***...***

.

Selasa, 15 Oktober 2019

Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan Ke Kejaksaan
POLEWALITERKINI.NET – Pihak penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, kembali melimpahkan perkara Narkotika kepada pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Polewali. Selasa (15/10/2019).

BERITA TERKAIT : BNNK Polman Amankan 1 Wanita 2 Pria, Diantaranya Miliki Shabu 47,19 Gram!  

Pelimpahan tersangka dan barang Bukti (Tahap II), yakni ANDIKA Alias BAPAK DIRGA Bin IDRUS (27),  Mahasiswa, warga Lingkungan Tololo, Kelurahan Mapilli. Dan AHMAD Bin HASANUDDIN (28), warga Desa Ugi Baru, Kecamatan  Mapilli.

Dalam penyerahan ini pihak BNN Kabupaten Polman, yakni IPTU Sigit Nugroho, S.Sos. (Plt Kasi  Berantas), Bripka Syaifuddin Syam, SH., MH. (Sie Berantas) dan Penda Nurchalis SH. (Sie Berantas) menyerahkan Tersangka 2 orang dan Barang Bukti Shabu seberat 46 Gram. 

“Kita telah laksanakan pelimpahan  tersangka dan barang bukti (Tahap II) Ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan telah diterima oleh JPU yaitu Kasi Datun,  YANUAR FIHAWIANO, S.H.” Tutup Plt Kasi  Berantas, IPTU Sigit Nugroho, S.Sos.

Laporan : Achmad Gazali

Babinsa dan Sejumlah Warga Membersihkan
Saluran Irigasi
POLEWALITERKINI.NET - Anggota TNI Koramil  Wonomulyo  jajaran Kodim 1402/Polmas bersama Pemerintah Kecamatan setempat melaksanakan karya bakti pembersihan saluran irigasi di kelurahan Sidodadi,  Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman. Selasa, (15/10/2019).

Kegiatan bersih-bersih saluran irigasi ini dilakukan untuk mengantisipasi genangan air ketika hujan turun, Ungkap Danramil 02/Wonomulyo Kapten Inf Syarifuddin.

Masih kata Danramil bahwa musim hujan sebentar lagi tiba dan sampah-sampah plastik ini juga bisa mencemari laut jika dibiarkan mengalir menyusuri saluran hingga ke muara sungai.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat agar sama-sama peduli kebersihan lingkungan,  Buang sampah pada tempatnya.

"Kalau limbah rumah tangga dibuang ke saluran irigasi terutama plastik bekas tentunya akan mencemari lingkungan bahkan sampai ke laut nantinya." Jelas Danramil.

Sementara Camat Wonomulyo, H. Umbas, S. Sos mengapresiasi kegiatan karya bakti berjalan lancar.

“Terima Kasih, ini semua terlaksana berkat kerja sama Lurah, Babinsa serta masyarakat setempat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan." Ucapnya.

Laporan : Zaenal

Minggu, 13 Oktober 2019

Tampak Petugas Berupaya Memberikan Pertolongan
Tampak Warga Padati Lokasi Kejadian
POLEWALITERKINI.NET – Nasib nahas menimpa seorang tenaga kerja pemasang papan reklame salah satu perusahaan rokok berinisial RA (Nama Samaran),  Ia hampir saja meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik kabel PLN saat asyik bekerja memasang billboard atau papan reklame di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lantora di jalan poros, Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman.

Peristiwa tersebut terjadi, pada Minggu, 13 Oktober sekira pukul 15.00 WITA, RA yang pada saat itu bekerja dengan seorang rekannya memanjat papan billboard setinggi kurang lebih 11 meter untuk mengganti papan reklame merek rokok.

Ketika tiba di atas Billboard, RA berdiri dan tidak menyadari diatasnya ada kabel listrik bertegangan tinggi milik PLN menyentuh tubuhnya lalu membuatnya tersentrum hingga lemas dan duduk menempel diatas billboard.

"Itu spanduk rokok yang ada kawatnya terbang langsung kena kabel PLN, dan langsung kesetrum." Kata saksi mata yang melihat kejadian ini, Samsul (60 tahun).

Lanjut Samsul beruntung saat tersengat listrik, korban tidak langsung terjatuh ke tanah.

"Meski ada luka di tubuhnya akibat tersengat listrik, korban tidak jatuh tapi hanya duduk diam menempel di papan billboard." Ujar Samsul. 

Melihat korban terdiam tidak berdaya serta tersangkut di atas billboard, teman dan sejumlah warga yang berada di daerah tersebut langsung berinisiatif membantu mengevakuasi RA dari atas billboard.

"Kakinya masuk seperti orang naik kuda, cuma korban luka luka walaupun masih sadar." Jelasnya

Kejadian tersebut, sempat membuat  lalu lintas di kawasan jalan poros trans sulawesi tersebut ramai dan macet akibat banyaknya warga dan pengguna jalan yang berhenti melihat peristiwa tersebut.

Laporan  :  Achmad Gazali

Berikut Vidio Pekerja Yang Tersengat Listrik Dievakuasi Petugas :



Perwakilan para Kades menyerahkan bantuan uang tunai
kepada Ketua Asrama Todilaling, Muh Arif Abdillah
Wabup Polman HM Natsir Rahmat serahkan cenderamata
ke Kades Ponggok
POLEWALITERKINI.NET – Sebanyak 70 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat, Studi banding ke Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada hari ketiga mereka berkunjung ke pabrik baju kaos Omah Oblong, kawasan hutan pinus pengger Jogyakarta dan tebing breksi di Kabupaten Sleman.

Tak hanya itu rombongan Kepala Desa yang baru terpilih ini kemudian bersilaturahmi ke asrama Todilaling, tempat dimana para mahasiswa asal Polman menetap untuk menempuh pendidikan di Kota Yogyakarta. Rabu, 09 Oktober 2019.

Di pabrik kaos omah oblong, para Kades meninjau cara pembuatan baju dan celana kaos, mulai tahap penjahitan, penyablonan, finishing hingga metode pemasaran, para Kades pun antusias menyaksikan tahapan pembuatannya sembari bertanya proses produksi kaos ke koordinator karyawan di sana.

Salah satu karyawan pabrik kaos omah oblong, Andriani dihadapan para Kades memberi penjelasan seputar proses produksi kaos dengan ciri khas Jogja tersebut.

"Dalam sehari kami dapat memproduksi 1300 lembar kaos yang dijahit 21 orang personil kami dan total jumlah karyawan kami 120 orang." Terangnya.

Usai menimba ilmu di pabrik kaos terbesar di Kota Yogya tersebut, rombongan Kades kemudian melanjutkan perjalanan ke objek wisata hutan pinus pengger dan tebing breksi, di sana mereka mempelajari cara pengelolaan dan penataan hutan pinus dan wisata tebing gunung menjadi objek wisata favorit.

Sebelum kembali ke tempat penginapan, sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan Kades menyempatkan mengunjungi asrama mahasiswa Todilaling, di jalan taman siswa gang brojohito, Yogyakarta, di asrama mahasiswa asal Polman ini, para Kades berbincang langsung mendengar keluh kesah para mahasiswa selama menempuh pendidikan di kota gudeg ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Polman, Azwar Jasin Sauru selaku ketua rombongan mengungkapkan kunjungan ke asrama Todilaling merupakan bentuk kepedulian para kades untuk membantu mahasiswa asal Polman yang melanjutkan pendidikannya di Kota Yogyakarta.

"Kebetulan kami ada di Yogya jadi wajib hukumnya kita mengunjungi adik adik kita di sini." Jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Polman, Azwar Jasin Sauru.

Selain itu, Azwar Jasin berharap adik adik mahasiswa Polman dapat menyelesaikan kuliahnya kemudian  pulang kampung menerapkan ilmunya untuk membangun Polman. 

"Biar bagaimana pun, para mahasiswa ini adalah generasi kita di masa akan datang." Ucap Azwar Jasin Sauru.

Dihadapan sejumlah mahasiswa, perwakilan rombongan Kades, Muhammad Madanrang menyerahkan bantuan uang tunai yang telah dikumpulkan para Kades, bantuan uang tunai itu diberikan secara simbolis kepada Ketua Asrama Todilaling Muhammad Arif Abdiilah.

"Apresiasi kami atas perhatian yang selama ini diberikan, bahkan Pak Bupati selalu ke asrama memberi bantuan setiap kali berada di Yogya." Tutur Muhammad Arif.

Laporan  :  Achmad Gazali


Tampak Korban dan Pelaku Yand Diamankan Polisi
Korban Mendapat Penanganan Medis
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Reskrim Kepolisian Sektor Campalagian, Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tengah melakukan pemeriksaan terkait kasus penganiayaan menggunakan parang di Dusun Sengkae, Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman.

Kapolsek Campalagian, IPTU Mustakim.,S.H kepada wartawan mengatakan, membenarkan melakukan penanganan kasus penganiayaan MUH. RIDWAN (31), Supir Bentor, mengakibat ia mengalami luka berat.

"Ada luka tebas terbuka pada kepala sepanjang -+ 18 cm pada temporilis finitra disertai fraktur terbuka, Luka tebas sepanjang -+ 5 cm pada wajah kiri, Luka tebas pada tengah dada sepanjang -+ 5 cm dan Luka tebas pada lengan atas kiri sepanjang -+ 2 cm." Kata IPTU Mustakim.,S.H.

Peristiwa ini terjadi. Kamis 09 Oktober 2019 sekira pukul 00.30 wita, saat korban bersama istrinya (ATI) di rumahnya dan sekitar pukul 00.00 wita mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu penjualan, saat korban membuka pintu pelaku langsung menebas korban.

“Pelaku ini langsung menebas dengan menggunakan parang panjang sebanyak 4 kali dan mengenai bagian kepala, wajah, dada dan lengan kiri korban. Usai melakukan penganiayaan pelaku selanjutnya meninggalkan TKP.” Kata Kapolsek Campalagian, IPTU Mustakim.,S.H.

Tak bergitu lama usai kejadian istri korban beranjak dari kamar menuju ke penjualan dan melihat suaminya (korban) dalam keadaan terluka bersimbah darah, istri korban langsung berteriak meminta tolong sehingga warga membawa korban ke Puskesmas Katumbangan.

“Istrinya beranjak dari kamar usai pelaku menganiaya korban, dia melihat suaminya penuh darah dan berteriak meminta bantuan kemudian warga membantu membawa ke Puskesmas Katumbangan dan selanjutnya korban dirujuk ke RSUD Polewali.” Ungkap IPTU Mustakim.,S.H.

Atas kejadian itu polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku dan pada hari yang sama sekira pukul 13.30 wita, bertempat di Dusun Kandemeng, Desa Batulayang, Kecamatan Tinambung, Polman, berhasil mengamankan pelaku.

“Polisi hari itu juga mengamankan pelaku SUFRI (30), tukang bentor, warga Dusun Kandemeng, Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman.” Jelas Kata Kapolsek Campalagian, IPTU Mustakim.,S.H.

Menurut Kapolsek Campalagian motif terjadinya penganiayaan ini diduga karena pelaku tersinggung atas ulah korban yang sering pelototi wajahnya dan mendengar perkataan yang bernada ancaman akan dibunuh.

“Motifnya ini dendam sakit hati, karena berdasarkan keterangan pelaku beberapa waktu lalu korban sering pelototi wajahnya dan ada nada mengancam. Jadi catatan bahwa Mantan pacar korban kini menjadi istri pelaku, sehingga sejak itu korban sering salah memahami ketika bertemu.” Ungkap Kapolsek Campalagian, IPTU Mustakim.,S.H.

Dia tambahkan, bahwa sebelum peristiwa itu terjadi pelaku dan korban juga bertemu di Pasar Kecamatan Tinambung, berawal dari itu pelaku merasa mendapat ancaman dan berinisiatif mendatangi korban dan melakukan penganiayaan.

Laporan  :  Achmad Gazali

Senin, 07 Oktober 2019

Penyerahan Berkas Perkara dan Barang Bukti
ke Denpom Pare-pare
Dandim Polmas Memberikan Keterangan Kepada Wartawan
Proses Penyerahan Barang Bukti di Mapolres Polman
POLEWALITERKINI.NET – Perkara pidana penganiayaan berakibat hilangnya nyawa JAYANTI MANDASARI (33) yang tak lain adalah mayat dalam karung yang ditemukan warga, kini telah dilimpahkan ke pihak DENPOM XIV/2 Pare-pare. Senin (07/10/2019).

BERITA TERKAIT : Polres Polman Identifikasi Korban, Polisi Bakal Kejar Pembuang Mayat Dalam Karung

Pihak Kepolisian Resort Polewali Mandar, menyerahkan sekira 12 buah barang milik JAYANTI MANDASARI kepada penyidik POM TNI yang ditemukan di TKP. Selain itu polisi juga menyerahkan berkas seperti Laporan Polisi dan Berita Acara Permintaan Keterangan.

Kapolres Polman, AKBP Muhammad Rifai.,S.I.K mengatakan, benar hari ini pihak telah menyerahkan barang milik korban JAYANTI MANDASARI, yakni 2 karung besar dan tali, baju hitam, celana coklat panjang, celana dalam coklat, jilbab warna coklat, sandal, BH warna Biru dan cincin warna hitam.

BERITA TERKAIT : Ahli Forensik Sebut Ada Tanda KekerasanPada Mayat Dalam Karung

Penyerahan berkas perkara ini lanjut Kapolres, mengingat setelah melakukan penyelidikan mendapat petunjuk dari pihak keluarganya dan kuat dugaan pelaku mengarah kepada anggota TNI yang belakangan diketahui masih aktif.

“Polisi tidak mengetahui pelakunya, tapi setelah melakukan penyelidikan hasilnya mengarah ke suami siri korban, yakni Novri. Namun setelah kita berkoordinasi dengan Kodim 1402/Polmas ternyata dia masih aktif sehingga kita menyerahkan penyidikannya ke POM TNI. Makanya tadi dia datang.” Kata Kapolres Polman, AKBP Muhammad Rifai.,S.I.K.

“Meski penyelidikan mengarah ke bersangkutan, namun polisi tidak berhak menetapkan tersangka dalam kasus itu karena seorang TNI. Jadi prosesnya beda, kalau orang sipil baru kita aturkan penentuan tersangka.” Sambung AKBP Muhammad Rifai.,S.I.K.

BERITA TERKAIT : Dandim Polmas : Penyerahan Diri Suami Siri Mayat Dalam Karung Dalam Kasus Lain 

Terkait pelimpahan berkas ini Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Hari Purnomo S.Hub.int.,M.Han membenarkan bahwa selain kasus Desersi dan nikah siri pihak POM TNI juga menerima berkas dan sejumlah barang dari pihak Kepolisian Resort Polman.

“Apakah kedatangan DENPOM ini juga terkait kasus pembunuhan mengingat ada beberapa barang milik almarhuma diboyong ke Pare-pare? Iya betul-betul, jadi tadi juga ada pelimpahan berkas dari Polres Polman ke DENPOM Pare-pare.” Kata Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Hari Purnomo S.Hub.int.,M.Han.

Namun lanjutnya, dari awal sudah disampaikan bahwa untuk Kodim 1402/Polmas hanya fokus pada kasus Desersi dan Nikah Siri nya. Sementara untuk kasus perkembangan pembunuhan akan ditangani oleh penyidik Polisi Militer.

“Kalau kami di sini hanya fokus pada Disersi nya. Untuk perkembangan selanjutnya biarlah penyidik militer DENPOM yang melaksanakan pemeriksaan kelanjutannya. Kami yakinkan bahwa tidak ada yang kami tutup-tutupi, kalau namanya pelanggaran jangankan pidana disiplin saja kita tindak dengan tegas.” Ujar Letkol Arh Hari Purnomo S.Hub.int.,M.Han.

Hadir dalam pelimpahan penanganan perkara pembunuhan JAYANTI MANDASARI, yakni 2 orang dari penyidik militer POM Pare-pare, Pasi Intel Kodim Kapten Inf. M. Sanusi, 2 Orang Provost Kodim 1402/Polmas dan Kasat Reskrim bersama personilnya.

Penyerahan berkas perkara sekira pukul 15.00 Wita di depan ruangan Unit Resum Satuan Reskrim Polres Polman. Sebelumnya juga tampak melakukan gelar perkara terkait keterlibatan Sersan Novri dalam kasus ditemukannya Mayat istri siri nya di dalam karung.

Laporan  :  Sukriwandi








PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini