Iklan

Operasi Patuh Marano 2026 Dimulai, Pengendara di Polman Kedapatan Cari Jalan Tikus

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:39 WIB Last Updated 2026-10-26T07:39:30Z

Kasat Lantas Polres Polman, IPTU Jamaluddin, pimpin langsung Operasi Patuh Marano 2026. Operasi Patuh Marano Digelar 14 Hari, Polisi Ingatkan, Ada Keluarga Menanti di Rumah. (Foto : FadliAnt/Nadi).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Operasi Patuh Marano 2026 mulai digelar Satuan Lalu Lintas Polres Polewali Mandar (Polman). Senin (26/10/2026). 


Dalam pelaksanaannya, sejumlah pengendara yang diduga tidak memenuhi kelengkapan berkendara terlihat memilih putar balik hingga mencari jalan alternatif untuk menghindari pemeriksaan petugas.


Operasi yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Tugu Selamat Datang Rea Timur, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas.


Pantauan di lokasi, petugas menghentikan pengendara sepeda motor maupun mobil untuk memeriksa kelengkapan surat kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. 


Sejumlah pengendara terlihat menepi dan memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Ada pula yang memutar balik kendaraannya, bahkan mencari jalan alternatif melewati kawasan kebun.


Pemandangan tersebut menjadi pengingat bahwa kepatuhan berlalu lintas semestinya tidak hanya dilakukan ketika ada petugas, tetapi menjadi kebiasaan demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.


Tak Pakai Helm hingga Kelengkapan Kendaraan Jadi Sasaran. Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa berbagai bentuk pelanggaran yang terlihat secara langsung, antara lain tidak menggunakan helm berstandar SNI, tidak membawa atau melengkapi surat kendaraan, tidak memasang kaca spion, menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, serta pelanggaran tanda nomor kendaraan bermotor.


Sejumlah pengendara terlihat menepi dan memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Ada pula yang memutar balik kendaraannya, bahkan mencari jalan alternatif melewati kawasan kebun. (Foto : FadliAnt/Nadi).

Petugas juga memeriksa pelanggaran terkait jumlah penumpang sepeda motor dan kendaraan yang membawa muatan melebihi batas yang diperbolehkan.


Pengendara yang ditemukan melanggar dapat diberikan teguran lisan atau dikenai tindakan penilangan sesuai jenis pelanggaran dan ketentuan yang berlaku.


Dari hasil pemeriksaan di lapangan, pelanggaran yang ditemukan di antaranya pengendara tidak menggunakan helm dan tidak melengkapi surat kendaraan.


Salah seorang pengendara yang terjaring pemeriksaan mengaku lupa memakai helm karena sedang terburu-buru menuju Polewali.


"Dari Binuang mau ke Polewali, Pak. Tadi ini buru-buru jadi lupa pakai helm." Ujarnya kepada petugas.


Pengendara tersebut enggan menyebutkan namanya. Alasan terburu-buru mungkin terdengar sederhana, tetapi berkendara tanpa perlindungan kepala dapat meningkatkan risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan. 


Perjalanan yang hanya berlangsung beberapa menit sekalipun tetap membutuhkan perlengkapan keselamatan.


Bukan Sekedar Razia, Ada Keselamatan yang Dipertaruhkan. Operasi Patuh Marano 2026. Dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Polman, IPTU Jamaluddin, didampingi Kaurbinops IPDA Dedi Armanto, Kanit Regident IPDA Muhammad Ahsan, Kanit Turjawali AIPTU Yusuf, serta puluhan personel lainnya.


Sejumlah pengendara terlihat menepi dan memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Ada pula yang memutar balik kendaraannya, bahkan mencari jalan alternatif melewati kawasan kebun. (Foto : FadliAnt/Nadi).

Jamaluddin mengatakan, operasi tersebut diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mencegah pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.


Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas.


Dia menekankan bahwa personel yang bertugas harus mengedepankan sikap santun, humanis, responsif, representatif, dan solutif saat berinteraksi dengan masyarakat.


Operasi Patuh Marano 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, sebagai bagian dari operasi kepolisian yang digelar serentak secara nasional.


Jamaluddin mengimbau seluruh pengendara untuk mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, melengkapi surat kendaraan, dan menghindari perilaku berkendara yang membahayakan.


"Tetap tertib dan jangan melakukan pelanggaran lalu lintas. Jangan ngebut di jalan, ingat ada keluarga menanti Anda di rumah." Pesannya.


Pesan itu menjadi pengingat bahwa tujuan utama tertib berlalu lintas bukan semata-mata menghindari teguran atau tilang. 


Lebih penting dari itu, setiap pengendara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain agar dapat tiba di tempat tujuan dengan selamat.


Laporan : FadliAnt/Nadi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Operasi Patuh Marano 2026 Dimulai, Pengendara di Polman Kedapatan Cari Jalan Tikus

Trending Now

Iklan

iklan