***...***

Senin, 20 Januari 2020

Danki Brimob Polman Bersama Pengelola Salupajaan
dan Pemerintah Desa Sepakat Berdamai
Pihak Brimob Bersepakat Berdamai
POLEWALITERKINI.NET - Insiden keributan antara pengurus objek wisata Salupajaan, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan personel Brimob Kompi Polman dinilai hanya insiden kesalahpahaman.

Kericuhan tersebut terjadi pada. Senin siang, 20 Januari 2020, sehingga sejumlah personel Brimob terpaksa harus melakukan tembakan ke udara untuk membubarkan  konsentrasi massa agar tidak terjadi kericuhan yang luas.

Pihak Kepolisian Polres Polman pun langsung merespon cepat atas terjadinya insiden kericuhan tersebut, ke dua belah pihak dipanggil dan di mediasi di Mapolres Polman.

Kepala Desa Batetangnga, Muhammad Said mengatakan, kabar adanya insiden keributan tersebut baru ia ketahui sesaat  setelah kejadian.

"Sudah terjadi baru saya tahu, soalnya di sini ada kesalahfahaman atau miss komunikasi antara petugas objek wisata Salu Pajaan dengan anggota Brimob." Ujarnya, saat ditemui menghadiri pertemuan perdamaian kedua belah pihak, di Mapolres Polman. Senin malam, 20 Januari 2020.

Menurut dia, kronologi kejadian berawal ketika anggota Brimob ini datang ke sana kemudian berhadapan dengan masyarakat  tapi masyarakat tidak tahu bagaimana karakternya.

“Disitulah miss komunikasinya, yang seharusnya harus saling memahami sehingga tidak terjadi hal seperti ini." Kata Muhammad Said.

Dia menambahkan, tujuannya ke Polres hanya untuk klarifikasi lantaran masing masing pihak sudah menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

"Karena itu kedua belah pihak saling menyadari, dan meminta maaf kepada Danki Brimob Polman ananda Ojan, lalu ananda Ojan juga menerima dengan lapang dada, sehingga
ini bisa diselesaikan."
Terang Muhammad Said.

Lebih lanjut, Muhammad Said membeberkan persoalan ini bisa dinilai dengan suatu hikmah bahwa tidak selamanya hikmah itu diperoleh melalui jalan yang mulus.

"Tapi jalan ini membawa hikmah sehingga kami bisa menjadi suatu keluarga kembali, sekarang sudah damai." Ungkap Muhammad Said.

Ditempat yang sama, pengelola Objek wisata Salupajaan, Solihin menjelaskan, permasalahan ini  sebenarnya hanya miss komunikasi karena belum ada keterbukaan sama sekali.

"Mungkin ada ketersinggungan diantara kami sehingga terjadi begini, tapi kita sudah berdamai, kami mohon maaf." Singkat Pengelola Objek Salupajaan, Solihin.

Sementara itu, Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai membenarkan kedua belah pihak sudah memutuskan berdamai untuk mencari jalan yang terbaik, upaya ini kata dia, supaya hubungan silaturrahmi ini tetap terjaga.

"Insha Allah tadi pengurus Salupajaan telah mengundang teman teman Brimob untuk makan durian di sana dan nanti kita agendakan ke sana, tadi sudah dibuat surat pernyataan perdamaian." Tutur Kapolres Polman, AKBP Muhammad Rifai.

Pertemuan mediasi antara Danki Brimob, IPDA Ojan Prabowo, pengelola objek wisata Salupajaan, Kepala Desa Batetangnga serta tokoh masyarakat setempat disaksikan langsung Komandan Satuan Brimob Polda Sulbar, Kombes Pol Iwan Sazali dan Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai.

Laporan  :  Z Ramadhana

Selasa, 14 Januari 2020

Bangunan Perumahan Guru Roboh Timpa 3 Siswa SD
Polisi Melakukan Olah TKP
POLEWALITERKINI.NET – Perumahan guru SDN 043 Bulubawang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Roboh dan menimpa korban saat sedang memetik buah jambu didekat bangunan. Selasa (14/01/2020).

Korban bernama FERY (9), Pelajar Kelas 4 SD, tewas. Sementara 2 temannya Yakni, WAHYUDIN APRILIAWAN (9), Pelajar Kelas 4 SD, mengalami luka patah pada pergelangan kaki dan HENGKI (9), Pelajar Kelas 4 SD, mengalami Luka robek pada kepala bagian belakang, bibir bagian atas sebelah kiri, robek dan bengkak pada mata kiri (Kelopak mata).

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,SE.,S.I.K mengatakan, peristiwa itu bermula diduga ke 3 korban tersebut hendak memetik jambu yang berada di dekat bangunan dimana salah satu korban memanjat di bangunan tua mengakibatkan bangunan tersebut roboh.

“Dugaan sementara berdasarkan keterangan saksi ke 3 anak ini memanjat gedung yang kemudian roboh untuk memetik jambu dan menimpa ketiganya.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,SE.,S.I.K.

Salah seorang guru honorer HARDIANSYA (25) mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada dalam ruangan kelas mengajar dan kemudian mendengar suara reruntuhan disertai suara teriakan korban.

Mendengar kejadian itu dia pun menuju ke sumber suara atau TKP dan mendapati ke 3 siswa tersebut yang menjadi korban sudah tertimpa reruntuhan bangunan. Para korban langsung dilarikan ke RSUD Polman untuk dilakukan pertolongan medis.

Berdasarkan informasi bangunan perumahan guru yang menimpa 3 siswa ini dibuat atau dibangun pada tahun 1984/1985 dan telah rapuh. Warga setempat pun berharap perhatian semua Kepsek agar waspada jika ada perumahannya yang sudah tua.

Laporan : Sukriwandi

Minggu, 12 Januari 2020

Kiri, Andi Affandi Rahman dan Bupati Polman
Kunjungi Wilayah Terdampak Banjir
POLEWALITERKINI.NET - Intensitas hujan yang berkepanjangan mengakibatkan debit air sungai Mandar, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat meluap. Minggu, 12 Januari 2020.

Warga setempat kuatir air menggenangi pemukiman penduduk. Terkait itu Kepala BPBD Kabupaten Polewali Mandar, Andi Affandi Rahman mengatakan, kondisi terkini wilayah terdampak genangan banjir air sungai mandar yang sempat melimpah sudah mulai normal.

Kata dia, terdapat 3 Kecamatan yaitu,  Kecamatan Alu, Limboro, Tinambung, terdampak banjir akibat luapan air yang tingginya belum dapat dipastikan.

Pihaknya mengharapkan air tidak kembali meluap, "Harap agar genangan air tidak kembali meluap dihari mendatang mengingat daerah ini rentan banjir luapan sungai mandar sejak 10 tahun terakhir ini." Kata Kepala BPBD Kabupaten Polewali Mandar, Andi Affandi Rahman.

Upaya pemerintah tanggap siaga bencana mendirikan posko dan dapur umum di Desa Sepabatu bekerjasama Tagana, Dinsos, BNBP pun menyiapkan perahu karet untuk siaga bencana banjir susulan.

Sementara itu, Bupati Andi Ibrahim Masdar bersama beberapa pimpinan OPD turun langsung di lokasi terdampak bencana, memantau situasi dan memastikan rasa aman bagi warga.

Sumber : Kominfo SP Polewali Mandar

Senin, 23 Desember 2019

Tampak Lokasi Perkelahian, Pemeriksaan dan Korban
POLEWALITERKINI.NET -  Baru ini 2 pelajar setingkat SMA di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, terlibat perkelahian dan menyebabkan 1 diantaranya meninggal dunia karena tikaman badik.

Kejadian ini. Selasa, 17 Desember 2019 sekira pukul 22.15 Wita di Dusun Pasiang Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, tepatnya di pertigaan dekat lapangan Tabone dimana pada malam itu siswa SD sementara berkemah.

Menurut data Kepolisian Reskrim Polres Polman, korban yang meninggal dunia inisial MH (16 Tahun), Pelajar Kelas I di SMKN 1 Polewali. Sementara pelaku inisial RH (17 Tahun), Pelajar Kelas 2 STM Wonomulyo. Keduanya beralamat di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Polman.

Menurut keterangan kerabatanya inisial (ILH) pada malam kejadian korban bersama pelaku adu mulut (Cekcok) yang berujung perkelahian. Meski dia mencoba menarik pelaku (Melerai) namun korban mencekik dari belakang dan selanjutnya terjadi penikaman.

“Saat itu mereka saling maju dan leher pelaku dicekik dari belakang sebelum Korban ditikam. Mungkin ditikam dari belakang, karena saat berkelahi pelaku dikalah pak." Kata ILH saat ditanya oleh petugas Kepolisian.

Akibat kejadian tersebut korban dilarikan ke RSUD Polman, menurut catatan medis dia mengalami luka tikam pada bagian pinggang kiri (Usus Keluar) ukuran 5 × 3 cm. Luka tusuk pada bagian dada ukuran 2 × 1 1/2 cm, dan Luka sayat pada bagian lengan tangan atas bagian kanan.

Dari hasil wawancara dengan pelaku RH (17), mengatakan, pada malam itu sekira pukul 19.00 Wita dia meninggalkan rumah menuju ke Desa Bunga-bunga menemui kerabatnya. Saat itu dia sudah membawa badik yang diselipkan di pinggangnya.

“Ada 1 jam saya di Desa Bunga-bunga, dan sekira pukul 20.00 Wita saya menuju lapangan Tabone dimana saat itu ada keramaian, yakni perkemahan Pramuka. Namun setibanya bertemu dengan adik perempuannya dan meminta untuk diantar pulang ke rumahnya dan selanjutnya mengantar keluarga yang lain dengan motor.” Kata RH.

Pada pukul 22.00 Wita pelaku (RH) kemudian kembali ke pertigaan dekat Lapangan Tabone untuk mencari temannya bernama Pa’Man. Namun dia menemukan korban MH (16 tahun) bersama teman-temannya.

“Saya ketemu korban bersama teman-temannya dan saya bertanya Mana Pa’Man? Kemudian yang menjawab korban (MH) dengan mengatakan, Saya Pa’Man, Apaji Mauko Singel (Berkelahi). Saya juga langsung dipukul 3 kali mengenai wajah dan menendang saya 1 kali.” Jelas RH.

Tak hanya itu lanjutnya, pelaku (RH) kemudian menghindar dan korban kembali mendatanginya melakukan pemukulan, mencekiknya dari belakang hingga perasaan emosi naik kemudian mencabut badiknya dan melakukan penikaman.

“Saya sudah menghindar pak, namun korban mendekati saya lagi. Awal saya tidak melawan karena menganggap keluarga sendiri, ketika dia ingin memukul saya lagi disitu saya jengkel dan emosi dan mencabut badik yang saya simpan di pinggang kemudian menusuk perut sebelaj kiri korban.” Ungkap pelaku (RH).

Selesai melakukan penikaman pelaku meninggalkan TKP menuju ke wilayah Pengunungan desa setempat untuk bersembunyi. Pada pukul 02.00 Wita (Dinihari) dia turun dari gunung dan menyembunyikan badik di pohon pisang belakang rumahnya.

Kini pelaku (RH) sudah diamankan dan menjalani proses hukum di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Polman. Dia pun menyesali perbuatannya karena telah menghilangkan nyawa temannya sendiri.(***)



Sabtu, 21 Desember 2019


Ka BNNP Sulbar Brigjen Pol Drs Kennedy  M,si dan 
Kabid Berantas AKBP Herman Mattanette S,pd MH 
Saat Konprensi Pers
POLEWALITERKINI.NET – Biidang Berantas BNNP Sulbar bersama Seksi Pemberantasan BNNK Polman Backup Personil Polsek Binuang, Polres Polman, kembali berhasil mengungkap penyelundupan Narkotika jenis Shabu lintas Negara Malaysia-Indonesia. Senin, 16 Desember 2019.

Tak mau kehilangan target sekira pukul 11.30 Wita petugas BNN bersama personil Kepolisian menyita sebanyak 11 Ball (550 Gram) yang dikemas dan disimpan dalam sebuah Termos atau Peti Pendingin dan dikirim dari Negara Malaysia melalui pelabuhan Kodya Pare-pare, Sulsel.

Selain Narkotika jenis Shabu petugas juga mengamankan 2 orang, yakni ANR (42), Supir, warga BTN Puri Rea Indah, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polman dan EMR (26), warga Rappogading Utara, Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian Polman.

Menurut pihak BNNP Sulbar, pengungkapan ini berawal dari serangkaian proses penyelidikan terkait adanya pelaku yang diduga membawa narkotika jenis shabu-shabu dari Malaysia, dan  selanjutnya melakukan Operasi Cipta kondisi di depan Mapolsek Binuang.

Saat target mendekati Mapolsek Binuang personil BNN bersama Kepolisian mencoba memberhentikan kendaraannya namun justru pengemudi terkesan menghindar bahkan tetap pada laju kendaraannya.

Meski demikian petugas berhasil memberhentikan pengendara mobil Jenis Calya Nopol DP 1078 RA dan dilakukan penggeledahan badan dan barang pengemudi dan penumpangnya. Hasilnya ditemukan barang bukti berupa bungkusan atau paketan plastik sebanyak 11 Paket berisi kristal bening diduga Narkotika jenis shabu (Diperkirakan seberat 550 Gram).

Berdasarkan hasil interogasi sementara terhadap keduanya, diperoleh pengakuan bahwa Andri (42), menjelaskan Ia diminta oleh sesorang yang tak dikenalnya melalui telefon agar berangkat ke Pelabuhan Kodya Pare-pare dan menjemput penumpang dari Malaysia atas nama EMRI berikut barang bawaannya dan akan di berikan upah sebanyak Rp. 3 Juta Rupiah.

Sementara EMRI mengaku hanya diarahkan oleh seseorang yang mengurus dirinya untuk pulang kampung berangkat dari Malaysia dan orang tak dikenalnya tersebut memberikan nomor kontak yang menurutnya adalah penjemput yang menunggunya di Pelabuhan Pare-pare, yakni Andri yang tak  tak lain adalah ayah tirinya.

Tak hanya itu dari keterangan para pelaku tersebut rencananya barang haram itu akan diantar ke suatu tempat di Kecamatan Wonomulyo dan Kecamatan Campalagian sesuai perintah si penelfon kepada Pelaku.

Beserdasarkan hasil penmyelidikan Petugas BNN menduga  kuat dua orang tersangka ini adalah jaringan peredaran narkoba internasional, dengan melihat barang bukti berupa shabu yang dibawanya.

Laporan : Achmad Gazali

Kamis, 12 Desember 2019

Pelaku dan Barang Bukti Shabu
POLEWALITERKINI.NET – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, kembali berhasil menangkap 3 orang pelaku Narkoba dan menyita shabu seberat 49,40 gram atau sekira 1 Bal.

Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto.S.Sos.SH kepada media mengatakan, awalnya pihak Kepolisian berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 orang. Kamis, 12 Desember 2019 sekira pukul 03.00 Wita.

“Awalnya kita tengkap Suprapto Alias Anto (38), warga Dusun II Galeso Utara, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Polman, bersama Muh Alpian Alias Pian (18), warga Capakala, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulsel, di BTN Puri Rea Indah Blok E No 3 Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polman. Dari penggeledahan rumah dan badan ditemukan 1 sachet besar diduga narkotika jenis shabu.” Kata Kasat Reserse Narkoba Polres Polman, AKP Yan Kasmariyanto.S.Sos.SH.

Barang haram seberat 49,40 gram atau sekira 1 Bal diakui Suprapto alias Anto (38), bahwa shabu tersebut milik Jalauddin Alias Bapak Ikbal (41), warga Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Polman, Sulawesi Barat.

“Setelah dilakukan interogasi terhadap Suprapto Alias Anto (38), mengaku barang tersebut adalah milik Jalauddin Alias Bapak Ikbal (41), kemudian petugas melakukan pengejaran dan berhasil dibekuk pada pukul 07.00 wita di rumahnya di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman.” Jelas AKP Yan Kasmariyanto.S.Sos.SH.

Hasil interogasi polisi terhadap Jalauddin Alias Bapak Ikbal, dia membenarkan bahwa barang haram itu miliknya yang kemudian diketahui dia peroleh dari Basri yang beralamatkan di Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.

Tak mau kehilangan target operasi pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Polewali Mandar bersama tim kembali melakukan pengembangan ke Wilayah Hukum Polres Sidrap, Sulawesi Selatan, namun buruan polisi ini yang di sinyalir merupakan Bandar atau pemilik barang melarikan diri.

Laporan  :  Sukriwandi


Jumat, 08 November 2019



POLEWALITERKINI.NET – Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) mengunjungi Kabupaten Polman, agenda utama kunjungan kerjanya kali ini diantaranya meninjau perkembangan Agro Tekno Park (ATP) di Desa Nepo serta melakukan panen kedelai di Desa Kebum Sari, Kecamatan Wonomulyo. Senin, 28 Oktober 2019 lalu.

Rombongan pejabat Batan tersebut dipimpin langsung Kepala Batan Prof. Dr, IR, Anhar Riza Antariksawan didampingi Kepala Pusat Isotop dan Radiasi Batan, Totti Tjiptosumirat.

Kabupaten Polman dikunjungi lantaran menjadi salah satu dari tiga kabupaten di Indonesia yang dipilih oleh Batan untuk mengembangkan benih unggul varieras mutiara 1 berbiji besar hasil pemuliaan Batan yang dimulai sejak tahun 2015

Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan ditemui di lokasi panen kedelai mengatakan ATP Polman perkembangannya sungguh luar biasa yang bisa dikatakan sudah menjadi suatu daerah tekno park khusus di bidang agro, Kata dia, capaian itu ditandai dengan banyaknya usaha agro  pemula berbasis teknologi yang merujuk ke tekno park.

"Baru 5 tahun lalu kita mulai program tapi capaiannya sudah bagus, tentu saya kira, semua ini berkat dukungan semua pihak baik masyarakat maupun Pemda." Ujarnya.

Selain itu, Anhar Riza mengungkapkan kerjasama yang selama ini terbangun tetap akan dilanjutkan hanya saja pola kerjasamanya sedikit berbeda dengan lebih  mengharapkan lagi partisipasi aktif dari daerah. 

"Untuk teman teman yang akan melatih  di sini, teknologi yang kita miliiki masih akan kita transfer dari sini." Jelasnya.

Lebih lanjut, Anhar Riza juga menuturkan akan mendorong lebih banyak lagi pengusaha pemula berbasis teknologi dalam hal ini teknologi pertanian, sebab sambung Anhar, tujuan dari program tersebut untuk kesejahteraan masyarakat seluas luasnya.

"Mungkin nanti teman teman lebih banyak supervisi disini, nanti banyak prigram diciptakan sendiri di ATP." Tambahnya.

Dia juga menyampaikan rencana kerjasama kedepan di luar bidang pertanian yakni pada sektor kesehatan, Namun untuk saat ini  dipriotaskan mempertahankan keberlanjutan kerjasama dengan Pemkab Polman.

"600 ton kebutuhan kedelai setiap bulannya dari ATP dengan hasil panen seperti ini tentu bisa menyuplai seperempatnya, Jelas hal ini lebih butuh lagi partisipasi masyarakat untuk mulai menanam kedelai." Kata Anhar Riza.

Dia juga menambahkan masyarakat harus bangga menggunakan kedelai hasil panen sendiri karena kedelai indonesia sudah dibuktikan  kandungan proteinnya jauh lebih bagus dibanding kedelai impor.

"Ini kan bisa ditanam di sela sela kita nanam padi lalu kedelai kemudian tanam padi lagi, dengan lahan makin luas kita bisa memenuhi kebutuhan sendiri, karena tujuan pemerintah ingin mandiri di bidang Padi, Jagung dan Kedelai ( Pajale,)." Imbuh Anhar.

Ditempat yang sama, Kepala Balitbangren Polman, Darwin Badaruddin berharap keberlanjutan kerjasama dengan Batan, hanya saja pola kerjsama yang dilakukan difokuskan pada pengembangan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang lebih kepada upaya peningkatan produktivitas petani.

"Yang harus dibekali ialah penyuluh dan tenaga pertanian, dan juga bagaimana mengubah pola pikir petani khususnya di musim kemarau untuk menanam palawija terutama kedelai." Tandasnya.

Laporan  :  Achmad Gazali

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini