***...***

.

Senin, 10 Juni 2019


POLEWALITERKINI.NET - Dalam rangka membangun semangat baru Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disrumkintan) Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar acara halal bi halal bersama segenap Aparatur Negeri Sipil (ASN), pegawai honorer serta tim fasilitator program bedah rumah, Senin 10 Juni 2019.

Kegiatan tersebut digelar di halaman kantor Disrumkintan Polman berlangsung dalam suasana penuh keakraban, Plt Kepala Disrumkintan Polman, Andi Mahadiana Djabbar mengatakan, setelah melakukan ibadah puasa di bulan ramadan selama sebulan penuh maka pada acara halal bi halal ini bertujuan membangun jiwa dan semangat baru serta meningkatkan keimanan dalam upaya mengiringi pelaksanaan program kerja Disrumkintan selanjutnya.

"Dengan modal keimanan akan mengimbangi pekerjaan untuk bekerja lebih bagus dari sebelumnya, jadi kita harapkan budaya halal bi halal dapat berjalan secara kontinyu supaya rasa persaudaraan bukan hanya di dalam pekerjaan tapi diluar dari pekerjaan silaturrahmi itu selalu ada." Kata Plt Kepala Disrumkintan Polman, Andi Mahadiana Djabbar.

Lanjutnya, khusus pegawai lingkup Disrumkimtan diharapkan tidak hanya memberi bangunan rumah kepada masyarakat namun bagaimana bisa membangun rumah di akhirat dengan saling bermaaf maafan sehingga Mohon maaf lahir dan batin jangan cuma lahirnya saja tapi batinnya juga, supaya rasa persaudaraan lebih bertambah lagi.

"Sahnya itu harus saling ketemu bermaaf maafan berjabat tangan bukan hanya ucapan maaf dikirim lewat akun Whatsapp, mari kita sehatkan hati, jiwa, dan raga kita." Ucap Mahadiana.

Ditempat yang sama, Uztad Zulfikar dalam ceramahnya mengungkapkan, Allah SWT jikalau mencintai hambanya maka akan diberikan ujian, olehnya tejadinya kerusakan di muka bumi baik di daratan dan lautan terjadi bukan karena ulah siapa tetapi ulah manusia itu sendiri.

"Kita lihat sendiri di Palu tempat tempat maksiat hancur karena gempa bumi dan tsunami tapi masjid yang notabene lebih kecil tidak hancur sama sekali." Ujar Uztad Zulfikar.

Meski demikian, sambung Zulfikar, Kota Palu bisa kembali bangkit lantaran masyarakatnya mengambil pelajaran atas musibah yang terjadi dan itu berarti mereka orang yang lebih baik.

"Waktu di akhir zaman berjalan lebih cepat, maka siapa yang berpuasa di bulan suci ramadan dan shalat malam dengan berharap ridho dari Allah, insha Allah dosa dosa kita diampuni seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibunya." Terangnya.

Menurutnya, dosa yang diampunkan di bulan ramadan adalah hablu minallah yaitu dosa kita dengan Allah tapi hablu minannash dosa kita sesama manusia belum tentu diampunkan maka dengan halal bi halal setiap umat muslim diwajjbkan saling bermaaf maafan saling berjabat tangan.

"Rahmat Allah tidak akan turun apabila di dalam kantor dan rumah tersebut ada orang yang memutuskan silaturrahmi ,sebaik baik manusia adalah orang yang pertama meminta maaf." Jelas Ustad Zulfikar.

Dia menambahkan, sudah fitrah manusia saling berbeda pendapat tapi perselisihan tidak boleh berlarut larut, Sebab itu umat muslim harus saling memaafkan, Kata dia, apabila ada orang masa sekarangnya lebih buruk dari pada masa lalunya maka dia adalah orang yang paling merugi.

"Setiap manusia harus selalu intropeksi diri tidak usah selalu melihat ke belakang." Jelas Ustad Zulfikar.
Laporan  :  Achmad Gazali

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini