GUNAKAN MASKER PADA TEMPATNYA , LINDUNGI DIRI, LINDUNGI SESAMA

Senin, 13 September 2021

  • September 13, 2021
  • Grup Media Bakri Centre

Foto : periksa21.co.id












POLEWALITERKINI.NET - Big  Resto and Cafe yang berada di Jalan poros Andi Depu, Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, menuai sorotan.

Pasalnya, cafe dan resto yang terbilang megah tersebut, beroperasi hingga Pukul 03.00 Wita dinihari, para pengunjung cafe mayoritas dinilai melanggar prosedur Protokol Kesehatan (Protkes), Bukan hanya tidak menerapkan protokol jaga jarak, Namun tidak semua pengunjung memakai masker. Demikian dikutip dari media periksa21.co.id

Informasi yang dihimpun, sejak pagi hingga pukul 21.00 Wita, cafe tersebut hanya menjual sebatas makanan dan minuman, pengelola cafe mulai menjual Minuman Keras (Miras) di atas pukul 21.00 Wita hingga pukul 02.00 Wita dinihari.

Ketika sudah di dalam ruangan, Hingar bingar suara musik yang disiapkan pengelola cafe membuat badan seakan bergetar, pengunjung pria dan wanita mulai berjoget mengikuti irama lagu yang menghentak, sebagian pengunjung pun mulai asyik menikmati suasana.

Tim Satgas Penanganan Covid Polman, Bidang Perubahan Perilaku, Andi Afandi Rahman menyayangkan sikap pengelola Big Cafe dan Resto. bila membiarkan pengunjung cafe tidak mematuhi Protkes, Apalagi, Kabupaten Polman masuk dalam zona kuning Covid-19 sehingga diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3,

"Saya dengar Big Cafe itu pernah di polemikkan di DPRD, sampai sekarang saya belum tahu hasilnya. karena belum ada kan tindak lanjutnya kemarin," terangnya, saat dikonfirmasi via telpon Minggu 12 September 2021.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman ini berjanji akan membahas informasi pelanggaran Protkes Big Cafe ke Tim Satgas Covid. Hal itu berdasarkan surat edaran Bupati Polman bahwa tidak boleh ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan selama PPKM Level 3.

"Nanti saya lempar ke Tim, seperti apa kita sikapi. Apalagi kan kita sesuaikan instruksi Mendagri yang baru turun kemarin, terkait PPKM, Polman kan  kategori PPKM level 3," tutur Andi Afandi.

Sementara itu, salah satu warga Polman yang namanya enggan disebutkan, berharap  intervensi Pemda menghentikan penjualan miras di Big Cafe, hal itu lantaran Polman memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang melarang penjualan miras.

"Buat apa ada perda yang mengatur pelarangan peredaran miras, kalau miras masih dijual bebas, Apalagi inikan beroperasi sampai dinihari," bebernya

Dikonfirmasi terpisah, Owner Big Resto and Cafe, Rian membenarkan jika cafe yang belum genap setahun dikelolanya itu, beroperasi hingga Pukul 03.00 Wita dinihari, Namun tutup pada Pukul 02.00 Wita dinihari.

"Penerimaan tamu itu batasnya sampai jam 2 malam, Tinggal tamu yang di dalam, sisa habiskan minumannya saja," ujarnya, saat dikonfirmasi via telpon, Sabtu, 12 September 2021.

Kendati demikian, terkait penerapan Protkes bagi pengunjung. Rian berdalih bukan hanya cafe miliknya yang lalai menerapkan Protkes.

"Kalau macam Protkes iya semua, bukan kami saja, di cafe-cafe lain juga gak protkes," ungkapnya.

Rian mengaku usaha cafenya sudah mengantongi ijin resmi penjualan Miras dari Kementerian Perdagangan sejak 4 bulan lalu, ' ijin kementerian sama Perda mana yang lebih tinggi bila dibandingkan? Kalau memang ada tidak sinkronnya kementerian sama Pemda, harusnya kan dari Pemdanya sendiri konfirmasi ke tingkat lebih tinggi, kenapa bisa sampai portalnya kementerian bisa keluarkan ijin," jelasnya.

Menurut Rian, miras yang dijual di Big Cafe hanya merek Bir saja, yang sesuai jenis golongan A, dengan kadar alkohol 0 sampai 5 persen.

"Kalau berbicara tentang merek minuman, Bir aja ada lebih dari 5 persen, makanya kita patokannya di kadar alkoholnya," ucapnya.

Di samping itu, kata Rian. wanita pemandu lagu atau  ledis tidak pernah disiapkan pengelola Big Cafe, katanya, ledis datang sendiri sebagai tamu.

"Ledis masuk sendiri, itu kan bekas pekerja dari A club yang tutup, jadi mereka mau kemana lagi, pasti larinya kesini, saya sih bebaskan saja, karena mereka memang tamu," paparnya.

Rian menambahkan bila pengunjung kedapatan membawa masuk miras ke dalam Big cafe, maka  mirasnya akan di sita oleh petugas keamanan.

"Di depan sudah dijaga ketat, kalau untuk ijin jam operasional itu dari Polres," pungkasnya

Berita ini Sudah Tayang di Periksa21.co.id dengan judul : Beroperasi Hingga Dinihari dan Lalai Protkes, Big Cafe di Polman Tuai Sorotan

Minggu, 12 September 2021

  • September 12, 2021
  • Grup Media Bakri Centre

POLEWALITERKINI.NET - JAKARTA –  Sebagai upaya dalam peningkatan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan meluncurkan nomor layanan Care Center 165, simplifikasi rujukan thalasemia mayor dan hemofilia serta portal web Jurnal JKN. Berbagai inovasi layanan ini diluncurkan serentak dan dihadiri oleh Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), serta Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, di Jakarta, Senin (13/09/2021).

“Ini juga merupakan komitmen kami, terlebih dalam memperingati Hari Pelanggan yang jatuh 4 September lalu serta HUT ke-53 BPJS Kesehatan, kami persembahkan kepada pelanggan kami, peserta BPJS Kesehatan serta masyarakat berbagai inovasi dan terobosan berbasis teknologi informasi untuk menunjang penyelenggaraan Program JKN yang berkeadilan dalam melayani peserta di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama BPJS kesehatan, Ali Ghufron Mukti.

Ghufron berharap, layanan yang  diluncurkan pada hari ini dapat memberikan kemudahan akses layanan serta mengakomodir harapan dan memenuhi kebutuhan peserta maupun para pemangku kepentingan.

“Kami juga mohon dukungan dari seluruh stakeholder, untuk bersama-sama mengawal berjalannya Program JKN-KIS, agar seluruh peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” kata Ghufron. 

BPJS Kesehatan Care Center 1500400 Siap Ganti Nomor Jadi 165

BPJS Kesehatan secara bertahap mengubah nomor layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 menjadi 165. Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, David Bangun mengatakan, berubahnya nomor layanan BPJS Kesehatan Care Center dari yang awalnya terdiri atas tujuh digit menjadi tiga digit ini, diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mengingat nomor tersebut jika sewaktu-waktu memerlukan informasi atau akan melakukan pengaduan terkait layanan JKN-KIS.

“Selama masa transisi sampai Desember 2021, masyarakat masih dapat menggunakan secara paralel nomor 1500 400 maupun 165 untuk menghubungi BPJS Kesehatan Care Center,” ujar David.

Adapun sejumlah fitur yang dapat diakses masyarakat melalui BPJS Kesehatan Care Center antara lain permintaan informasi dan pengaduan; layanan administrasi seperti penambahan anggota keluarga Pekerja Penerima Upah (PPU) Penyelenggara Negara dan swasta, PBPU, serta BP; pendaftaran bayi baru lahir non PBI Jaminan Kesehatan; peralihan segmen peserta ke PBPU; dan perubahan data. Di samping itu, peserta JKN-KIS juga bisa melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter umum melalui pelayanan Tanya Dokter yang tersedia di BPJS Kesehatan Care Center.

“Untuk pengaduan yang sifatnya memerlukan koordinasi dengan kantor cabang BPJS Kesehatan ataupun stakeholder lainnya, BPJS Kesehatan Care Center memiliki sistem yang terhubung dengan kantor cabang. Dengan demikian, kantor cabang dapat segera menyelesaikan pengaduan tersebut sesuai dengan Standard Level Agreement (SLA) target waktu penyelesaian atas pengaduan tersebut,” kata David.

BPJS Kesehatan sendiri sebenarnya telah memiliki layanan pusat informasi care center sejak tahun 2010 pada era PT Askes (Persero). 

Keberadaan dan fungsi care center tersebut selanjutnya terus dikembangkan. Mulai tahun 2014, care center dapat dijangkau oleh masyarakat selama 24 jam 7 hari. 

Sepanjang tahun tersebut, jumlah panggilan yang diterima oleh care center mencapai 645.263 panggilan. Jumlah panggilan tersebut meningkat tajam seiring berjalannya waktu serta bertambahnya kanal informasi dan pengaduan yang disediakan BPJS Kesehatan. 

Hingga pada tahun 2020, tercatat BPJS Kesehatan Care Center melayani 1.631.535 panggilan. Hal ini tak lepas dari pertumbuhan kepesertaan JKN-KIS yang melonjak menjadi lebih dari 200 juta jiwa yang menyebabkan naiknya akses panggilan ke BPJS Kesehatan Care Center.

Pasien Thalassemia Mayor dan Hemofila Cukup Perpanjang Surat Rujukan di Rumah Sakit

Administrasi bagi peserta JKN-KIS, khususnya penyandang thalassemia mayor dan hemofilia yang menjalani terapi rutin transfusi darah, obat antihemofilia, dan obat kelasi besi di rumah sakit. Dengan simplifikasi layanan tersebut, mereka tak perlu lagi mengujungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperbarui surat rujukannya.

“Sesuai mekanisme yang berlaku saat ini, surat rujukan peserta JKN-KIS yang menjalani perawatan thalassemia mayor dan hemofilia berlaku selama 90 hari. Jika masa berlakunya habis, maka peserta JKN-KIS harus mengunjungi FKTP untuk kembali mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit. Dengan adanya simplifikasi layanan, nantinya surat rujukan tersebut bisa langsung diperpanjang oleh pihak rumah sakit melalui aplikasi V-Claim. Prosesnya pun cepat, hanya dalam hitungan menit,” jelas  Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati.

Lily mengatakan, penyederhanaan layanan tersebut akan diimplementasikan segera pada bulan September 2021 ini di seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Untuk memperpanjang masa berlaku surat rujukan yang sudah habis, peserta JKN-KIS penyandang thalassemia mayor dan hemofilia cukup menunjukkan kartu JKN-KIS dan surat keterangan kontrol kepada petugas administrasi rumah sakit. Selanjutnya, dengan aplikasi V-Claim, petugas rumah sakit akan memperpanjang masa berlaku surat rujukan peserta JKN-KIS tersebut untuk 90 hari berikutnya.

“Thalassemia mayor maupun hemofila membutuhkan perawatan jangka panjang, biaya perawatan dan obat-obatannya tidaklah murah. Bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah setiap bulan. Dengan memanfaatkan Program JKN-KIS, para penyandang thalassemia mayor dan hemofila bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai tanpa khawatir terbebani biaya besar. Kami berharap, simplifikasi alur layanan ini bisa kian membantu mereka saat akan mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” ujar Lily.

Luncurkan Jurnal JKN, BPJS Kesehatan Dukung Penuh Kajian dan Riset Penelitian

Guna meningkatkan kualitas program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam rangka pembangunan kesehatan nasional, BPJS Kesehatan meluncurkan Jurnal JKN. Jurnal JKN merupakan web portal yang menjadi sarana sharing pengetahuan terkait program JKN-KIS melalui publikasi jurnal ilmiah. Laman ini.

berfungsi untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan karya ilmiah  dari berbagai pihak yang telah dilakukan baik secara nasional maupun internasional dalam bentuk digital. 

Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Andi Afdal, mengungkapkan Jurnal JKN bisa menjadi wadah ilmu pengetahuan dan informasi yang telah teruji dan bisa dijadikan referensi yang kredibel dalam rangka pengembangan program JKN-KIS ke depan. Keterlibatan masyarakat seperti peneliti, akademisi, mahasiswa maupun Duta BPJS Kesehatan itu sendiri dapat dielaborasi dalam Jurnal JKN.

“Kita tahu, baik BPJS Kesehatan maupun pihak-pihak lain di luar organisasi ini melakukan banyak penelitian, kajian serta pengelolaan data dan informasi. Jika dapat ditulis ke dalam jurnal ilmiah  tentu akan berkontribusi besar pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu diharapkan jurnal ilmiah yang ada di Jurnal JKN juga berguna bagi pembuat kebijakan, praktisi, peneliti, akademisi, dan masyarakat untuk program JKN-KIS serta pembangunan kesehatan pada umumnya,” kata Afdal.

Adapun masyarakat yang berminat berkontribusi menyampaikan karya ilmiahnya yang terkait dengan Program JKN-KIS dapat melakukan registrasi di laman www.jurnal-jkn.bpjs-kesehatan.go.id. Jurnal JKN menggunakan mekanisme peer-review, yang mana setiap artikel yang dikirimkan akan dinilai secara anonim oleh tim ahli yang ditunjuk oleh Chief Editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel penelitian dan artikel ulasan ilmiah (hasil kajian). 

Jurnal JKN ini diterbitkan per semester atau dua kali dalam setahun (Juli dan Desember), yang mana setiap edisinya terdiri atas minimal lima artikel dalam Bahasa Indonesia dan/atau Inggris. Adapun ruang lingkup karya ilmiah yang dapat disampaikan dalam Jurnal JKN bertemakan Risk Pooling, Strategic Purchasing, Revenue Collection, Stakeholder Engagement dan Institutional Capability. 

Sumber : Humas BPJS Kesehatan Pusat


Jumat, 10 September 2021

  • September 10, 2021
  • Grup Media Bakri Centre

POLEWALITERKINI.NET -  Unasman bersama warga Desa Luyo menggelar diskusi tentang masa depan Kakao yang difasilitasi mahasiswa melalui Program Unasman Membangun Desa.  Jumat, (10/09/2021).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Kepala Desa Luyo, Dekan Fakultas Ilmu Pertanian Ir. H.Hasanuddin Kandatong, Dosen Fakultas Ilmu Pertanian Harli.A. Karim, Muh. Rifky Aulia, dan Para Petani Kakao.

Harli A. Karim selaku pemateri dalam diskusi tersebut mengatakan, produksi kakao di Indonesia terus  mengalami penurunan. 

Posisi Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketiga kini melorot menjadi posisi keenam di bawah Pantai Gading, Ghana, Ekuador, Nigeria dan Kamerun. 


"Jika tidak ada tindakan nyata dari pihak pemerintah diperkirakan akan terus mengalami penurunan."
Ucap Harli".

Lanjut akademisi Universitas Al Asyariah, Harli di hadapan ratusan petani kakao bahwa salah satu penyebab menurunnya produksi kakao menurutnya adalah konversi lahan yang terus terjadi. 

Selain itu, petani terus mengalami kerugian dalam berusaha tani kakao. Biaya pemeliharaan khususnya pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit terus mengalami kenaikan sementara produktivitas tanaman tidak pernah mengalami peningkatan.

"Rata-rata produktivitas tanaman kakao masih berkisar di angka 700-900 kg/ha/tahun. Dan angka itu masih sangat jauh dari produktivitas yang mampu mencapai 2000-3000 kg/ha/tahun." Jelas Harli.

Dalam diskusi yang begitu menarik tak lupa Kepala Desa Luyo mengungkapkan rasa terima kasih dan menyambut baik kegiatan diskusi yang dilakukan oleh Unasman, semoga kehàdiran dosen dan mahasiswa Unasman dapat menjadi mòtivasi bagi masyarakat Desa Luyo

Di akhir pertemuan Dekan Fakultas Ilmu Pertanian, Ir. H. Hasanuddin Kandatong menyampaikan, bahwa Unasman Khususnya Fakultas Ilmu Pertanian siap bekerjasama dengan pemerintah desa luyo dalam mengembalikan kejayaan kakao yang pernah jadi primadona.

Laporan : Acho Metro

Kamis, 09 September 2021

  • September 09, 2021
  • Grup Media Bakri Centre

POLEWALITERKINI.NET - Pasca kebakaran di Lapas Tangerang yang menewaskan sebanyak 41 orang napi, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, langsung melakukan pengecekan instalasi listrik dan sejumlah alat pemadam yang ada di dalam lapas.

Hal ini dilakukan untuk memastikan alat ini berfungsi dengan baik demi mengantisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Lapas Tangerang.

Kepala Lapas Kelas II B Polewali, Abdul Waris mengatakan, langkah pertama dilakukan adalah langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengecek instalasi listrik yang ada di dalam lapas.

Pengecekan ini khususnya di blok atau kamar hunian. Selain instalasi listrik, petugas juga mengecek alat pemadam kebakaran yang terpasang disejumlah titik di dalam lapas.

"Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Semoga korban mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT." Kata Kepala Lapas Kelas II B Polewali, Abdul Waris.

Pihak Lapas Polewali juga menghimbau kepada seluruh petugas khususnya petugas pengamanan untuk selalu rutin melakukan kontrol pengecekan kamar hunian napi.

"Tadi waktu selesai shalat duhur, berjamaah kami juga telah menghimbau kepada seluruh warga binaan untuk menjaga instalasi di kamarnya tidak menyalahgunakan instalasi yang ada sehingga tidak terjadi kejadian seperti di lapas Tangerang." Tambah Abdul Waris.

Saat ini lapas Polewali dihuni sebanyak 464 orang yang terdiri dari 460 napi laki-laki dan 4 orang napi perempuan. warga binaan Lapas Polewali didominasi oleh napi kasus Narkoba sebanyak 325 orang.

Menjadi catatan bahwa Lapas Polewali ini sudah over kapasitas, dimana maksimalnya hanya sekitar 250 orang, namun kini dihuni sebanyak 464 orang.

"Lapas kita sudah over kapasitas sebanyak 75%." Jelas Abdul Waris 

Sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan saat mengalami over kapasitas, pihak lapas Polewali terpaksa hanya memaksimalkan kamar hunian yang ada.

"Kami juga telah mengajukan kepada kepala Kantor Wilayah dan pimpinan di pusat untuk penambahan kamar hunian di dalam lapas ini." Ujara Abdul Waris.

Laporan : Ant

Rabu, 08 September 2021

  • September 08, 2021
  • Grup Media Bakri Centre

POLEWALITERKINI.NET -  Menyikapi polemik terkait  Rekomendasi DPRD Polman atas Penundaam Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021 Kabupaten Polman menuai sorotan dari berbagai Ormas maupun Bakal Calon Kepala Desa. 

Rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Polewali Mandar pada rapat paripurna beberapa Waktu  lalu  tertuang  pada poin kedua meminta Bupati Polman segera menunda pelaksanaan tahapan Pilkades serentak hingga dilakukan revisi Perda Pilkades yang telah di tetapkan.

Saat di  temui di  Cafe Indah. Rabu (08/09/2021) Bakal Calon Kepala Desa  Mammi, Mudir Nawawi tegas mengungkapkan keinginannya agar  tahapan Pilkades tetap berjalan dan rekomendasi DPRD atas penundaan tahapan Pilkades dirumuskan kembali.

Mudir mengatakan, jika penundaan tahapan Pilkades terjadi maka akan sangat merugikan Bakal Calon Kepala Desa di karenakan selama ini sudah mengeluarkan biaya untuk pengurusan administrasi berkas maupun lain sebagainya, serta kerugian dalam hal waktu dan tenaga.

Lanjut Mudir, selama ini kita melakukan sosialisasi turun ke warga dan sudah memberitahukan jadwal tahapan Pilkades sedang berlangsung dan akan dilakukan pemilihan Pilkades di tahun ini. 

"Sementra jika Pilkades di tunda, apalagi bila menyeberang ke tahun 2022 maka tentunya masyakarat yang kami sudah temui dalam bingkai sosialisasi, menganggap kami ini melakukan pembohongan publik." Terang  Mudir.

Mudir juga menekankan bila  DPRD Polman tetap ingin menunda tahapan pilkades kami akan melakukan  konsolidasi dan merangkul Bakal Cakades di seluruh Kabupaten Polman.

"Kita akan mendatangi DPRD Polman menyuarakan Hak dan Aspirasi kami sebagai Bakal Cakades agar pelaksanaan tahapan Pilkades tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan. Ujarnya.

Laporan : Acho Metro

Senin, 06 September 2021

  • September 06, 2021
  • Grup Media Bakri Centre

POLEWALITERKINI.NET - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Polewali Mandar, akhirnya bersikap terkait polemik Pilkades serentak tahun 2021 Polman.

Surat pernyataan sikap tertanggal, 03 September 2021 yang ditandatangi oleh Ketua Darwis.,S.E dan Sekretaris Haidir, S.IP.,M.,M, ditujukan ke Bupati, Kepala Dinas PMD dan hari ini. Senin, 06 September 2021 diserahkan kepada pihak DPRD Kabupaten Polewali Mandar.

Ketua DPC APDESI Polman, Darwis.,S.E, saat melakukan jumpa pers membacakan 3 poin pernyataan sikap terkait polemik Pilkades serentak yakni,

1. Pengurus DPC APDESI Polman mendukung sepenuhnya proses tahapan Pilkades serentak tahun 2021 yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa melalui panitia yang telah dibentuk.

2. APDESI mendukung sepenuhnya legislatif (DPRD) dan eksekutif (Dinas PMD) menguatkan aturan tentang proses Pemilihan Kepala Desa baik PERDA maupun PERBUP tanpa mengganggu tahapan dan perencanaan yang telah disusun oleh panitia sehingga pelaksanaan Pilkades tahun 2021 tidak dianggap cacat hukum.

3. APDESI menekankan agar Pilkades serentak tidak menyeberang ke tahun 2022 atau dilaksanakan sesuai rencana yang telah disusun oleh panitia Pilkades tingkat Kabupaten.

Menurut Darwis, langkah ini untuk mendorong pihak Legislatif dan Eksekutif agar Pilkades bisa berjalan dengan baik dan tidak cacat hukum.

"Sikap kita bagaimana meredam polemik ini sehingga APDESI berada di poros tengah dengan harapan tidak terjadi resistensi dalam pemilihan kades." Kata Ketua DPC APDESI Polman, Darwis.,S.E.

Dia juga berharap Pilkades serentak tidak menyeberang ke tahun 2022 karena merupakan kerugian bagi para panitia, salah satunya terkait pemutakhiran data

"Selain pertimbangan pemutakhiran data, juga lebih 300 bakal calon kades sudah mengeluarkan biaya dan ini patut dipertimbangkan." Ujar Darwis.,S.E.

Dia menambahkan, tak menyoal jika ada regulasi akan diperbaiki melalui revisi jika memang ada, hanya saja meminta Pilkades ini tetap terlaksana di tahun 2021 dan tidak menyeberang.

Laporan : Sukriwandi

Minggu, 05 September 2021

  • September 05, 2021
  • Grup Media Bakri Centre

POLEWALITERKINI.NET – Banjir melanda dua desa di Kecamatan Mapili, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, pada Sabtu (4/9), pukul 18.30 waktu setempat. Fenomena ini dipicu oleh hujan dengan intensits tinggi sehingga debit air Sungai Andau, Kanusuang dan Salu Kadundung meluap. 

Sebanyak 90 KK atau 330 jiwa di dua desa terdampak banjir dengan ketinggian berkisar 20 – 100 cm. Kedua desa terdampak yaitu Desa Landikanusuang dan Rappang Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poliwali Mandar mencatat 56 KK (194 jiwa) terdampak di Desa Landikanusuang, sedangkan 34 KK (146 jiwa) di Rappang Barat. Data sementara dusun-dusun yang terdampak di Desa Landikanusuang berada di Dusun Pulluddung, Tondo Ratte, Landi dan Seppong. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini.

BPBD setempat juga melaporkan, banjir berdampak pada kerugian material pada sektor pemukiman, fasilitas umum dan perkebunan. Tercatat 90 unit rumah warga di dua desa tersebut terendam. Sementara itu, 2 unit jembatan terpantau mengalami pengikisan pada pondasi, 2 unit jembatan gantung terancama putus. BPBD juga mendata 1 unit masjid terendam. Sedangkan di sektor perkebunan, kebun kakao seluas 21 hektar dan sawah 100 hektar terendam. 

BPBD Kabupaten Poliwali Mandar telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti menyiagakan apabila diperlukan untuk evakuasi warga. Di samping itu, BPBD bersama TNI, Polri, Tagana, relawan dan instansi di tingkat kecamatan dan desa melakukan pembersihan lingkungan yang dipenuhi sampah banjir. 

Meskipun banjir sudah surut, BPBD setempat bersiaga untuk mengantisipasi banjir susulan. Hal tersebut dilatarbelakangi kondisi cuaca hujan deras saat ini. Prakiraan cuaca di tingkat kecamatan, hujan dengan intensitas ringan terpantau berpeluan terjadi pada malam ini. 

Berdasarkan prakiraan dini cuaca BMKG, wilayah Poliwali Mandar berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang. Potensi hujan masih berpeluang di wilayah ini pada esok hari, Senin (6/9). 

Analisis inaRISK menunjukkan 13 kecamatan di Kabupaten Poliwali Mandar yang berada pada kategori sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Kecamatan Mapili yang terdampak banjir merupakan salah satu kecamatan pada kateogri bahaya tersebut. Namun potensi bahaya lain perlu menjadi catatan, khususnya memasuki musim hujan ini, yaitu potensi bahaya tanah longsor. Kecamatan ini juga berada pada potensi bahaya tanah longsor kategori sedang hingga tinggi. 

BNPB mengimbau masyarakat untuk siap siaga dan waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Sebagian wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan pada bulan September hingga November 2021, di antaranya Provinsi Sulawesi Barat. Kewaspadaan warga di tingkat komunitas atau desa dibutuhkan untuk bersama-sama menganalisis secara mandiri potensi risiko yang berada di wilayah.

Sumber : Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB 


Selasa, 31 Agustus 2021

POLEWALITERKINI.NET – Langkah cepat Kasat Sabhara Polres Polman, IPTU Haris Yajji bersama personilnya serta masyarakat setempat bergotong-royong membersihkan material longsor di ruas Jalan Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polman.

Intensitas curah hujan cukup tinggi di sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, jadi penyebab terjadinya longsor yang mana materialnya menutupi badan jalan yang mengakibatkan terhambatnya akses lalu lintas.

“Material longsor menutupi badan jalan menuju Desa Lenggo dan lokasi longsor tidak begitu jauh dari jalan tanjakan sehingga harus segera dibersihkan untuk mencegah terjadinya laka lantas. Saya dan anggota bersama warga setempat dengan peralatan yang seadanya  berusaha membersihkan material longsor hingga jalan tersebut dapat kembali dilintasi oleh kendaraan.” Jelas Kasat Sabhara Polres Polman, IPTU Haris Yajji. Senin (30/08/2021).

Hingga saat ini pihaknya terus memantau situasi sehingga apabila terjadi sesuatu bencana seperti saat ini di Desa Bulo, yakni longsor, maka pihaknya akan dengan cepat tanggap untuk membantu masyarakat.

“Kami juga akan mengimbau masyarakat dalam beraktivitas agar lebih waspada di tengah cuaca seperti sekarang ini, karena berpotensi menimbulkan bencana, seperti pohon tumbang, longsor dan lainnya dan juga selalu mematuhi protokol kesehatan.” Ujarnya IPTU Haris Yajji.

Laporan : Muhdar Muhammad

Senin, 30 Agustus 2021

POLEWALITERKINI.NET - Banjir akibat meluapnya sungai di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, juga berdampak pada petani budidaya ikan nila, dia pun mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Salah seorang petani budidaya ikan nila, Supriadi mengatakan, luas kolam budidaya ikan nila miliknya 30 x 13 Meter ikut terdampak banjir luapan sungai Desa Riso. Dalam waktu dekat ikannya bahkan semuanya siap dipanen.

“Akibat banjir ini kami merugi dari segi finansial, budidaya ternak ikan nila dengan luas kolam 30 x 13 Meter milik kami itu untuk kolam ikan yang siap dipanen di taksir kerugian  sampai Rp. 9 juta.” Kata Salah seorang petani budidaya ikan nila, Supriadi.

Dia menyebut satu minggu kedepan rencanaya akan panen dan sudah ada siap pembeli, secara hitung-hitungan omset penjualan ikan nila itu bisa mencapai Rp. 14 Juta. Kerugian ini sudah 2 kali terjadi akibat banjir luapan sungai.

“Sudah 2 kali mengalami hal seperti ini dan selalu terjadi ketika mendekat masa panen, jadi untuk melanjutkan ternak ikan nilanya saya istirahat dulu sambil menunggu perbaikan pinggiran sungai sekaligus mengumpulkan modal kembali.” Ujar Supriadi.

Menurutnya, masyarakat mengeluhkan setiap intensitas hujan meningkat lahan padi dan kolam ikan akan selalu tergenang luapan sungai, karena belum adanya pembangunan buronjong di pinggiran sungai di Dusun 4, Desa Riso.

Laporan  : Muhdar Muhammad

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini

INFO CORONA