.

.

Senin, 20 Mei 2019

HMI Soroti Bendera Negara
Orasi Tentang Meninggalnya Petugas KPPS
POLEWALITERKINI.NET - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menyoroti kondisi bendera merah putih yang berkibar di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Polman.

Alasan mereka lantaran bendera negara tersebut dikibarkan dalam keadaan sobek dan lusuh, bahkan tampak terlihat secara kasat mata warna merah dan putih pada kain bendera sudah terpisah sebagian. Jumat, 17 Mei 2019.

Kejadian tersebut berawal saat puluhan mahasiswa HMI Polman melakukan aksi unjuk rasa atas meninggalnya ratusan petugas penyelenggara Pemilu, kemudian tiba tiba salah satu pengunjuk rasa Imam Agus Faizal mengambil megaphone dan menunjuk ke arah bendera merah putih yang berkibar di kantor KPU Polman.

Melalui bantuan pengeras suara megaphone ia pun meminta bendera negara tersebut segera diganti karena kondisinya sudah memprihatinkan dan sudah tidak layak dikibarkan.

"Bisa jadi pemilu 2019 sebagai isyarat akan hancurnya bangsa hari ini, apakah kita banyak tahu atau idiot karena di depan kantor KPU Polman ada bendera merah putih sebagai bendera negara dikibarkan dalam keadaan lusuh dan sobek..!" Tegas Iman dalam orasinya.

Sementara itu, Ketua KPU Polman Rudianto, saat dikonfirmasi menjelaskan bendera negara yang berkibar dalam keadaan sobek di kantor yang dipimpinnya disinyalir disebabkan kelalaian dan faktor kesibukan.

"Ini kelalaian teman teman, mungkin juga karena ada kesibukan kemarin jadi kami menyampaikan mohon maaf." Jelas Ketua KPU Polman Rudianto.

Selain itu, Rudianto menuturkan bendera negara yang lusuh dan sobek di depan kantornya secepatnya diturunkan dan diganti.

"Tinggal digantikan saja, sekarang juga sudah diganti." Ujarnya.

Laporan : Ahmad Gazali



POLEWALITERKINI.NET - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan segenap komponen masyarakat, Koramil 1402-04/Tinambung gelar komunikasi sosial (komsos) dan buka Puasa bersama masyarakat  berlangsung di Balai Desa Tamangalle, Kecamatan Balanipa. Minggu (19/5/2019)

Sebelum kegiatan Komsos dan Buka Puasa, angggota Koramil bersama masyarakat melakukan kerja bakti memasang pagar dan membenahi sarana tenun di Kampung Panette' (Penenun Sarung Mandar).

Dalam sambutannya Danramil 1402-04/Tinambung, Kapten Inf Syarifuddin mengatakan, kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan komponen masyarakat merupakan program koramil yang rutin dilaksanakan selaku aparat teritorial.

Komunikasi sosial ini juga dilakukan para Babinsa di wilayah atau Desa binaan masing-masing dan lebih dikenal dengan istilah silaturrahmi dengan tokoh-tokoh maupun masyarakat lainnya.

Komunikasi sosial ini juga merupakan wahana untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan dan semangat persatuan dan persaudaraan.

Pada kesempatan tersebut Danramil berharap kegiatan ini dapat lebih meningkatan sinergitas guna menyamakan persepsi dalam menyikapi perkembangan situasi di wilayah.

"Sinergitas antara komponen masyarakat ini sangat diperlukan guna membantu mewujudkan wilayah yang kondusif sekaligus menjadi solusi dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat." Jelas Danramil 1402-04/Tinambung, Kapten Inf Syarifuddin.

Selain itu Kapten Syarifuddin juga menyampaikan terima kasih kepada komponen masyarakat yang telah mendukung kelancaran kegiatan di wilayah Koramil Tinambung.
Laporan : Zaenal

Minggu, 19 Mei 2019

Kanan, Sekda Polman dan Gambar Ilustrasi
POLEWALITERKINI.NET – Karena alasan melanggar kode etik dan dasar Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi Nomor B/50/M.SM.00.00/2019 Tanggal 28 Februari 2019, 8 ASN Lingkup Pemkab Polman Dipecat.

Kedelapan orang Apatur Sipil Negeri (ASN) Pemkab Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ini diberhentikan secara tidak hormat karena melanggar kode etik pegawai negeri yang tak dapat ditolerir Kemenpan RB.

Sekertaris Daerah Polman, Andi Bebas Manggazali saat dikonfirmasi membenarkan hal ini, Kata dia, surat pemecatan itu sudah dikirim oleh Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar pada tanggal 30 April 2019 lalu.

"Karena apabila hal itu tidak ditindaklanjuti maka yang dikena sanksi adalah Bupati, Wakil Bupati dan Sekda." Ujarnya beberapa waktu lalu saat ditemui wartawan di ruangannya.

Selain itu, Andi Bebas menjelaskan terkait pemecatan ASN ini, ia sudah menghadap di Kemenpan RB untuk meminta keringanan karena sebagian dari mereka yang dipecat sudah menjalani hukumannnya bahkan telah melakukan mengembalikan kerugian negara.

"Sebetulnya mereka ini kasihan, karena hanya ikut memperkaya saja karena jika kita evaluasi apa yang mereka simpan dan apa yang kita lihat dengan keberadaan mereka ini tidak seimbang." Jelas Andi Bebas Manggazali.

Menurutnya, salah satu contoh  seorang guru yang dipenjara karena hanya masalah uang Rp. 600 ribu kemudian dipecat menjadi suatu gambaran betapa tegasnya aturan ASN yang melakukan pelanggaran kode etik.

"Tapi namanya aturan sekecil apapun tetap dipecat dan ini aturannya tidak berlaku surut." Jelas Bebas Manggazali.

Andi Bebas menegaskan lantaran beratnya sanksi bagi ASN yang melakukan pelanggaran, maka dirinya mengimbau agar semua ASN jangan sampai bekerja bertuan tapi harus bekerja ber-atasan.

"Bertuan itu antara raja dengan budaknya tapi kalau ber-atasan itu antara bawahan dengan pimpinannya ini yang harus dibedakan."
Paparnya.

Laporan  :  Achmad Gazali

Foto, Ilustrasi LensaKalbar
POLEWALITERKINI.NET – Sekira 7 orang aparat Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, protes lantaran dipecat oleh pejabat Kepala Desa yang baru terpilih. 

Mereka bahkan mengadukan pejabat Kepala Desanya yang baru ke Kantor DPRD Kabupaten Polewali Mandar, lantaran langkah pemecatan itu bertentangan dengan regulasi dimana sudah ada aturan harus mendapatkan rekomendasi pejabat Kecamatan.

Melalui Sekertaris Desa (Sekdes) Taramanu Tua, Arman dan Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) Asri pun mendatangi Komisi I DPRD Polman, guna mempertanyakan regulasi yang digunakan oleh Kades yang baru dilantik.

Menurutnya kepala desanya yang baru telah memecat 7 orang aparat desa tanpa alasan yang tidak jelas padahal mereka sudah bekerja selama 4 tahun.

"Yang kami pertanyakan ini alasan pak Desa mengganti kami ini aparatnya karena sesuai undang-undang, padahal kami tidak sama sekali melanggar undang-undang." Kata Mantan Sekdes Taramanu Tua, Arman, beberapa waktu lalu.

Dari 7 orang aparat desa, yakni bendahara, kaur dan kepala seksi semuanya dipecat. Ia juga mengungkapkan surat pemecatan yang diterima tidak didahului pemberitahuan sebelumnya dan yang gantikan mereka sebagian adalah keluarga terdekat Kepala Desa yang baru dilantik.

"SK pemberhentian yang kami terima itu tertanggal 14 Januari tanpa rekomendasi dari Kecamatan. Kami tanyakan ke Pak Desa alasannya, katanya kami tidak pernah berkantor padahal pak Desa ini dilantik 29 Desember sementara surat pemberhentian keluar tanggal 15 Januari." ungkap Arman.

Senada dengan itu, Kaur Umum Desa Taramanu Tua, Asri menyampaikan hal yang sama, ia juga mengaku sudah mengecek data aparat Desa Taramanu dan datanya di Dinas PMD sudah berganti.

"Kami sudah koordinasi dengan pemerintah Kecamatan dan disampaikan bahwa SK yang dikeluarkan oleh Pak Desa itu ilegal karena tidak ada rekomendasi dari Kecamatan dan di Perda kami juga melihat yang beperan untuk itu harusnya Kecamatan." Ujar Asri.

Sementara itu, Anggota DPRD Polman, Sahabuddin M. Sanusi menilai apa yang dialami 7 aparat Desa Taramanu Tua ini perlu mendapat perhatian khusus Komisi I DPRD Polman selaku komisi yang membidangi.

"Ini ranahnya Komisi I dan tadi sudah dibawa kesana, ini perlu mendapat perhatian dan jelas sudah ada Perda yang mengatur pergantian aparat Desa." Kata SMS.

Laporan  :  Achmad Gazali

Jumat, 17 Mei 2019



POLEWALITERKINI.NET - Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menggelar acara buka puasa bersama dilanjutkan shalat magrib, isya dan tarwih berjamaah dengan mengundang anak panti asuhan Khusnul Khatimah.

Acara ini juga dimeriahkan grup marawis Al ikhlas Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Polewali yang tampil memukau saat menghibur para hadirin usai ibadah salat magrib berjamaah. Kamis, 16 Mei 2019.

Acara buka bersama tersebut dihadiri CEO BNI Wilayah Makassar Faizal Arief Setiawan beserta rombongan yang melakukan safari ramadan dengan tema "Exploring Celebes, Forgive Each Other"  

Kepala Cabang BNI Polewali, Friedson WNK mengatakan, safari ramadhan yang dilakukan rombongan CEO BNI Wilayah Makassar yakni mengunjungi sejumlah kantor cabang BNI dimulai dari Kabupaten Bulukumba, Sengkang, Palopo, Polewali dan Pare Pare.

"Setiap kantor cabang akan disinggahi rombongan CEO wilayah Makassar ini." Ujarnya, saat ditemui di kantor cabang BNI Polewali.

Dalam sambutannya Friedson WNK mengungkapkan, meskipun perjalanan melelahkan yang ditempuh rombongan CEO BNI Makassar tapi dengan niat suci membakar semangat rombongan untuk bisa tiba di Polewali.

"Buka bersama ini juga dihadiri sejumlah ibu pensiunan dan KKB, semoga silaturahmi yang telah berjalan seperti ini tentu bisa berlanjut dimana pun berada sebab kita merupakan satu ikatan bangsa yang besar yaitu bangsa Indonesia." Paparnya. 
Sementara itu, ditempat yang sama, CEO BNI Wilayah Makassar Faizal Arief Setiawan menuturkan dengan rahmat Allah SWT sehingga semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan suasana yang menyenangkan.

"Itu yang sangat saya senangi di Polewali,  perjalanan CEO WMK dalam safari ramadan terlebih untuk mempererat tali silaturahmi, Alhamdulillah rasa kekeluargaan benar benar kuat yang didatangi senang Begitupun sebaliknya." Tuturnya. 
Menurutnya, ibadah puasa adalah proses detoksifikasi menghilangkan racun dalam tubuh karena pada saat itulah usus membuang racun yang ada.

"Proses puasa adalah proses detoksifikasi, di hari pertama memang agak berat tapi setelah berjalan akan mulai terasa nyaman, semoga energi positif selalu memyemangati kita di bulan ramadan." Kata Faizal Arief. 

Selain itu, Faizal Arief juga memotivasi seluruh karyawan dan staf kantor cabang BNI Polewali agar bisa meraih juara pertama terbaik diantara seluruh kantor cabang wilayah Makassar.

"Dari enam cabang di Sulsel dan dua di Sulbar, kantor cabang Polewali merupakan salah satu cabang yang termungil namun berhasil menyabet juara dua, jadi bukan hal yang mustahil meraih juara pertama." Pungkasnya. 

Pada acara buka bersama ini juga dirangkaikan dengan pemberian sajadah dan perlengkapan alat salat yang diserahkan langsung CEO BNI Wilayah Makassar Faizal Arief Setiawan kepada Pemimpin Cabang Polewali dan PBN, Pemimpin Cabang Pembantu Wonomulyo, Majene dan Mamasa, Dirangkaikan pula dengan penyerahan tali Asih dan cenderamata kepada Ustadz Jamaluddin SPd,i dan Perwakilan Panti Asuhan Khusnul Kahtimah, Group Marawis MAN 1 Polman, Pembaca Ayat Suci Alquran serta Saritilawah.

Acara ditutup dengan foto bersama dengan seluruh pegawai BNI Cabang Polewali, dan para pendukung acara. Khidmad namun cair dalam setiap kesempatan. Nampak dari wajah-wajah rombongan CEO BNI Wilayah Makassar dan seluruh pegawai yang hadir saat itu.

Laporan  :  Achmad Gazali

Sabtu, 04 Mei 2019

Prosesi Pemakaman Almarhum Peltu Aslam Latif
POLEWALITERKINI.NET – Inna Lillahi Wainna Ilahi Rojiun, kabar duka menyelimuti keluarga besar Kodim 1402/Polmas, salah satu prajurit terbaiknya Pelaksana harian (Plh) Pasi Intel Kodim 1402/Polmas, Peltu Aslam Latif berpulang ke Rahmatullah pada usia 44 tahun. Jumat 3 Mei 2019.

Ucapan duka cita pun berdatangan mulai dari kerabat, sahabat, Pangdam XIV Hasanuddin, Danrem 142 Tatag, Kapolres Mamuju dan Kapolres Polman, AKBP Muhammad Rifai turut mengirim karangan bunga sebagai tanda ungkapan duka cita.

Bapen Kodim 1402/Polmas Serka Zaenal merasa sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya almarhum, Sebab, kata dia, pagi hari sekira pukul 11.30 Wita, almarhum Peltu Aslam Latif masih berdinas seperti biasa dan masih sempat melaksanakan sholat Jumat berjamaah, kemudian kembali ke kantor melaksanakan tugasnya sebagai prajurit TNI.

Dan Sekitar pukul 17.00 Wita, karena merasa tidak enak badan Almarhum Peltu Aslam Latif menelfon Istrinya untuk pulang ke rumah.

"Pukul 17.30 Wita Peltu Aslam Latif tiba di rumah dan langsung terbaring di ruang keluarga didampingi istrinya ibu Irwani yang langsung mengecek kondisi almarhum namun sudah dalam keadaan lemas, sekitar pukul 17.40 Wita istri almarhum langsung membawanya Ke RSUD Polman." Jelasnya via akun Whatt appsnya, Sabtu 4 Mei 2019.

Lanjutnya, Pukul 18.00 Wita almarhum Peltu Aslam Latif tiba di RSUD Polman namun sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Diagnosis dari dr. Rina (Dokter Jaga RSUD Polman) almarhum Peltu Aslam Latif meninggal Dunia dikarenakan serangan jantung." Ungkap Zaenal.

Salah satu sahabat terdekat almarhum, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekkabata dan Darma Brigpol Mukhlis merasa sangat kehilangan sosok seorang sahabat yang sering memberikan nasehat padanya,

"Beliau orang baik, yang sudah saya anggap kakak sendiri, selamat jalan kanda, doa kami menyertaimu." terangnya.

Terpisah, sahabat sekaligus anggota almarhum, Serma Alimuddin menjelaskan masih sempat mengobrol dengan almarhum sekira Pukul 16.30 Wita, kata dia, almarhum saat itu menelpon anak pertamanya yang bertugas di Polda Sulbar.

"Saat nelpon ke anaknya, Almarhum berpesan supaya baik baik dalam bertugas." Ujarnya.

Pukul 18.30 Wita, Jenazah Peltu Aslam Latif tiba dirumah duka, jenazah almarhum di semayamkan dirumah duka di jalan Gatot Subroto (belakang Kampus IAI DDI Polman), kemudian esok harinya, Sabtu 4 Mei, jenazah almarhum dimakamkan di TPU Gatta Gatta, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, dengan prosesi militer diwarnai tembakan salvo sejumlah anggota TNI.

Almarhum meninggalkan 1 orang Istri dan 3 orang anak yakni Bripda Rian Ferdiawan,  Putri Dewi Astri dan Nilam Sri Larasati,

Adapun bintang dan tanda jasa yang dimiliki almarhum diantaranya satya lancana Gom/raksaka darma, satya lencana kesetiaan 8 tahun serta satya lancana kesetiaan 16 tahun, Almarhum dilahirkan di Palopo, Sulsel 7 September 1975 silam.

Laporan  :  Achmad Gazali

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini