***...***

Sabtu, 28 Maret 2020

Cara Mahasiswa Mapala Melawan Virus Corona
POLEWALITERKINI.NET - Para Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman), Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memerangi virus corona dengan penyemprotan disinfektan di wilayah kampus dan beberapa rumah ibadah.

Para Mahasiswa Mapala berusia remaja ini turun secara langsung meski menggunakan alat pelindung yang minim.

Ketua Umum Mapala Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman), Sulhaffi atau biasa dipanggil Raku mengatakan, ini merupakan satu bentuk kegiatan kemanusiaan dari Mapala Unasman, melihat semakin lama semakin bertambahnya pasien covid-19 atau Corona.

"Melihat semakin lama semakin bertambahnya pasien Covid-19 maka kami dari badan pengurus Mapala Unasman melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah kampus, dan sejumlah rumah ibadah seperti Masjid dan Gereja." Kata Ketua Umum Mapala Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman), Sulhaffi. Jumat (27/03/2020).


Lebih lanjut, dengan wipol carbol, so klin, bayclin diaduk dan alat penyemprot seperti kompor semprot, sendok, gayung dan baskom dan menurunkan 5 personil, yakni Muhammad Sidik (Undur), Muhammad Fajrin (Ruba), Parli (Kukang), Sulhaffil (Rakun) dan Syamsul Alam (Nyamuk).

“Jadi tehnik penyemprotan menggunakan hand sprayer sebanyak 5 buah, menyemprot ruangan kamar mandi, kursi, meja, pintu dan benda yang sering bersentuhan langsung dengan manusia.” Ujar Sulhaffi.

Dia pun mengingatkan kepada seluruh rekan Mahasiswa agar lebih menjada kesehatan dan tidak mengabaikan situasi yang memerlukan cuci tangan.

Laporan  :  Sukriwandi

Kamis, 26 Maret 2020

Dandim PimpinApel Persiapan Penyemprotan Disinfectant
Tampak Prajurit TNI Melakukan Penyemprotan di Kantor,
Pasar dan Cafe di Halaman Masjid Syuhada
POLEWALITERKINI.NET – Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Hari Purnomo, S.Hub.Int., M.Han pimpin apel persiapan penyemprotan disinfectant di sejumlah rumah ibadah, Perkantoran, Pasar dan fasililitas Umum lainnya di Kabupaten Polewali Mandar. Kamis (26/3/2020).

Gugus tugas percepatan penanganan corona virus terdiri dari ratusan orang  gabungan TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dishub serta PMI Kabupaten Polewali Mandar.

Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Hari Purnomo, S.Hub.Int., M.Han dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan perintah Pangdam XIV/Hasanuddin tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi corona virus disease (covid-19) di jajaran Kodam XIV/HSN

Kegiatan ini juga merupakan Keputusan Bupati Polewali Mandar tentang pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 Kabupaten Polewali Mandar.

"Kodim 1402/Polmas bekerjasama Forkopimda Polman dan seluruh instansi terkait terus bersergi dalam menangani penyebaran Covid-19 yang menjadi momok bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Polman." Ungkapnya Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Hari Purnomo, S.Hub.Int., M.Han.

Kodim 1402/Polmas melalui Babinsa bersama Babinkamtibmas serta pemerintah desa di wilayah selalu berkoordinasi dengan instansi terkait yang terbentuk dalam gugus tugas pencegahan Covid 19.

"Maka pada hari ini mari kita bersama - sama melaksanakan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid 19 meskipun dengan perlengkapan dan bahan Disinfektan terbatas demi kepentingan masyarakat umum." Pungkasnya.

Laporan : Zaenal


Mayat Saat Berada di Rumah Duka
POLEWALITERKINI.NET – Samaruddin seorang Iman Masjid Nurul Baiturahma di Dusun Seppong Batu, Desa Landi Kanusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, Sulbar, menemukan mayat pria tanpa busana saat berkunjung ke kebun miliknya. Kamis (26/03/2020).

Pria yang kemudian diketahui adalah Rahmuddin (50), ditemukan tak bernyawa sekira pukul 10.30 Wita saat Samaruddin mendatangi kebun miliknya yang berbatasan langsung dengan kebun milik korban.

“Ada warga dia Imam bernama Samaruddin pergi melihat kebunnya lalu dari kejauhan melihat Korban dalam posisi tengkurap dan muka mengarah ke air sumur tanpa busana dan sudah meninggal dunia.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Kondisi itu membuat Samaruddin langsung memanggil warga setempat kemudian memikul korban ke Masjid Nurul Baitulrahma lalu menghubungi keluarga Korban dan pihak Kepolisian Resort Polewali Mandar.

Dari posisi ditemukan warga menduga korban akan mandi di sumur kebun miliknya sebelum meninggal. Dan berdasarkan visum terhadap korban tim dokter tidak menemukan adanya tanda tanda kekerasan di tubuh korban.

“Sudah diperiksa tim Medis, visumnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Selain itu keluarganya menolak dilakukan autopsi.” Jelas Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,S.E.,S.I.K.

Atas permintaan keluarga korban langsung di bawa ke Samasundu, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, untnk dikebumikan.

Laporan  :  Sukriwandi

Rabu, 25 Maret 2020

Babinsa Ajak Warga Sediakan Tempat Cuci Tangan
POLEWALITERKINI.NET - Untuk mencegah  penularan virus corona, Babinsa koramil 1402-03/Campalagian, Polman, mengajak warga untuk memasang tempat cuci tangan di tempat umum dan di Halaman rumah warga.

Komandan Kodim (Dandim) 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo, S.Hub.Int., M.Han mengatakan, ini salah satu upaya kami mendukung program pemerintah dalam rangka mewujudkan wilayah kami sehat tangkal virus corona. Senin (23/03/2020)

Dandim juga menginstruksikan seluruh Koramil jajaran melakukan hal serupa. Menurutnya pemasangan tempat mencuci tangan dan hand sanitizer sebagai upaya menjaga kebersihan dan hidup sehat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dia pun memastikan, pemasangan tempat cuci tangan akan terus bertambah setiap harinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama di tempat-tempat umum.

Selain membuat tempat cuci tangan, diakui Dandim bahwa Babinsa jajaran Kodim 1402/Polmas juga terus menghimbau warga untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyebaran Virus di Wilayah Teritorialnya.

"Pihaknya akan terus menghimbau kepada masyarakat melalui Babinsa agar tetap tenang dan jangan panik, tidak keluar rumah kalau tidak ada keperluan atau kepentingan yang mendesak." Ujar Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Hari Purnomo, S.Hub.Int., M.Han.

Sementara salah satu warga sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian Anggota TNI dari Kodim 1402/Polmas yang setiap saat hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Laporan : Zaenal

Selasa, 24 Maret 2020

Kapolsek, Warkop dan Cafe Bandel Bakal Disanksi Pidana
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Kepolisian Sektor Polewali, bakal mengambil langkah tegas jika Maklumat Kapolri tentang langkah antisipasi merebaknya wabah virus corona tidak di indahkan pengusaha warkop dan cafe. Selasa malam (04/03/2020).


Kepala Kepolisian Sektor Polewali, AKP Syamsul Rijal usai melakukan sosialisasi di sejumlah warkop mengatakan, untuk saat ini petugas gabungan dari TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan, Puskesmas Pekkabata, Satpol PP masih melakukan sosialisai.

"Kita melakukan sosialisasi Maklumat Kapolri dengan mendatangi pengusaha. Kami berharap para pelaku usaha mau bekerjasama mengantisipasi wabah virus Corona atau Covid-19." Kata Kepala Kepolisian Sektor Polewali, AKP Syamsul Rijal.

Langkah ini tak hanya himabuan, tapi pihak Kepolisian akan tetap memberikan penyampaian hingga melakukan pemanggilan kepada pelaku usaha yang tetap memberikan ruang kepada masyarakat berkumpul.

“Kalau tidak ditindaklanjuti kita tetap menghimbau dan kemudian memanggil mereka bahkan ada sanksi tegas dengan ancaman pidana jika masih memberikan ruang orang berkumpul.” Tegas Kepala Kepolisian Sektor Polewali, AKP Syamsul Rijal.

Terkait Maklumat Kapolri, Kapolsek Polewali tidak menentukan batas waktu kapan himbauan ini akan berakhir. Dia tambahkan, pihaknya akan melihat perkembangan dan intruksi dari pemerintah Pusat.

Laporan  :  Z Ramadhana



Aparat Gabungan Minta Pengusaha Warkop dan Cafe
Tak Berikan Ruang Berkumpul
Pengusaha Warkop dan Cafe Didatangi Petugas Gabungan
POLEWALITERKINI.NET – Menyikapi maklumat Kapolri tentang merebaknya wabah virus corona dan langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bersama Kepolisian, Kodim 1402/Polmas, Satpol PP, Dinkes, melakukan himbauan kepada pengusaha. Selasa malam (04/03/2020).

BERITA TERKAIT : Tak Indahkan Maklumat Kapolri, Warkop dan Cafe di Polman Diancam Pidana!

Aparat gabungan ini mendatangi sejumlah warung kopi (Warkop), Cafe, THM di wilayah Kecamatan Polewali dan meminta kepada pelaku usaha tidak memberi ruang kepada siapapun untuk nongkrong dan berkumpul hingga batas yang tidak ditentukan.

Kepala Kecamatan Polewali, Syarifuddin Wahab kepada wartawan mengatakan, langkah pemerintah ini menindaklanjuti Maklumat Kapolri. Kata dia, pihak Pemerintah dan Polri tidak menutup usaha tetapi langkah antisipasi mencegah virus corona menyebar.

"Untuk usaha warung kopi, cafe tetap boleh beroperasi. Tapi melayani konsumen dengan pola take away atau sistem bawa pulang serta layanan pesan online. Yang jelas tidak berkumpul dan berbaur." Kata Kepala Kecamatan Polewali, Syarifuddin Wahab.

Maklumat Kapolri ini tak hanya berlaku pada pengusaha warkop dan cafe, tetapi juga meminta kepada masyarakat untuk tidak membuat kegiatan yang sifatnya memberikan ruang kepada warga lain untuk berkumpul, seperti pesta pernikahan.

“Yang jelas di dalam Maklumat Kapolri bukan hanya tempat berkumpul seperti warkop dan cafe, tetapi lokasi pernikahan juga dihimbau untuk tidak dilaksanakan karena akan membuat orang berkumpul.” Jelas Kepala Kecamatan Polewali, Syarifuddin Wahab.

Sementara itu Kepala Kepolisian Sektor Polewali, AKP Syamsul Rijal mengatakan, Maklumat Kapolri ini berdasarkan intruksi Presiden untuk bersama sama melakukan pencegahan wabah virus corona atau Covid-19 di wilayah Polman.

“Maklumat ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah antisipasi berkaitan dengan Covid-19. Termasuk malam ini adalah upaya sosialisasi.” Kata Kepala Kepolisian Sektor Polewali, AKP Syamsul Rijal.

Laporan  :  Z Ramadhana



Sapi Curian dan Barang Bukti Diamankan Polisi
Polisi Melakukan Olah TKP
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Kepolisian Resort Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, kembali meringkus pelaku pencurian sapi milik warga. Pengungkapan ini setelah pelaku gagal melakukan pencurian ternak dan mobil yang digunakan mengangkut sapi terbalik.

Kejadian ini. Minggu, 22 Maret 2020 sekitar jam 02.30 Wita. Dimana korban SAHARUDDIN (40), pekerjaan petani, warga Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Polman, bangun mendengar suara ribut di sekitar rumahnya.

Kemudian dia pun bergegas turun dari rumah dan mengecek sapi miliknya yang di ikat di samping rumah dan mendapati 1 ekor sapi miliknya sudah tidak berada di tempat. Selanjutnya mendatangi arah suara sebelumnya dan mendapati sebuah mobil sudah berada di dalam sawah dalam keadaan terbalik.

“Saat melihat sapinya hilang, korban mengarah ke lokasi yang bersuara ribut dan di sekitar TKP melihat mobil terbalik dan mendapati sapi miliknya namun tali serta kalung lonceng yang sebelumnya terpasang di leher sapi sudah tidak ada, sedangkan pengendara mobil sudah tidak berada di tempat.” Kata Pjs, Panit 1 Reskrim Polsek Wonomulyo, IPDA Tio Septian Dwi Cahyo, S.Tr.K.

Setelah informasi ini tiba di pihak Kepolisian, kemudian melakukan olah TKP dan sekitar jam 06.00 Wita seseorang mengaku pemilik mobil, yakni ASIS Alias SISE (42), diketahui memiliki dua alamat tinggal, yakni BTN Bulu-pabbulu Blok 11 No. 14 Kelurahan Bulu Pabbulu, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo dan Jalan Poros Pare-pare, Kelurahan Ponrangae, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulsel.

Apes bagi pemilik mobil pick up warna silver Daihatsu Grand max Nomor Polisi DP 8950 CG ternyata dia adalah pelaku pencurian 1 ekor sapi warna putih jenis kelamin betina yang dilakukannya sendiri. Kata pelaku saat akan meninggalkan TKP mobil yang memuat sapi curian terjung dan terperosok ke sawah dekat rumah korban.

“Ada lelaki bernama ASIS Alias SESI mendatangi TKP dan mengakui sebagai pemilik mobil. Dari sini polisi membawa ke Polsek Wonomulyo, melakukan interogasi dan hasilnya dia mengakui mobil sebelumnya mengangkut 1 ekor sapi milik korban SAHARUDDIN.” Jelas Pjs, Panit 1 Reskrim Polsek Wonomulyo, IPDA Tio Septian Dwi Cahyo, S.Tr.K.

Bahkan lanjutnya, pelaku mengakui setiap melakukan pencurian mengangkutnya seorang diri dan melakukan pencurian sapi sebanyak tujuh TKP dalam wilayah hukum Polres Polman dengan waktu yang berbeda dari tahun 2019.

Dalam kasus pencurian ternak yang meresahkan masyarakat Polman akan terus didalami oleh pihak Kepolisian Polewali Mandar. Sementara pelaku dan hasil curian sudah diamankan di Kantor Polsek Wonomulyo guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Laporan  : Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini