*** LINDUNGI DIRI, LINDUNGI SESAMA ***

DATA COVID-19 INDONESIA

😷 Positif:

😊 Sembuh:

😭 Meninggal:

(Data: kawalcorona.com)

Senin, 25 Mei 2020

Ilustrasi
POLEWALITERKINI.NET – Direktorat Narkotika Kepolisian Daerah (POLDA) Sulawesi Barat (SULBAR), menangkap 3 orang 1 diantaranya Oknum Kepolisian dari satuan Polairud Polda Sulbar, 1 PNS di Dinas PU Kabupaten Mamuju dan seorang pegawai BRI Cabang Mamuju.

Berdasarkan rilis Humas Polda Sulbar, para pelaku yang diduga menyalahgynakan narkoba tertangkap. Selasa, 12 Mei 2020 lalu.

Kabid Humas AKBP Syamsu Ridwan, SIK menyebutkan ketiga tersangka yang diamankan diantaranya inisial (BA), (YD) dan (KL) karena memiliki dan menguasai Narkotika.

Kata dia, bermula saat tersangka inisial (BA) yang bekerja sebagai pegawai di Dinas PU Kabupaten Mamuju diamankan petugas. Ditanganya ditemukan barang bukti 1 paket Shabu seharga 850 Ribu.

Selanjutnya dilakukan pengembangan, dari hasil interogasi tersangka (BA) mengakui bahwa Narkoba jenis shabu diambil dari tersangka (YD) dan (KL) dengan cara patungan.

Sementara Tersangka YD (29) diketahui bekerja di Bank BRI Cabang Mamuju dan parahnya (KL) adalah oknum Polisi dari Satuan Polairud Polda Sulbar. Kini Ke tiganya sudah diamankan di rutan Narkoba Polda Sulbar.

”Ketiganya juga mengakui sudah sering kali nyabu, setelah kami tes urine Ketiganya positif. Sementara pemilik asal usul barang bukti masih sementara dalam pengembangan.” Jelas Kabid Humas.

Atas perbuatan ketiga pelaku tersebut, mereka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) subs Pasal 127 ayat (1) huruf a dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.(***).






Polisi, TNI dan Warga Desa Sigerang Melakukan Pencarian
POLEWALITERKINI.NET – Dalam upaya pencegahan wabah virus corona atau covid-19 tim Kepolisian Resort Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, membubarkan perkumpulan orang di lokasi judi sabung ayam. Senin (25/05/2020).

Dalam upaya pembubaran itu dikabarkan 1 orang diamankan dan sekira 50 puluhan orang yang berkumpul berhasil melarikan diri dengan cara melompat dan menyeberangi sungai yang lebarnya sekira 125 meter dan diduga ada 3 orang  tenggelam dan hilang.

Vidio Para Pemain Judi Menyeberangi Sungai

Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono.,S.I.K mengatakan, pihak Kepolisian melakukan pembubaran dalam upaya pencegahan wabah virus corona. Mengingat imbauan pemerintah sudah disampaikan tidak memberikan ruang berkumpul dimasa pandemi Covid-19.

“Warga pemain judi sabung ayam dan penyedia lokasi masih saja membuka ruang untuk berkumpul. Padahal sudah diimbau untuk tidak berkumpul karena pandemi Covid-19. Ini perintah langsung Presiden.” Kata Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono.,S.I.K

“Ada perintah dan juga keresahan masyarakat tentang berkumpulnya orang yang di kuatirkan akan menyebarkan covid-19 atau virus corona di lokasi judi ayam.”
Tambah AKBP Ardi Sutriono.,S.I.K.

Gagal Menyeberangi Sungai Polisi Memberikan Pertolongan

Tak hanya itu, kegiatan judi sabung ayam juga melanggar Pasal 303 KUHP tentang judi. Kesimpulannya, kegiatan semacam ini tidak boleh digelar. Tetapi, masih saja ada yang menggelar judi seperti ini.

Pihak gabungan sebelumnya. Senin, 25 Mei 2020 sekira pukul 16.30 Wita melakukan pembubaran di lokasi sabung ayam di Desa Baru, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman. Mengingat jarak dan medan dan berdekatan dengan aliran sungai Malloso mereka pun melarikan diri dengan cara menyeberangi sungai.

“Meski demikian polisi berhasil mengamankan EDI (31 tahun), warga Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman dan beberapa barang bukti, yakni 5 ekor ayam aduan dan 1 buah tas ransel hitam.” Jelas AKBP Ardi Sutriono.,S.I.K.

Petugas Polisi, TNI, Warga dan Pihak Keluarga Melakukan Pancarian

Namun sekira pukul 18.00 Wita pihak kepolisian Polres Polman memperoleh informasi dari warga sekitar bantaran sungai Maloso, Kecamatan Mapilli bahwa ada sejumlah warga tenggelam setelah melarikan diri dari TKP perjudian di bantaran sungai Desa Baru.

Dari informasi itu polisi kembali ke lokasi sungai Mallosa dan mendapatkan keterangan bahwa warga yang tenggelam ada 3 orang, yakni ZAINUDDIN, warga Desa Sigerang, Kecamatan Mapilli, kemudian SAFARUDDIN Alias SAPA (40 tahun), warga Desa Baru, Kecamatan Luyo, dan ASRAR Alias ACO (21 tahun), warga Jalan Merpati, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali.

Dugaan tenggelamnya warga ini diperkuat dengan keterangan warga setempat, Anwar (34) yang ikut melompat dan menyeberangi sungai Maloso bersama Korban mengatakan, pada saat itu dirinya melihat beberapa pelaku perjudian sabung ayam berenang menyeberangi sungai maloso yang berada tepat di belakang rumahnya.

“Saya melihat dan mendengar SAPA dan sempat meminta pertolongan yang dimana berjarak sekitar 5 meter dari tepi sungai, kemudian saya mencoba membantu dengan mengambilkan kelapa kering sebagai alat bantu berenang namun keburu tenggelam dan menghilang.” Kata Anwar.

Sementara itu menurut ELLO (27 tahun), warga Desa Sigerang yang juga ikut dalam perjudian sabung ayam tersebut mengatakan, dirinya berenang menyeberangi sungai Maloso bersama beberapa temannya saat mencoba melarikan diri namun pada saat sasampainya ditepi sungai ZAINUDDIN sudah tidak terlihat lagi.

Hingga pukul 19.20 wita personil gabungan Polres Polman dan TNI yang dibantu oleh warga setempat dan keluarga korban melakukan pencarian di sepanjang sungai Maloso tempat dimana ketiganya berenang dan kemudian tenggelam.

“Jadi polisi bersama TNI, warga setempat dan keluarga korban dengan menggunakan perahu penyeberangan menyisir aliran sungai dan beberapa petugas lainnya menyusuri bantaran sungai dengan berjalan kaki.” Ujar Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono.,S.I.K

Laporan  :  Sukriwandi




Minggu, 24 Mei 2020

Ibu Bayi Perempuan Yang Ditemukan
POLEWALITERKINI.NET – Hanya sehari semalam Kepolisian Sektor Binuang, Resort Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, berhasil menemukan ibu bayi perempuan di Jalan Lembang, Dusun Silopo, Desa Mirring, yang awalnya diduga dibuang seseorang dengan menggunakan kendaraan roda dua.

BERITA TERKAIT : Pengendara Motor Buang Bayi Perempuan di Silopo Binuang

Kapolsek Binuang, IPTU Syaiful Besar melalui Kanit Reskrim, IPDA Muh Rum Kasim mengatakan, setelah melakukan olah TKP pihak Kepolisian kemudian melakukan pengembangan berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk di lokasi kejadian.

“Pihak kami melakukan pengembangan dan pendalaman berdasarkan keterangan sejumlah orang dan bukti petunjuk lain. Kemudian polisi mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan hingga bersangkutan ibu bayi perempuan ini ditemukan.” Kapolsek Binuang, IPTU Syaiful Besar melalui Kanit Reskrim, IPDA Muh Rum Kasim.

Lebih lanjut dia mengatakan, wanita inisial HP (29 tahun) warga setempat yang awalnya menemukan bayi ini sebenarnya adalah ibu kandungnya. Dia membuat cerita seolah-olah menemukan bayi perempuan di dekat rumahnya yang diduga di buang oleh seorang pengendara roda 2.

“Jadi cerita penemuan bayi yang baru dilahirkan dalam kondisi ari-ari dan tali pusat belum terpotong di dalam  kantong plastik berwarna hitam tidak benar, cerita itu hanya sebagai alasan untuk menyembunyikan jika anak itu hasil dari hubungannya dengan pacarnya.” Kapolsek Binuang, IPTU Syaiful Besar melalui Kanit Reskrim, IPDA Muh Rum Kasim.

“Jadi yang menemukan bayi ini sebenarnya ibunya sendiri, dari keterangannya dia ingin merawat anaknya hanya saja takut dengan pihak keluarganya, karena lelaki yang menghamili tidak bertanggungjawab. Bahkan ibu bayi itu ngotot ingin mengambil kembali anaknya.” Jelas Kanit Reskrim Binuang, IPDA Muh. Rum Kasim.

Lebih lanjut, ibu bayi ini sebenarnya juga masih berstatus ibu rumah tangga hanya saja sudah 2 tahun ditinggal suami karena merantau ke Negeri Jiran Malaysia. Dia bertemu dengan pacarnya asal Pinrang yang kebetulan bekerja membuat batu bata di wilayah dusun setempat.

“Apakah laki laki itu pacarnya? Iya pacarnya memang. Apakah dia perempuan bersuami? Eh sebenarnya ada suaminya tapi tidak ada surat nikah dan sudah lama dikasi tinggal ada 2 tahun ke Malaysia. Laki-laki ini (Pacarnya) orang mana? Orang Pinrang yang kebetulan pernah bekerja batu merah di daerah situ.” Kata Kanit Reskrim Binuang, IPDA Muh. Rum Kasim.

Meski pacarnya yang sekarang di Kabupaten Mamuju dan diduga tak ingin bertanggungjawab, namun ibu bayi ini masih intens melakukan komunikasi melalui via telepon bahkan hingga malam pada saat dia ingin melahirkan.

“Jadi setelah dia kerja batu merah pacarnya selanjutnya ke Mamuju, tapi komunikasi jalan terus sampai mau melahirkan. Hubungan ini pun sudah diketahui keluarganya hanya saja tidak datang melamar. Apakah keluarganya tahu kalau dia Hamil? Satu pun keluarganya tidak ada yang tahu kalau hamil.” Ungkap Kanit Reskrim Binuang, IPDA Muh. Rum Kasim.

Peristiwa sebenarnya versi pihak Kepolisian, bahwa ibu kandung bayi ini pada hari Jumat, 22 Mei 2020 sekitar jam 13.00 Wita menyimpan bayi tersebut di rumah tengah kebun tempatnya melahirkan dan keesokan harinya sekitar Jam 05:30 Wita pelaku kembali mengambil bayinya.

“Setelah bayinya di ambil di rumah kebun ibunya kemudian menyimpan atau meletakkan di pinggir jalan yang tidak jauh dari rumahnya dan selanjutnya ke rumahnya menyampaikan kepada orang tuanya (Ibunya) bahwa Ia menemukan bayi dipinggir jalan dan kemudian bayi itu dia ambil.” Ujar IPDA Muh. Rum Kasim.

Hingga berita ini diterbitkan pihak Kepolisian masih mengamankan seorang ibu bayi perempuan tersebut. Sementara bayinya kini masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Polman.

Laporan : Z Ramadhana



Usai Rembug Warga Petugas Pos Langsung
Melakukan Pencairan
Istri Mustakim, Hawati Menerima Bantuan Sosial Tunai
dari Kemensos RI Melalui Petugas Pos
POLEWALITERKINI.NET – Sebagai wujud transfaransi tim Desa Pasiang langsung melakukan rembug terkait adanya 12 warga yang melakukan protes ke Badan Pemerintahan Desa Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Sabtu, 23 Mei 2020.

BERITA TERKAIT : Desa Pasiang Bagi BLT DD Ke 216 KK, Warga Penderita Penyakit Kronis Layak?

Para warga ini diduga salah paham sehingga melapor karena merasa tidak terdaftar dalam penerimaan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Bahkan ada sejumlah warga yang menerima double alias ganda.

“Ada sejumlah warga sudah menerima BLT bersumber dari Dana Desa dan menerima juga Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial RI.” Kata Kepala Desa Pasiang, Sitti Nurjannah.

Atas dasar ini pihak Desa Pasiang langsung menyikapi dengan rembug warga membahas protes warga atas pembatalan penerima bantuan BLT DD dan BST yang sedianya mereka menerima bantuan keduanya.

“Setelah melakukan protes di Kabupaten, pihak Desa desa mengajak warga ini berkumpul di rumah Kades untuk mendengar penjelasan bahwa penerima bantuan ini hanya untuk 1 program. Kalau sudah terima BLT DD maka warga tidak boleh lagi menerima BST dari Kemensos RI." Kata Kepala Desa Pasiang, Sitti Nurjannah.

Jadi untuk penerima double lanjutnya, pihak relawan desa meminta penerima mengembalikan bantuan BLT DD ke bendahara dan selanjutnya dana yang terkumpul itu akan dirapatkan untuk mencarikan warga yang layak mendapatkan bantuan namun belum terdata.

Selain itu pihak Desa juga menyampaikan bahwa untuk verifikasi data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos RI bukanlah kewenangan Desa. Kata dia, tim desa hanya melakukan verifikasi terkait penerima BLT bersumber dari dana Desa.

Bahkan, lanjut ibu kades dari 12 warga yang melakukan protes sebagian namanya sudah kami kirim untuk mendapatkan BST Kemensos RI. Namun karena ada kendala sehingga terlambat dicairkan oleh pihak Kantor Pos.

"Untuk BST Kemensos RI untuk Desa Pasiang sebanyak 84 penerima, masuk melalui rekening warga sebanyak 8 KK, terus menyusul 42 KK disalurkan pos di kantor Desa dan hari ini 34 KK juga disalurkan oleh petugas kantor Pos termasuk salah satu warga yang melakukan protes." Kata Kepala Desa Pasiang, Sitti Nurjannah.

Dia menambahkan, bahwa sebagian warga yang melakukan protes awalnya sudah memasukkan datanya ke tim relawan, namun setelah melakukan verifikasi dianggap tidak layak masuk dalam daftar penerima BLT DD.

Sementara itu Istri Mustakim, Hawati mengatakan, dirinya tidak melakukan protes hanya saja dipanggil temannya yang tidak masuk dalam data penerima BLT DD untuk melapor ke Kantor Pemerintahan Desa Kabupaten Polman.

“Jadi kami minta maaf karena hanya menemani teman yang tidak di data pada penerimaan BLT DD namun ternyata tim Desa sudah memasukkan datanya di penerima BST Kemensos RI. Hanya saja namanya terlambat turun. Saya sendiri hari ini sudah menerima.” Kata Istri Mustakim, Hawati.

Laporan : Sukriwandi

Warga Dusun Silopo Temukan Bayi Perempuan
Bayi Perempuan Mendapatkan Perawatan Medis
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Kepolisian Sektor Binuang, Resort Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, tengah melakukan penyelidikan terkait temuan bayi perempuan di Jalan Lembang, Dusun Silopo, Desa Mirring, yang diduga dibuang oleh pengendara roda dua.

BERITA TERKAIT : Ibu Bayi Perempuan di Silopo Binuang Ditemukan Polisi, Simak Yuk....

Kapolsek Binuang, IPTU Syaiful Besar melalui Kanit Reskrim, IPDA Muh Rum Kasim mengatakan, penemuan bayi perempuan. Sabtu, 23 Mei 2020 sekira pukul 06.00 Wita di Jalan Lembang, Dusun Silopo, Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

“Benar tengah menyelidiki penemuan bayi bayi berjenis kelamin perempuan dalam keadaan hidup yang ditemukan oleh warga setempat di dusun Silopo, Desa Mirring.” Kata Kapolsek Binuang, IPTU Syaiful Besar melalui Kanit Reskrim, IPDA Muh Rum Kasim.

Bayi perempuan ini awalnya lanjut dia, ditemukan inisial HANIPA (31 Tahun), IRT, warga Jalan Lembang, Dusun Silopo, Desa Mirring. Jumat, 22 Mei 2020 sekitar jam 11 malam. Awalnya dia mencurigai suara kendaraan roda 2 singgah di dekat rumahnya.

“Pengendara roda 2 singgah di dekat rumah HANIPA, tak berselang lama kendaraan tersebut pergi meninggalkan TKP. Dia awalnya curiga jika membuang sesuatu, namun situasi tengah malam sehinga takut untuk mengecek ke lokasi TKP.” Kanit Reskrim Polsek Binuang, Kanit Reskrim, IPDA Muh Rum Kasim.

Rasa penasaran HANIPA (31), membuatnya bergerak dan pada Sabtu, 23 Mei 2020 sekitar pukul 06.00 Wita dia mengecek ke tempat tersebut, dan setibanya di TKP menemukan bayi berjenis kelamin perempuan terbungkus dalam kantong plastik hitam.

“Setelah menemukan bayi terbungkus kantong plastik hitam, HANIPA kemudian memanggil warga setempat dan melaporkan ke aparat Desa, Babhinkamtibmas BRIGPOL ABD RAHMAN. S bersama Kepala Dusun Silopo SANUBI, Bidan Desa Mirring, NURHAYATI. S.Keb.” Jelas IPDA Muh Rum Kasim.

Pihak petugas yang tiba di TKP langsung membawa bayi perempuan tersebut ke Puskesmas Binuang dan selanjutnya dokter menyarankan agar bayi tersebut dirujuk ke RSUD Polewali untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan pihak Kepolisian Sektor Binuang terus melakukan koordinasi dengan Polres Polman untuk melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku yang tega membuang bayi yang diduga baru dilahirkan.

Laporan : Sukriwandi

Sabtu, 23 Mei 2020

Camat Matakali Saksikan Penyaluran BLT DD di Pasiang
Warga Desa Pasiang Menerima Bantuan Langsung
Tunai dari Dana Desa
POLEWALITERKINI.NET – Sebanyak 216 Kepala Keluarga (KK) di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

BERITA TERKAIT : Kades Pasiang Ajak Warga Rembug Bahas BLT DD dan BST Kemensos RI

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) berlangsung di kantor Desa Pasiang tersebut menerapkan standar kesehatan Corona Virus Disease (Covid-19) dengan memakai masker dan jaga jarak. Jumat, 22 Mei 2020.

Kepala Desa Pasiang, Sitti Nurjannah mengatakan sebelum BLT dibagikan telah dibentuk relawan penanganan Covid, kemudian dari tim tersebut dipilih tiga pendata untuk mendata warga yang layak menerima BLT pada 4 Dusun di Desa Pasiang.

"Tapi ada masyarakat yang datang bawa kartu keluarganya, kemudian kita lakukan musyawarah desa bahwa ini data yang masuk di Pasiang melebihi kuota 216 KK." Ujarnya, saat ditemui di ruangannya.

Kendati demikian, kata Nurjannah, sebelum BLT dibagikan pihaknya telah memverifikasi data dari semua tim yang terlibat dalam pendataan penerima BLT, termasuk dari Kepala Dusun, BPD, pendamping program keluarga harapan (PKH) serta TKSK yang menaungi bantuan pangan non tunai ( PNT).

"Supaya tidak ada penerima ganda karena ini bantuan BLT tidak bisa lagi diberikan jika sudah terima bantuan lain seperti PKH dan BPNT." Tambahnya.

Menurutnya pencairan BLT DD untuk periode pertama seharusnya bulan April namun kendala pembahasan pada tingkat atas sehingga baru hari ini. Sementara untuk periode ke dua bulan 6 dan ke tiga bulan 7.

“Meski semua Dana sudah ada di Rekening Desa namun tidak semua dana ini bisa dicairkan 100 persen melainkan hanya 15 persen. Sehingga hari ini penyaluran dana di Desa Pasiang akan kita tuntas kan hingga malam.” Jelas Kepala Desa Pasiang, Sitti Nurjannah.

"Sementara ini saya pakai 216 KK, tapi ada dana cadangan 33 KK karena kita antisipasi jangan sampai ada warga baru yang terkena dampak ekonomi Covid ini." Terangnya.

Selain itu sudah ada 51 KK mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos RI. Sementara warga yang tidak pernah terdata di BLT, PKH, BPNT (Beras) tapi tidak mampu dan terdampak wabah Corona layak mendapatkan bantuan.

“Selain syarat di atas, warga penderita penyakit kronis tahunan seperti, buta, lumpuh, kanker juga berhak mendapatkan bantuan. Bahkan warga yang menjual ikan dengan roda dua ke Mamasa karena tidak bisa lolos  di perbatasan juga bisa mendapatkan bantuan ini.” Kata Kepala Desa Pasiang, Sitti Nurjannah.

Sementara itu Camat Matakali, Sulaiman Mekka mengatakan, penyaluran BLT di Desa Pasiang ini dihadiri oleh Ketua Tim gugus covid 19 Matakali, Hassani yang juga Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Polman.

Kata dia, BLT DD yang disalurkan di Desa Pasiang ini sudah lama ditunggu oleh masyarakat dan kita harapkan bisa selesai sebentar sore, dan untuk Kecamatan Matakalai sudah hampir semua selesai penyalurannya.

Laporan  :  Sukriwandi




PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini

INFO CORONA