*** GUNAKAN MASKER PADA TEMPATNYA , LINDUNGI DIRI, LINDUNGI SESAMA ***

Kamis, 24 September 2020

POLEWALITERKINI.NET – Pasangkayu – Peringatan bagi para pelajar perokok untuk lebih berhati-hati. Baru ini. Sabtu (19/09/2020) 3 orang pelajar busia belasan tahun terpaksa berurusan polisi. Pasalnya, mereka tanpa sengaja membakar 1 unit mobil bus milik Pemkab Pasangkayu.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan, membenarkan bahwa berdasarkan pemeriksaan 3 pelajar masing-masing berinisial “NI” (10), “AZ” (14) dan “AA” (12). Dimana awalnya bermain dan merokok di dalam bus yang terparkir.di Kompleks kantor Bupati Pasangkayu.

Pada saat asyik merokok, “AA” iseng membakar salah satu kursi bus dengan menggunakan korek gas hingga menimbulkan kobaran api dan mereka berusaha memadamkan namun tidak berhasil sehingga api semakin membesar dan menghanguskan bus.

“Mereka awalnya bermain dan merokok dalam bus, namun “AA” iseng membakar salah satu kursi bus hingga meninbulkan kobaran api, mereka sempat berusaha memadamkan api tersebut tapi gagal sehingga mereka langsung melarikan diri.” Kata Kabid Humas Polda Sulbar.

Saat ini ke-3 pelajar diamankan di Mapolresta Mamuju utara untuk dimintai keterangannya namun tetap didampingi oleh orang tua masing-masing.
 

Sumber : Humas Polda Sulbar


POLEWALITERKINI.NET – Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil menangkap terduga pelaku persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang diketahui mengalami keterbelakangan mental. Kamis (24/09/2020) kemarin.

Pelaku berinisial DR (45), adalah warga Saruran, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Polewali Mandar, ini di laporkan melakukan perbuatan persetubuhan dengan ancaman terhadap anak di bawah umur yakni sebut saja “Bulan Dirindu”.

Tak berselang lama polisi pun melakukan pengejaran dan mengetahui keberadaan pelaku (DR), yang sedang di rumah tetangganya membantu membangun rumah. Dia pun kemudian di tangkap tanpa melakukan perlawanan.

“Pelaku (DR) setelah ditangkap di interogasi dan membenarkan dirinya telah melakukan perbuatan sesuai dengan laporan yang diterima polisi.” Kata AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Peristiwa persetubuhan dengan paksaan ini terjadi pada. Sabtu, 12 September 2020 yakni dilaporkan setelah 11 hari.

Berawal ketika pelaku dan korban berada di rumah hajatan di Patoke, Kecamatan Polewali, Polewali Mandar. Dia mengajak korban berjalan-jalan di rumahnya di Saruran, Kelurahan Darma, dan saat itu pelaku melancarkan aksinya.

“Dari tempat hajatan pelaku ajak korban jalan-jalan ke rumahnya, setelah tiba pelaku lalu memukul dan menarik korban membawa ke bale bale yang terhalang tembok, dan pelaku  membuka celana korban kemudian dia setubuhi.” Kata AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K. Jumat (25/09/2020).

Sementara itu pelaku kepada polisi menerangkan bahwa melakukan perbuatannya hanya sekali dan tanpa paksaan dan setelah pelaku menyetubuhi korban lalu mengantarnya pulang dalam keadaan menangis.

“Anak ini di antar pelaku pulang dan menangis, curiga dengan kondisi itu sehingga keluarga korban menanyakan kepada korban dan kemudian menceritakan apa yang dialami kepada ibu kandungnya dan selanjutnya melaporkannya ke polisi.” Jelas AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Menjadi catatan polisi korban di ketahui Anak yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, mengalami hambatan tingkah laku, penyesuaian dan terjadi pada masa perkembangannya.} Tunagrahita sering disepadankan dengan istilah-istilahLemah pikiran (Feeble Minded) Terbelakang mental (Mentally Retarded). Sumber : Wikipedia.

Atas perbuatan pelaku bakal di jerat Pasal 81 ayat (1,2) jo Pasal 76D subs Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E undang - undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang 1 tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor . 23 tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang. Dengan pidana penjara paling lama 15 tahun (lima belas tahun).

Laporan : Z Ramadhana.


Minggu, 20 September 2020

POLEWALITERKINI.NET – Mamuju – Seorang supervisor pembiayaan kendaraan bermotor dari perusahaan swasta di Mamuju, Sulawesi Barat, terpaksa berurusan polisi. Pasalnya, diduga melakukan penggelapan dana Nasabah hingga ratusan juta rupiah.

Perkara pidana dugaan penggelapan ini menjuak setelah pihak perusahaan tempat terduga pelaku bekerja merasa keberatan dan melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian Resort Kabupaten Mamuju.

Berdasar laporan itu sehingga pada. Rabu (16/09/2020) Satuan Reskrim Polresta Mamuju di backup Reskrim Polsek Panakukang, meringkus terduga pelaku “MK” di rumahnya di perumahan penjernihan kita Makassar, Sulawesi Selatan.

Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Syamsu Ridwan menjelaskan, terduga pelaku berinisial “MK” (32) menjabat sebagai Supervisor telah menerima uang biaya balik nama dan pelunasan pembelian kendaraan Mobil milik nasabah namun uang tersebut digelapkan oleh “MK”.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, “MK” mengakui bahwa uang yang telah disetor oleh para nasabah ia gunakan untuk keperluan pribadinya, bahkan di salah satu pengakuannya uang tersebut ia gunakan untuk ber foya-foya di salah satu club malam di Kabupaten Mamuju.

“Awalnya “MK” menerima biaya balik nama dan pelunasan kendaraan mobil milik nasabah, namun uang tersebut ia gelapkan kemudian ia gunakan untuk keperluan pribadinya dan berfoya-foya disalah satu Club malam di Mamuju,” Jelas Kabid Humas.

Saat ini terduga pelaku telah diamankan di Mapolresta Mamuju untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sumber : Humas Polda Sulbar



Sabtu, 19 September 2020

POLEWALITERKINI.NET – Salah seorang remaja 14 tahun (Pelajar SMP) sebut saja ‘SAYANG’ asal Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, melapor kepada pihak Kepolisian Polres Polman, atas tindakan dugaan perkosaan yang di alami.
 
Sebelumnya informasi itu berkembang dan tiba di telinga Babinsa dan pihak Desa Lilli bahwa sekira malam minggu tanggal 5 September 2020 di tempat wisata bukit senayan, desa Bulo ada warga remaja 14 tahun diduga di perkosa namun pelaku tidak diketahui.

Orang tua korban inisial P (40) pun tidak menerima apa yang di alami anaknya, dan kemudian meminta bantuan kepada petugas Babinsa dan Kades di wilayahnya dan langsung melaporkan kejadian itu ke SPKT Polres Polman.

Dari ketrangan korban “SAYANG” kejadian kelam itu pada tanggal 5 September 2020 berangkat berangkat dari kampungnya di salah satu Desa di Kecamatan matangnga menuju bukit Senayan (Tempat Rekreasi) bersama 2 orang temannya inisial (F) dan (S).

Mereka bertiga tiba di Desa Bulo, Kecamatan Bulo, sekira pukul 23.00 Wita, namun tiba-tiba seorang laki-laki yang tidak dikenalnya menarik ketenda dan langsung memperkosanya sebanyak satu kali. Pelaku pun sampai saat ini belum diketahui.

Terkait ini Kanit PPA Polres Polman, Sastri membenarkan jika peristiwa itu telah di laporkan dan sementara akan melakukan pemeriksaan kepada korban dan para saksi-saksi. 

Laporan  :  Sukriwandi

 

POLEWALITERKINI.NET – Mamuju – sebanyak 3 orang pelaku penipuan online di bekuk tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sulbar di perumahan istana asba kecamatan kraksaan, kabupaten probolinggo, provinsi jawa timur. Rabu (16/09/2020).

Dalam melancarkan aksinya kepada calon korban pelaku berinisial “M” (32), “AS” (25) dan “A” (32) menggunakan aplikasi facebook dengan modus menawarkan pinjaman koperasi Mitra mandiri.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan, menjelaskan pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari korban “S” yang mengalami kasus penipuan.

Dia awalnya ditawari pinjaman koperasi melalui aplikasi facebook, setelah itu korban melanjutkan komunikasi melalui aplikasi Whatsapp dan diarahkan untuk mengikuti prosedur-prosedur simpan pinjam koperasi untuk meyakinkan korban.

Setelah berhasil meyakinkan korbannya, para pelaku kemudian meminta uang secara bertahap mulai dari bulan mei 2019 hingga januari 2020 dengan dalih untuk memperlancar proses pencairan pinjaman.

“Subdit V Krimsus Polda Sulbar telah mengamankan 3 orang pelaku penipuan online di Provinsi Jawa Timur dengan modus pinjaman koperasi, Korbannya merupakan warga sulbar yang menderita kerugian sebanyak Rp 473.060.000.“ Tutur Kabid Humas.

Dari penangkapan tersebut, Personil Krimsus berhasil mengamankan barang bukti yang diduga kuat digunakan oleh para pelaku melakukan aksinya berupa 9 (sembilan) unit handphone, 6 (enam) buah buku rekening Bank dan 6 (enam) buah kartu ATM.

Saat ini para pelaku berikut barang buktinya telah di amankan di Mapolda Sulbar dan atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 45A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) Undang-undang RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI No.11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun.
 

Sumber : Humas Polda Sulbar


Kamis, 17 September 2020

Polisi Mendatangi TKP dan Memeriksa Kondisi Kesehatan
Korban di Wonomulyo
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Reskrim Polsek Wonomulyo tengah menangani kasus penganiayaan berat dengan menggunakan sajam jenis badik hingga berakibat korban mengalami luka tusuk di bagian perut kanan dan usus terburai. Rabu (16/09/2020).

Kejadian ini sekira pukul 15.25 Wita di rumah JUMANGIN, Dusun Bluro, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Korban JUMALI Alias JUM (41), warga Dusun Kebun Dalam, Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Polman, mengalami luka tusuk.

Menurut JUMANGIN, peristiwa ini terjadi dimana pelaku WIWIN (35), tukang batu, warga Kecamatan Wonomulyo, Polman, datang bersama korban JUMALI dengan 5 orang berteman, namun setelah mereka duduk sekira 20 menit pelaku langsung menikam korban.

“Mereka datang bersama dan duduk, sekira 20 menit kemudian tanpa adanya cekcok mulut, pelaku langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara menikam korban dengan menggunakan badik sebanyak satu kali mengenai perut bagian samping kanan.” Jelasnya.

Kemudian setelah melakukan penganiayaan pelaku langsung lari meninggalkan TKP dan sempat di kejar oleh beberapa orang teman korban yang berada di tempat kejadian.

“Setelah pelaku lari, beberapa orang temannya membawa korban ke Puskesmas Wonomulyo untuk mendapatkan perawatan dan selanjutnya korban di rujuk ke RSUD Polewali.” Katanya.

Kanit Reskrim Polsek Wonomulyo, IPDA Tio Septian Dwi Cahyo, S.Trk membenarkan telah terjadi penganiayaan berat dengan menggunakan senjata tajam jenis badik, akibat penganiayaan itu korban mengalami luka tusuk bagian perut kanan hingga usus terburai.

“Jadi penganiayaan ini dilakukan oleh pelaku WIWIN (35) kepada korban JUMALI. Adapun keduanya mempunyai hubungan sebagai teman.” Kata Kanit Reskrim Polsek Wonomulyo, IPDA Tio Septian Dwi Cahyo, S.Trk.

Berdasarkan hasil penyelidikan lanjutnya, motif penganiayaan diduga balas dendam dimana korban sebelumnya pernah melakukan penganiayaan terhadap pelaku pada tahun 2016 dan tahun 2018 namun diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kalau motif nya dugaan sementara balas dendam, karena kan pelaku dulu pernah jadi korban penganiayaan.” Jelas IPDA Tio Septian Dwi Cahyo, S.Trk.

Kini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Wonomulyo setelah sebelumnya menyerahkan diri kepada polisi. Sementara korban sore tadi selesai mendapatkan penanganan operasi medis di RSUD Polewali.

Laporan  :  Z Ramadhana

Rabu, 16 September 2020

BNN Pastikan Shabu Masih Asli
POLEWALITERKINI.NET – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat, sebelum melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) melakukan uji sampel untuk memastikan Barang Bukti masih asli dan tidak diganti.

Demikian di sampaikan kepala BNNP Sulawesi Barat, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto. Lebih lanjut pengujian ini di lakukan untuk menjamin Barang Bukti (BB) yang dimusnahkan masih asli sesuai dengan barang yang di sita.

Dengan memusnahkan narkotika jenis shabu BNNP Sulawesi Barat, hitung-hitung sudah menyelamatkan puluhan ribu anak bangsa yang berada di Sulbar khususnya di Kabupaten Polman.

Laporan  :  Z Ramadhana




POLEWALITERKINI.NET – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto saat ditanya wartawan berharap tuntutan dan hukuman bagi pelaku narkoba sesuai dengan pasal yang diterapkan oleh penyidik BNN.

BERITA TERKAIT : BNNP Sulbar Sikat 6 Orang Jaringan Antar Pulau, Sita Shabu 252 gram

“Yang pasti kita mengharapkan sesuai dengan Pasal yang kita terapkan, nanti Kejaksaan maupun Pengadilan juga bisa memberikan efek jera seluruh pengedar, bandar yang melakukan tindak pidana Narkotika.” Kata Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto.

Dalam penanganan narkoba lanjutnya pihaknya tetap mengenakan Pasal tertinggi bagi pelaku yang memiliki Barang Narkotika jenis shabu sebanyak 5 gram ke atas sesuai dengan Pasal yang menjerat para pengedar dan bandar.

“Kita tetap mengenakan Pasal tertinggi, 5 gram ke atas sesuai dengan Pasal 112, 114 narkotika golongan 1, pengedar, pendistribusi, memproduksi itu di ancam Maksimal adalah hukuman mati.” Jelas Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto.

Mengenai tuntutan yang di bawah dari itu, kata jenderal berbintang satu ini pihaknya tidak memiliki kewenangan karena itu prosesnya sudah di Kejaksaan, dalam proses penyidikan pihak BNN menrapkan Pasal terberat.

“Iya kalau ke sana bukan kewenangan kita lagi, itu prosesnya berbeda, kalau kita di sini menerapkan Pasal terberat.” Ungkap Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto.

Pihak BNNP Sulawesi Barat, pada kesempatannya memusnahkan 5 paket jenis shabu yang berat keseluruhan 239,4521 gram milik tersangka jaringan Malaysia yakni Tiar Bin Bahari Sudirman, Yunding alias Panjang, Tasrih aliaa Aling dan Kardi Tamsir alias Kardi Bin Tamsir.

Pemusnahan ini setelah mendapat penetapan dari Kejaksaan Negeri Polman dan Pengadilan Negeri Polewali barang bukti sebanyak 244 gram disisihkan 0,5 gram untuk pengujian di sampel laboratorium dan barang bukti di pengadilan.

Laporan  :  Z Ramadhana

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini

INFO CORONA