukan pengeboran tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari dalam lubang pipa dan tercium bau Gas. Kemudian mencoba menyalakan korek api didekat lubang pipa lalu menimbulkan api.

Atas penemuan pihak Kepolisian melakukan langkah memasang Police Line di sekitar lokasi dan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Laporan  :  Achmad Gazali

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini